Ada Jembatan Panjang Hingga Arum Jeram

By

Melihat Spot Wisata Kampung Yokiwa dan Kampung Puay

Spot wisata di Kampung Puay dan Yokiwa menyimpan banyak potensi yang bisa dijadikan satu alternatif saat liburan. Jembatan sepanjang 300 meter, hingga tempat olahraga arum jeram merupakan sebagian dari sejumlah potensi yang ada di daerah itu.

Apa saja keunikannya ketika anda memilih berakhir pekan di Kampung Puay dan Yokiwa?

Laporan: Robert Mboik

Kampung Puay  dan Kampung Yokiwa merupakan dua kampung yang ada di bagian Selatan Kabupaten Jayapura. Secara administrasi, Kampung Puay dan Yokiwa masuk dalam wilayah Distrik Sentani Timur. Dua kampung itu memang tidak terlalu asing di telinga masyarakat. Selain karena potensi dan panoramanya yang sudah cukup terkenal, jangan lupa Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw berasal dari Kampung Yokiwa.

Menyusuri spot wisata yang ada di dua kampung itu, sesungguhnya tidak terlalu sulit.  Karena ada akses menggunakan jalan darat melalui daerah Yoka di wilayah Kota Jayapura.  Kemudian  bisa juga melalui jalur danau Sentani, menggunakan speed boat. Jika dilihat, kedua akses ini, sama-sama tidak terlalu memakan waktu yang lama.  Namun sebagian besar orang memang lebih memilih melalui jalur danau ketimbang jalur darat, karena selain menikmati pemandangan sepanjang perjalanan di danau, juga karena alasan jalan dari Yoka menuju Kampung Puay dan Kampung Yokiwa ini belum diperbaiki.

Terlepas dari itu semua, tentunya persoalan jalan ini seolah akan dilupakan ketika misinya hanya ingin menikmati  waktu liburan.  Secara umum, Yokiwa dan Puay masih tergolong nyaman untuk menikmati liburan bersama keluarga. Cuacanya sedikit dingin kalau sore menjelang. Selain itu, ada sejumlah tempat yang bisa dinikmati selama berlibur di sana. Mulai dari jembatan panjang atau lazimnya disebut traking sejauh 300 meter di pinggir sungai. Sudah pasti tidak bakalan menyesal kalau kita mengabadikan moment berlatar panorama alam yang masih cantik dan terpelihara baik. Ada juga spot arum jeram, di sepajng kali atau sungai Jaifuri.

Masyarakat Puay dan Yokiwa juga sangat ramah, untuk urusan makan dan  minum. Mereka sudah menyediakan menu khas ala anak danau. Mulai dari papeda, papeda bungkus dan pastinya dilengkapi ikan mujair atau ikan gabus khas danau Sentani.

Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, membangun traking sepanjang 300 meter yang membentang  di sisi sungai itu. Mereka juga membangun jembatan kayu yang menghubungkan dua sisi daratan. Kebetulan dua kampung ini dipisahkan oleh aliran sungai itu. Sehingga kehadiran jembatan kayu ini sangat menambah indahnya suasana alam di sana. Perlu diketahui, sungai Jaifuri ini menjadi satu-satunya sungai yang mengalir dari danau Sentani ke laut. Keberadaan sungai ini sangat eksotis hadir dengan alirannya yang tenang dan  tidak dalam. Bagian kiri dan kanan jalur air ini ditumbuhi rimbunan pohon sagu  yang sangat hijau, yang sudah pasti sangat memanjakan mata. Kesan tenang, teduh dan indah sudah pasti. Keindahan alami yang sudah terbentuk inilah yang kemudian membuat Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua, menata kembali kawasan itu dari sektor lingkungannya. Membangun traking sepanjag 300an meter dan menara yang semuanya dari bahan Kayu. Kebijakan itu tentunya bukan asal buat. Ini semata mata untuk menarik wisatawan ke tempat itu.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua, Yan Yap Ormuseray mengatakan, program itu sesungguhnya untuk mendorong ekowisata dapat  berkembang di daerah itu, sehingga kedepannya, ekonomi masyarakat lokal tumbuh, berkembang dan mampu memberikan pendapatan secara ekonomi. Dia mengakui, bertepatan dengan PON nanti, kawasan itu akan dijadikan sebagai salah satu spot wisata andalan di Kabupaten Jayapura. Namun tentunya bukan itu tujuan utamanya.

“Tapi itu bukan tujuan utama kami membangun dan menata tempat ini. Mungkin itu jangka pendeknya, tapi jangka panjangnya saya ingin, masyarakat di sini bisa memanfaatkan, mengelola potensi yang ada ini untuk meningkatkan ekonomi mereka, ” ujar Yan Yap Ormuseray ketika berkunjung ketempat itu, Rabu (11/8).

Yan juga menyebut, menata tempat itu memang butuh kerja sama antara seluruh instansi terkait. Mulai dari jalanya dan beberapa fasilitas pendukung lainya yang dibutuhkan oleh masyarakat dan pengunjung. Pemerintah sifatnya hanya mensuport dan memberi dukungan penuh, agar potensi ini dimaksimalkan. (*)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: