52 Atlet Ikut Seleksi Cabor PPLP

By

JAYAPURA – Sebanyak 52 atlet dari berbagai daerah di Papua mengikuti seleksi empat cabang olahraga PPLP (APBN) yang dilaksanakan oleh Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, di Stadion Mahacandra Uncen, Kota Jayapura, Jumat (10/9).

Seleksi yang dijadwalkan selama dua hari (10-11 September) hanya diperuntukan bagi cabang olahraga PPLP yang dibiayai oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, seperti cabang olahraga Atletik, Sepakbola, Tinju dan Dayung.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Disorda Papua, Timotius Matuan menjelaskan bahwa dari 52 atlet yang ikut seleksi, 16 atlet diantaranya khusus Cabor Atletik, Sepakbola 22 atlet, Dayung 10 atlet dan Tinju 4 atlet.

“Kita seleksi ini sesuai dengan data kami Disorda Papua, 2019 dan 2020 kami pernah turun ke Kabupaten/Kota, setelah itu kami ambil data atlet. Dan atlet ini ada dari daerah, Kota/kabupaten Jayapura, Biak, Wamena, Merauke, Mimika dan Serui,” ungkap Timotius kepada Cenderawasih Pos saat saat ditemui di sela-sela seleksi di Stadion Mahacandra Uncen, Jayapura, Jumat (10/9).

Menurut Matuan, khusus atlet dari luar kabupaten/kota Jayapura, seluruh biaya transportasi dibiayai oleh Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua.

“Bagi yang lolos seleksi kami akan urus administrasinya dan kami akan kasih pindah mereka masuk ke siswa PPLP. Mereka yang ikut seleksi ini yang kelahiran 2006,”

Ia juga membeberkan, bahwa seiring berjalannya waktu, mereka tetap menerapkan promosi degradasi. Kata Matuan, mereka tidak akan segan-segan mengeluarkan atlet yang dianggap tidak menunjukan perkembangan, termasuk memiliki perilaku yang kurang baik.

“Kami tetap terapkan promosi degradasi, karena kita cari atlet PPLP untuk juara,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih, Saharuddin Ita sangat menyayangkan minimnya peminat para atlet muda untuk mengikuti seleksi tersebut.

“Tadi saya cek ada Cabor yang minim pengikutnya, seperti Tinju, dan saya kurang tahu dan saya sampaikan bahwa kita Papua ini suka berkelahi tapi disuruh masuk ke Cabor Tinju kurang, apakah sosialisasinya yang kurang,” beber Saharuddin.

“Seleksi seperti ini harusnya pelatih dari cabang olahraga lain harus memantau juga. Karena kalau seorang pelatih sudah pasti dia akan tahu ciri-ciri para atlet muda ini cocoknya di Cabor mana. Harusnya seleksi ini dimanfaatkan,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: