40 Tim Ramaikan Bupati Mamberamo Raya Cup I

By
Bupati Dorinus Dasinapa ketika menerima bola dari Kapten Tim Persipura Jayapura Boas Solossa yang hadir dalam pembukaan turnamen Bupati Mamberamo Raya Cup I U-19 di Lapangan Burmeso, Kamis, (25/7)kemarin.

Boas Salossa Didaulat Membuka Turnamen Tersebut 

BURMESO-Pembukaan turnamen Bupati Mamberamo Raya Cup I, U-19 dibuka dengan resmi, Kamis, (25/7) kemarin. Ikon sepak bola Papua yang juga adalah Kapten Persipura Jayapura, Boas Solossa dihadirkan langsung dalam pembukaan turnamen yang pertama kali digelar itu. Boas Solossa dalam kesempatan itu didaulat membuka Bupati Cup I itu.

Bupati Cup I U-19 diikuti oleh 40 tim dengan memperebutkan piala tetap dan piala bergilir. Selain hadiah utama, Bupati Dorinus Dasinapa juga mengatakan, akan memberikan tambahan bonus di luar hadiah yang disiapkan panitia. Masing-masing untuk top skor akan diberikan Rp 20 juta, pemain terbaik Rp 25 juta dan tiap tim akan diberikan 1 bola dan seragam.

Bupati Dorinus Dasinapa mengatakan, kehadiran Boas Solossa diiharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak peserta Bupati Cup I U-19 dalam meraih prestasi secara khusus, dan menjadi motivasi terhadap perkembangan dan kebangkitan dunia persepakbolaan di Kabupaten Mamberamo Raya pada umumnya.

            “Kita di Mamberamo Raya punya potensi pemain sepak bola yang sangat luar biasa. Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, dan kehadiran Boas Solossa di sini tentunya adalah  untuk memberikan motivasi,”kata Bupati dalam releasenya yang diterima Cenderawasih Pos via e-mail, kemarin.

            Dikatakan, kedatangan Boas Solossa di Mambramo Raya juga tidak terlepas dari harapan masyarakat yang ingin melihat langsung striker nasional dengan nomor punggung tujuh itu. Kehadiran bintang sepak bola nasional itu diharapkan dapat menjadi kebangkitan dunia sepak bola di Kabupaten Mambramo Raya ke depan.

            “Masyarakat selalu bilang kalau bisa kita lihat Boas langsung. Dan hari ini sudah datang. Hari ini Boas jadi motivator buat adik-adik yang berlaga agar lebih sportif dalam bermain, bermain dengan penuh persaudaraan. Boas yang berikan contoh bagaimana main sportif dan menjadi penenang bagi rekan-rekannya. Ini Boas sudah datang langsung, mari kita belajar dari dia,” papar Bupati di depan para peserta turnamen dan masyarakat yang membanjiri lapangan.

            Dalam kesempatan itu Bupati juga mengingatkan para peserta Bupati Cup supaya tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam permainan dan tetap menjadikan turnamen sebagai anjang untuk mencari bakat.

            “Pesan saya jaga sportivitas selam turnamen ini berlangsung, anak-anak Mambramo Raya punya bakat sepak bola. Tinggal bagaimana kita menggali bakat itu melalui turnamen seperti ini, dan kalau ada yang sampai berkelahi saya minta panitia coret langsung namanya. Sebab menjadi pemain professional harus dimulai dari sportivitas,”bebernya.

            Sementara itu kapten tim Persipura Boas Solossa yang didaulat memberikan sambutannya mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih buat semua masyarakat yang sudah menerima kehadirannya di Mamberamo Raya. “Saya memang belum pernah datang ke Mamberamo Raya, selama ini lewat dengan pesawat saya dan melihat dari atas, saya bisa hadir di sini semua karena kehendak Tuhan,”tuturnya.

            Boas menambahkan, pertandingan dalam sepak bola bukan hanya pada kemenangan saja, namun hal yang tidak kalah pentingnya adalah sportivitas dan saling menghargai. “Saya berharap ada pemain dari Mamberamo Raya yang bisa menjadi pemain professional yang terkenal karena prestasi sepak bolanya yang luar biasa, dan minimal bisa lebih dari anak-anak Papua yang sudah hebat di sepak bola,” paparnya.

            “Satu hal dan motivasi yang ingin saya berikan, apalagi di umur 19 tahun ini kadang kita tak bisa kontrol emosi. Ingat main bola Jangan terbawa emosi. Ini bupati Cup yang pertama dan tentu akan ada berikutnya. Saya siap hadir dalam tiap gelaran Bupati Cup Mamberamo Raya jikalau tetap diundang oleh penyelenggara dan siap membawa beberapa pemain senior Persipura,”sambungnya.

            Kepada seluruh pemain yang berkompetisi, lanjut Boas,  hal paling penting adalah sepakbola adalah utama junjung sportivitas yang tinggi. “fair play” apapun putusan wasit  itu harus dihormati.

“Tadi pak Bupati sudah sampaikan agar jangan sampai timbul perselisihan dalam pertandingan. Jadi jangan kita stop laga karena kekacauan. Kalian punya kemampuan. Hargai putusan wasit, ingat hanya kapten yang bisa protes. Bisa lihat saat Persipura main, kalau ada protes hanya kapten yang bisa sampaikan ke wasit. Protes juga harus dengan baik,”terang Boas.

            “Kalau final kami berharap bisa hadir bersama beberapa pemain Persipura. Pemain terbaik saya akan berikan sepatu, jika tak ada halangan saya akan datang ke sini saat final,” tandas Boas Solosa menambahkan.

            Sekadar diketahui, selama pertandingan berlangsung, ada dua  lapangan yang digunakan yakni lapangan Tunas Muda Burmeso dan Lapangan Kasonaweja.(itb/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: