Akan Lebih Merepotkan Masyarakat, dan Kurang Efektif

By

Anggota Satlantas saat mengatur lalin penerapan ganjil genap di SIP, Senin (16/8) malam. (FOTO: Elfira/Cepos)

Ragam Tanggapan Soal Pemberlakukan Ganji Genap di Kota Jayapura

Pelaksanaan uji coba ganjil genap di beberapa titik di Kota Jayapura menimbulkan pro dan kontra, namun hampir semua warga Kota Jayapura menilai Kota Jayapura belum saatnya menerapkan kebijakan seperti di Jakarta, bagaimana tanggapan masyarakat dan pihak kepolisian?

Laporan – Elfira

Ragam komentar dari warga dengan pemberlakuan uji coba ganjil genap di beberapa titik di Kota Jayapura yang dilakukan oleh Satuan Lalulintas Polda Papua. Ada yang sependapat dengan penerapan tersebut, namun ada juga yang merasa keberatan.

 Sebelumnya, perdana pemberlakuan uji coba ganjil genap di Kota Jayapura dilakukan Satuan Lalulintas Polresta Jayapura Kota di sepanjang jalan Ahmad Yani, Senin (16/8) malam. lama uji coba yang dilakukan dua jam, terlihat tak ada protes dari pengguna kendaraan. Setiap pengendara diarahkan pada jalur yang sudah diatur oleh tim gabungan yang ada di lapangan.

 Traffic Conepun  diletakkan di sepanjang jalan untuk memudahkan para pengendara yang memiliki plat nomor polisi genap ataupun ganjil.

 Direktur LBH Apik Jayapura Nona Dwila menyampaikan, penerapan ganjil genap perlu ditinjau ulang. Sebab, Papua khususnya Kota Jayapura tak boleh disamakan dengan jakarta. Sebagian warga di kota ini tak memiliki kendaraan lebih dari satu.

 “Menurut saya, penerapan ini banyak merugikan kita sebagai pengguna jalan. Contoh saya tidak memiliki kendaraan lebih dari satu, saya hanya punya mobil dengan nomor genap. Ketika saya harus pergi ke kantor saya harus melalui jalan yang diberlakukan penerapan ganjil dan bagaimana caranya untuk saya menghindari itu, ini repot bagi saya,” kesalnya.

 Dalam pandangan Nona, pemberlakuan ganjil genap di Kota Jayaura belum pas. Dianggap merepotkan pengguna jalan, terkecuali bagi mereka yang memiliki kendaraan lebih dari satu yang bisa digunakan untuk bertukar.

“Ribet kalau kita punya tujuan ke satu tempat yang memang ada di jalur genap namun kita menggunakan kendaraan ganjil terus kita disuruh putar lagi, padahal kebutuhan kita ada di jalur genap sehingga ini membuat repot,” tuturnya.

 Pandangan perempuan yang aktif mengadvokasi hak hak perempuan dan anak ini, mengurai kemacetan di Kota Jayapura berbeda dengan mengurai kemacetan yang ada di jakarta. Sehingga penerapan ganjil genap dianggap belum efektif dan hanya merugikan pengendara dan perlu ditelaah pemberlakuan ini.

 “Memang saat penerapan ganjil genap di jalan raya terlihat rapi dan bagus, tidak terjadi penumpukan kendaraan. Hanya saja, saya sebagai orang yang tidak memiliki kendaraan lebih dari satu berpikir bahwa ini repot,” cetusnya.

 Sementara itu, Arsitek di Kota Jayapura dan Pemuda Penggerak Perubahan Fredy mengaku sebagai warga Kota Jayapura mengapresiasi pemerintah atas usahanya dalam proses penanganan Covid-19 di Kota Jayapura, salah satu yang sedang coba untuk diterapkan ialah pemperlakukan ganjil genap kendaraaan di beberapa titik yang sudah ditentukan

 Hal ini membuat masyarakat kaget dikarenakan sebuah program baru dan belum terbiasa, beberapa alasan yang ada ialah aksesbilitas di Kota Jayapura merupakan area bisnis dan perkantoran, dan aksesnya terbatas, jika kita bandingan dengan kota besar lainnya aksesnya cukup banyak dan bisa tersebar, sehingga tidak menimbulkan kepadatan.

 Selain itu, transportasi umum belum memadai dan jika semua beralih ke transportasi umum saat tidak menggunakan kendaraan pribadinya maka bisa terjadi penumpukan atau ditakutkan terdapat klaster baru.

 “Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16-31 agustus sebagai langkah simulasi, tapi alangkah baiknya simulasi bisa bertahapan dan tidak menggunakan waktu yang cukup lama sehingga bisa dievaluasi,” ucap pemuda yang juga aktif menjadi volunteer ini.

 Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota AKP Viky Pandu menyampaikan penerapan ganjil genap merupakan arahan dari pimpinan. Pihaknya hanya melaksanakan perintah di lapangan. “Soal beragam tanggapan warga terkait penerapan ganjil genap merupakan hal yang biasa,  lagian inikan sifatnya masih tahap uji coba efektif atau tidak. Apabila nanti dipandang ganjil  genap kurang efektif maka bisa dievaluasi,” terangnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: