12 Siswa Program Adem Diberangkatkan ke Jawa Timur

By

MERAUKE-Sebanyak 12 siswa-siswi asli Papua program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) asal Kabupaten Merauke diberangkatkan menuju Provinsi Jawa Timur, hari ini Sabtu (3/7). Dalam rangka itu, kemarin orang tua dan ke-12 siswa tersebut diberi penjelasan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke dan pihak sekolah yang akan menampung anak-anak tersebut di Aula SMPN I Merauke.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke Thiasoni Betaubun, S.Sos, M.Pd, MM mengungkapkan bahwa ke-12 siswa program ADEM asal Kabupaten Merauke ini dijemput langsung oleh Kepala Sekolah SMA dari Madiun dan Malang.
“Dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia juga ada datang tadi sehubungan dengan pemberangkatan siswa-siswi asal Papua ini melalui program, ADEM,” jelasnya.
Thiasoni menjelaskan, bahwa ke-12 siswa ini disaring dari seluruh sekolah yang ada di Merauke. “Mereka adalah anak-anak yang berprestasi di sekolahnya,” katanya.
Pengiriman program Adem , jelas Thiasoni Betaubun, setiap tahunnya dilaksanakan. Lewat program Ade mini, anak-anak yang dikirim tersebut berprestasi dan tembus masuk ke berbagai perguruan tinggi bergengsi di Indonesia, bahkan masuk IPDN. “Ada juga yang dikirim ke luar negari,” jelasnya.
Thiasoni mengaku bahwa ketika berada di Jawa, kemampuan dari anak-anak tersebut luar biasa. Dimana dari tahun ke tahun ada peningkatan yang luar biasa. ‘’Merauke biasa menampung dari Mappi, Boven Digoel dan Asmat,” jelasnya.
Dikatakan, untuk anak-anak yang dikirim tersebut tinggal tahunya belajar. Sebab, seluruh biaya makan dan minum serta biaya Pendidikan ditanggung oleh pemerintah. “Jadi Namanya Pendidikan tuntas. Karena setelah mereka tetap berprestasi dan masuk perguruan tinggi akan tetap dibiayai oleh pemerintah,” katanya.
Karena itu, Thiasoni mengharapkan orang tua dari siswa tersebut untuk memberi dukungan dan semangat kepada anak-anak tersebut untuk belajar dengan baik dan disiplin. ‘’Biasanya 4-5 bulan penyesuaian dengan lingkungan di sana. Setelah mampu melewati itu maka anak-anak itu sangat bagus,’’terangnya.
Ditambahkan bahwa program ini sangat bagus, sehingga ia mengharapkan kepada pemerintah agar kuota untuk Kabupaten Merauke ditambah dari 12 menjadi 20 orang. ‘’Kita minta kalau boleh kuota dari Merauke ditambah menjadi 20 orang. Dua tahun lalu, kuota sudah 18 orang tapi saat masuk pandemi kuotanya kembali ke-12 orang. Mungkin masalah keterbatasan anggaran. Tapi, harapan kita untuk bisa ditambah menjadi 20 orang,’’ harapnya. (ulo/tri)

Sulo/Cepos
12 lulusan SMP yang akan dikirim ke Madiun dan Malang mengikuti program ADEM saat mendengarkan arahan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke dan dari kepala sekolah SMA yang akan menampung mereka di Madiun dan Malang di Aula SMPN I Merauke, Jumat (2/6).

12 Siswa Program Adem Diberangkatkan ke Jawa Timur

MERAUKE-Sebanyak 12 siswa-siswi asli Papua program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) asal Kabupaten Merauke diberangkatkan menuju Provinsi Jawa Timur, hari ini Sabtu (3/7). Dalam rangka itu, kemarin orang tua dan ke-12 siswa tersebut diberi penjelasan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke dan pihak sekolah yang akan menampung anak-anak tersebut di Aula SMPN I Merauke.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke Thiasoni Betaubun, S.Sos, M.Pd, MM mengungkapkan bahwa ke-12 siswa program ADEM asal Kabupaten Merauke ini dijemput langsung oleh Kepala Sekolah SMA dari Madiun dan Malang.
“Dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia juga ada datang tadi sehubungan dengan pemberangkatan siswa-siswi asal Papua ini melalui program, ADEM,” jelasnya.
Thiasoni menjelaskan, bahwa ke-12 siswa ini disaring dari seluruh sekolah yang ada di Merauke. “Mereka adalah anak-anak yang berprestasi di sekolahnya,” katanya.
Pengiriman program Adem , jelas Thiasoni Betaubun, setiap tahunnya dilaksanakan. Lewat program Ade mini, anak-anak yang dikirim tersebut berprestasi dan tembus masuk ke berbagai perguruan tinggi bergengsi di Indonesia, bahkan masuk IPDN. “Ada juga yang dikirim ke luar negari,” jelasnya.
Thiasoni mengaku bahwa ketika berada di Jawa, kemampuan dari anak-anak tersebut luar biasa. Dimana dari tahun ke tahun ada peningkatan yang luar biasa. ‘’Merauke biasa menampung dari Mappi, Boven Digoel dan Asmat,” jelasnya.
Dikatakan, untuk anak-anak yang dikirim tersebut tinggal tahunya belajar. Sebab, seluruh biaya makan dan minum serta biaya Pendidikan ditanggung oleh pemerintah. “Jadi Namanya Pendidikan tuntas. Karena setelah mereka tetap berprestasi dan masuk perguruan tinggi akan tetap dibiayai oleh pemerintah,” katanya.
Karena itu, Thiasoni mengharapkan orang tua dari siswa tersebut untuk memberi dukungan dan semangat kepada anak-anak tersebut untuk belajar dengan baik dan disiplin. ‘’Biasanya 4-5 bulan penyesuaian dengan lingkungan di sana. Setelah mampu melewati itu maka anak-anak itu sangat bagus,’’terangnya.
Ditambahkan bahwa program ini sangat bagus, sehingga ia mengharapkan kepada pemerintah agar kuota untuk Kabupaten Merauke ditambah dari 12 menjadi 20 orang. ‘’Kita minta kalau boleh kuota dari Merauke ditambah menjadi 20 orang. Dua tahun lalu, kuota sudah 18 orang tapi saat masuk pandemi kuotanya kembali ke-12 orang. Mungkin masalah keterbatasan anggaran. Tapi, harapan kita untuk bisa ditambah menjadi 20 orang,’’ harapnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: