458 Bintara Polri Dilantik di SPN Polda Papua

By

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri saat memberikan buket bunga kepada salah satu Bintara Polri yang kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, Rabu (21/12). (FOTO: Elfira/Cepos)

Khusus Polda Papua akan Digeser Memperkuat Calon Polda Baru

JAYAPURA-Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua melantik  458 orang Bintara Polri gelombang II,  diantaranya dari Polda Papua sebanyak 262 dan Polda Papua Barat sebanyak 196 orang, di Lapangan Rastra Samara SPN Polda Papua, Rabu (21/12).

  Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, dengan rangkaian upacara penutupan dan pelantikan tersebut, memulai dengan tugas tugas mulia untuk pengabdian selaku anggota Polri di tanah Papua.

  “Sebanyak 458 orang Bintara Polri ini akan memperkuat wilayahnya masing masing, yang dari Papua Barat memperkuat Polda Papua Barat, sementara yang ada di Polda Papua sebagaimana telah hadir provinsi baru maka akan kita geser untuk memperkuat polres polres calon Polda baru nantinya,” ujar Kapolda usai pelantikan.

  Kapolda berharap, apa yang merupakan penekanan dari Kapolri melalui Kalemdiklat menjadi pegangan penting bagi Bintara Polri dalam pengabdian nyata di tengah tengah masyarakat khsusunya di tanah Papua.

  “Beberapa poin penting yang diingatkan, yakni memperbaiki, meningkatkan kepercayaan kepada Polri yang sudah merosot akibat beberapa kejadian yang menyerang institusi Polri,” pintanya.

  Kapolda juga mengingatkan para Bintara Polri harus menjadi pelayan dan pelindung di Papua, menjadi Polri yang mempunyai ciri khas ketika bertugas di tanah Papua. “Kita berharap mereka mempunyai ciri khas bagaimana pelayanan yang baik dan prima membangun komunikasi interaksi aktif supaya mengajak masyarakat menjadi bagian dalam menjaga situasi keamanan di masing masing Polda Papua dan Papua Barat,” tuturnya.

  Bintara Polri yang baru dilantik juga diharapkan langsung bekerja, karena sudah dibekali dengan ilmu pengetahuan dan pelatihan pelatihan teknis dasar Kepolisian. “Harapan saya mereka bisa mengambil kepercayaan masyarakat, juga mengingatkan kepada orang tua karena anaknya sudah menjadi anggota Polri maka harus diikhlaskan ketika bertugas di pelosok Papua sekalipun. Sebab yang dibutuhkan adalah pengabdian nyatanya, biarlah mereka bekerja supaya bisa menjadi anggota Polri yang baik dan bisa dicontohi oleh adik adiknya dalam melayani masyarakat di tanah Papua,” jelas Kapolda.

  Sementara itu, Kalemdilklat Polri, Komjen Pol Ricko Amelza Dahniel dalam amanatnya yang dibacakan Kapolda Papua, menyampaikan selamat kepada para Bintara Remaja yang dilantik menjadi anggota Polri.

  “Penutupan pendidikan ini bukan akhir dari perjalanan, akan tetapi awal dari pengabdian kepada masyarakat dan bangsa indonesia dengan berbagai tantangannya,” ucap Kapolda Papua.

  Lanjut, Kapolda mengatakan hakekat pendidikan dalam membentuk anggota Polri bukan saja memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan, namun lebih dari itu yang utama dan pertama adalah membentuk anggota Polri yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhannya dan memiliki akhlak yang mulia. karena sesungguhnya pendidikan itu untuk memuliakan manusia.

  Ia meminta personel Polri harus mampu beradaptasi dan terus belajar meningkatkan kemampuannya. Juga meminta para personil dapat memegang teguh, serta mengamalkan nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap langkah pengabdian sebagai Insan Bhayangkara.

  Kalemdiklat juga meminta untuk selalu menjaga nama baik Polri serta Panji Tribrata. Juga diharapkan agar para personel selalu membangun komunikasi positif dan santun dengan masyarakat serta perkuat sinergitas dengan TNI maupun Pemerintah Daerah, serta seluruh komponen bangsa untuk pemeliharaan Kamtibmas yang kondusif.

  “Yang perlu diingat adalah jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat saat bertugas dan tidak melakukan pelanggaran disiplin apalagi pelanggaran pidana,” tegasnya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: