Ada 10 Korban Sodomi, Tapi Tidak Mau Jadi Saksi

By

MERAUKE- Kasus cabul yang dilakukan oleh seorang oknum tokoh agama di Merauke  berinisial AN ternyata tidak hanya terhadap ML, namun ada sekitar 10 orang lainnya yang menjadi korban  cabul maupun sodomi dari pelaku AN tersebut. 

   ‘’Kalau korbannya  sudah kita dapat 10 nama. Cuma korban-korbannya ini tidak mau menjadi saksi,’’ kata Kapolres Merauke AKBP  Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos, SIK,  Selasa (13/7) kemarin.

   Meski   tidak mau menjadi saksi dalam kasus yang sudah dilaporkan oleh korbannya ML, namun menurut Kasat Reskrim, para korban tersebut mengakui pernah di sodomi maupun dicabuli oleh pelaku. “Rata-rata korbannya ini ada di Kumbe,” tandasnya. 

  Pelaku lanjut Kasat Reskrim,  segaja  memelihara para korban tersebut dengan maksud tertentu. Termasuk  korban ML yang sejak umur 13  tahun dibawa oleh pelaku untuk sama-sama.  ML  sendiri, jelas Kasat Reskrim merupakan pelaku  persetubuhan terhadap anak di bawah umur.  Dia kabur bersama dengan 8 tahanan Polres Merauke lainnya. Saat kabur itu, pelaku melindungi dia.  

   “Sebelum ditangkap, oknum tokoh agama ini ternyata menyembunyikan dan memanfaatkan korban dengan melakukan perbuatan cabul,” katanya.  

  Terkait dengan itu, Kasat Reskrim  meminta dukungan masyarakat  untuk segera melaporkan jika ada kasus-kasus  persetubuhan terhadap anak, termasuk kasus kasus cabul dan sodomi. “Jangan dibiarkan. Karena dia  seperti “virus” yang akan menyebarkan kepada yang lainnya. Karena ketika  besar, dia akan menyebarkan virus itu kepada lainnya dan itu sangat berbahaya,” tandasnya. 

   Ditambahkan bahwa kasus sodomi atau cabul  yang dilakukan oleh pelaku AN tersebut bukanlah penyakit, namun disorientasi seks.  “Orang ini bisa melakukan disorientasi seks  seperti itu karena lingkungan atau karena  pernah menjadi korban sebelumnya,” tandasnya. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: