1.028 Batang Kayu Tanpa Dokumen Diamankan

By
Petugas Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH ketika mengamankan truk yang berisi 1028 kayu besi yang tak dilengkapi dengan surat-surat saat melintas di jalur utama Jayapura-Keerom, Kamis Malam (27/6).(FOTO : Satgas Pamtas For Cenderawasih Pos)

JAYAPURA – Sebanyak 1028 batang kayu yang disinyalir illegal, Kamis (27/6) malam diamankan oleh prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH. Seribu lebih kayu ini dicurigai bermasalah  sebab ketika diperiksa ternyata sopir yang mengangkut tak bisa menunjukkan bukti surat-surat. Saat itu juga truk dan kayu yang melintas dicegat kemudian disita. Kayu illegal jenis kayu besi ini diambil dari hutan di Kampung Pitewi Kabupaten Keerom. 

 Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) menjelaskan bahwa ini merupakan temuan yang kesekian kalinya oleh personel Satgas dan langsung diserahkan ke dinas kehutanan untuk dicek kelengkapan berkas perjalannya.

 Erwin menjelaskan kronologisnya dimana personel Pos Kout Km 31 yang dipimpin oleh Letda Inf Eka Deny melaksanakan sweeping di depan Pos dan tak lama melintas truk kayu di Pos Km 31. Setelah dicek  ternyata tak lengkap. “Ini kesekian kalinya dimana bulan Mei lalu kami juga mengamankan 50 batang kayu illegal,” ujar Erwin dalam rilisnya, Jumat (28/6) siang kemarin.

 Kata Erwin jalan poros Kota Jayapura-Kabupaten Keerom memang menjadi satu-satunya jalan lintas yang dapat dilalui sehingga  Ia selalu memerintahkan jajaran yang berada di jalan poros untuk aktif melaksanakan sweeping mencegah peredaran kayu-kayu illegal.

 “Saat diamankan dan dimintai dokumen resminya, pengemudi atas nama  Mahmudin  (49) dan penumpang Syarif (37)  tidak dapat menunjukkan dokumen resmi dari bawaan 1028 batang (18 Kubik) jenis kayu besi sehingga kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.

 Mayor Inf Erwin Iswari juga sangat menyayangkan karena ada oknum pelaku penebangan liar hutan-hutan di Papua yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem alam namun hingga kini terus terjadi dan tak sebanding dengan upaya reboisasi.

 “Ini tugas kami untuk terus melakukan sweeping dan pencegahan beredarnya kayu-kayu illegal,” imbuhnya. (ade/gin)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: