Beranda Merauke Hari Ini 5.000 Umat Bakal Hadir, Selebran Utama Uskup Mandagi

5.000 Umat Bakal Hadir, Selebran Utama Uskup Mandagi

0
Areal Patung Hati Kudus Yesus Bandara Mopah Merauke  kemarin.  ( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE-Hari ini, Kamis   14 Agustus  2019, tepat 114  tahun Injil ditaburkan  di bagian Selatan Papua melalui  para misionaris Katolik yang datang dari Negeri Belanda. Dalam  rangka  itu,  maka  digelar misa syukur  yang dipusatkan  di Patung Hati Kudus Yesus.  

    Ketua Panitia  Perayaan 114 Tahun Misi Katolik di Selatan Papua  Hasan Wira Sanjaya  ditemui media ini disela-sela persiapan   tersebut mengungkapkan, bahwa misa syukur ini akan dihadiri   oleh Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius  Mandagi, MSC,   yang diangkat Vatikan sebagai  Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke (Kame) dan Uskup   Bandung Mgr Anton Subianto Bunjamin, O.S.C.   

‘’Namun yang akan menjadi selebran  utama dalam misa syukur  ini adalah Uskup Petrus Canisius Mandagi sebagai administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke,’’ kata   Hasan  Wira Sanjaya. 

    Hasan   menjelaskan, misa   diawali dengan  perarakan  umat dari masing-masing  paroki atau stasi menuju  Patung Hati Kudus  Yesus di areal Bandara Mopah Merauke.

   ‘’Umat yang hadir mengikuti misa ini   diperkirakaan antara 3.000-5.000 umat,’’ katanya.  

   Dijelaskan, tema perayaan  misi Katolik masuk ke Selatan Papua  kali ini adalah umat Katolik  Keuskupan Agung Merauke proaktif menjawab tantangan zaman dengan  sub tema, melalui perayaan 114 tahun  Agama Katolik di Selatan Papua kita tingkatkan  hidup menggereja dalam persaudaraan  menuju   keluarga yang sejahtera. 

    Menurut Hasan  Wira Sanjaya  melalui  perayaan 114 tahun misi Katolik  di Papua Selatan, umat  diharapkan  saling menguatkan dalam  satu kesatuan umat gereja  menghadapi  bersama tantangan-tangan zaman, apapun itu. Baik di dalam perjalanan pelayanan pastoral gereja, maupun mengisi kebaikan yang sudah didapatkan atas     apa yang sudah diwartawan 114 tahun lalu.  

‘’Karena apa yang kita hadapi sekarang   banyak peristiwa-peristiwa mulai dari peristiwa politik. Kita sudah memilih pemimpin, ada perbedaan pendapat dan ada situasi  diantara kita  sendiri kita satukan dan rapatkan  kembali. Dalam sisi hirarki gereja,     ada satu pergantian atau hal baru,  kita harus tetap satu  kesatuan tubuh umat Allah,’’ tambahnya. (ulo/tri)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here