26 Penumpang KM Sinabung Dikembalikan ke Daerah Asal

By

JAYAPURA-Sebanyak 26 orang penumpang KM Sinabung yang sebelumnya tidak diizinkan turun di Pelabuhan Sorong dan Biak, juga tidak diiznkan turun di Pelabuhan Jayapura, Kamis (29/7).

Mereka tidak diizinkan turun dan dikembalikan ke daerah asalnya Bau-bau, Provinsi Sulawesi Tenggara,lantaran menggunakan identitas tidak jelas atau dokumennya palsu. 

Kepala KSOP Kelas II Jayapura, Taher Laitupa mengatakan, dari 26 orang penumpang yang dipulangkan ini, 4 di antaranya dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid antige. 

“Sebanyak 26 orang yang tidak memiliki dokumen ini diisolasi tersendiri di dek II. Dari 26 orang itu setelah diperiksa terdapat 4 orang yang reaktif dan diisolasi secara tersendiri,” jelas Taher saat dihubungi Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Kamis (29/7).

Secara terpisah, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Gustav R Urbinas membenarkan adanya 26 orang penumpang KM Sinabung yang tidak diizinkan turun di Pelabuhan Jayapura dan dikembali ke daerah asalnya. 

“Mereka awalnya tidak diizinkan turun di Pelabuhan Sorong dan Biak. Oleh sebab itu, kami juga tidak izinkan turun di Pelabuhan Jayapura karena identitasnya tidak jelas. Hal-hal seperti ini memang kita cegah. Jangan sampai penumpang yang turun di Jayapura kemudian menggunakan identitas tidak jelas, atau dokumennya palsu dan memiliki kerawanan membawa penyakit,” jelas Gustav Urbinas kepada Cenderawasih Pos di sela-sela operasi yustisi di Taman Imbi, Distrik Jayapura Utara, Kamis (29/7) kemarin.

Dikatakan, selama ini Polresta Jayapura Kota berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Jayapura dan stakeholder di Pelabuhan Jayapura melakukan pemeriksaan terhadap orang yang masuk Kota Jayapura melalui Pelabuhan Jayapura.

“Setiap penumpang yang turun harus menunjukkan dokumen yang lengkap dan tidak dipalsukan. Termasuk dokumen hasil PCR/antigen dari daerah keberangkatan. Sebelum keluar dari pelabuhan, mereka juga dirapid antigen untuk memastikan kondisi kesehatannya. Hal ini kami lakukan bersama Satgas Covid-19 Kota Jayapura dan stakeholder di pelabuhan guna menekan penularan Covid-19,” jelasnya. 

Diakuinya pengamanan pelabuhan tetap diperketat bagi penumpang yang masuk. Hal ini telah dilakukan pasca  Idul Fitri hingga saat ini. 

“Satgas Covid 19 Kota Jayapura bersama stakeholder pelabuhan sangat serius mengawasi penumpang yang naik dan turun. Terutama penumpang yang turun di Pelabuhan Jayapura yang harus melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Kapolsek KPL Jayapura Iptu Richard H.L Rumboy menambahkan, pihaknya bersama petugas PT. Pelni Cabang Jayapura, KSOP Kelas II Jayapura, Karantina Pertanian dan tim KKP kelas II Jayapura berada di dermaga untuk melakukan kegiatan pengamanan, razia dan arus penumpang.

“Saat penumpang kapal turun melalui tangga darat Dek 4, anggota kami bersama petugas Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan melaksanakan razia barang bawaan penumpang. Termasuk melakukan pemeriksaan dan validasi surat hasil rapid tes serta Kartu Kewaspadaan Kesehatan pnumpang yang baru turun,” tambahnya. (fia/gr/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: