Akan Terus Promosikan Potensi wisata Kota Jayapura

By

Bincang-bincang dengan Lovery Berhitu dan Fransina Hanasbey Pemenang Tan Monj Port Numbay 2021

Tan Monj Port Numbay menjadi ajang pemilihan putra – putri pariwisata Kota Jayapura yang telah dilakukan sejak 2012 silam. Tahun ini, Tan Monj Port Numbay dilakukan di tengah pandemi Covid 19. Lantas Apa yang akan dilakukan setelah memenangi Tan Monj Port Numbai 2021?

Laporan: Gratianus Silas

Tiba-tiba jadi senyap. Hanya jantung yang terdengar berdetak kencang. Ditambah ruangan yang gelap. Hanya ada 3 lampu sorot saja yang menyala di atas panggung. Yang satu menyorot MC, dan dua lainnya ke sana kemari. Puluhan pasang mata di ruangan itu terarah ke atas panggung. Menunggu MC membacakan isi dari secarik kertas mungil yang dipegangnya erat-erat.

Tak hanya penonton, perasaan para peserta di atas panggung pun campur aduk. Gugup, cemas, hingga tegang mungkin hanya sedikit dari ekspresi yang nampak. Sampai tiba saatnya dua lampu sorot yang tak bisa tenang tadi itu menyorot sepasang muda-mudi. “Adalah Lovery Berhitu dan Fransina Hanasbey yang terpilih menjadi Tan dan Monj Port Numbay 2021!,”  dengan lantang dibacakan MC, yang tak lama disusul teriakan dan tepuk tangan meriah dari para undangan yang hadir di ruangan tersebut.

Dari atas panggung, Lovery tak bisa membendung kebahagiaannya. Meski terhalang face-shield, senyum lebar Lovery bersinar persis aktor iklan pasta gigi di televisi. “Secara pribadi saya senang sekali. Bersyukur sekali karena ini sudah jadi mimpi saya sejak awal. Saya ingin menjadi Tan Port Numbay untuk bisa menjadi panutan bagi teman-teman generasi emas Papua,” ungkap Lovery Berhitu.

Pemuda kelahiran Port Numbay itu melihat banyak dari generasi muda yang sebaya bahkan di bawah usianya yang tidak menghargai dan mencintai asal daerah mereka.

“Walaupun saya bukan orang asli Port Numbay, tapi saya bangga dan memiliki keinginan yang kuat untuk mengedukasi, and showing the world that I love Port Numbay. Saya cinta Port Numbay,” tekan pemuda kelahiran 7 Maret ’97 itu.

Cerita perjalanan Lovery dalam seleksi Tan Monj Port Numbay 2021 dimulai dari tahapan wawancara hingga tes tertulis. Dengan tiga juri penilai, pengetahuan dan kemampuan pariwisata, kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin, hingga kemampuan public speaking atau berbiara di depan umum, merupakan tahapan yang harus dilalui.

“Tidak sampai di situ, melainkan dalam 3 hari karantina, kami diberikan banyak materi bermanfaat yang berkaitan dengan isu-isu yang terjadi di masyarakat, seperti Narkoba, HIV-AIDS, hingga pariwisata itu sendiri,” kisahnya.

Banyak tantangan yang dihadapi Lovery. Diakuinya bahwa tantangan pertama ialah pelaksanaan kegiatan di tengah pandemi Covid 19, yang mana protokol kesehatan diterapkan secara ketat menjadi kewajiban yang harus dipenuhi.

“Kemudian, tempat tinggal saya jauh dari lokasi kegiatan sehingga setiap hari saya harus bangun pukul 5 subuh dan berangkat ke lokasi kegiatan. Itu membutuhkan waktu dan energi. Tapi tanpa motivasi dan keinginan yang kuat, pasti tidak akan membuahkan hasil. Namun, ini semua membuahkan hasil,” ungkapnya.

“Saya juga mengapresiasi teman-teman di sini, para finalis, sebab kita semua saling membantu, dan secara personal, saya sendiri merasa sangat terbantu dengan teman-teman di sini. Saya bangga berada di Tan Monj Port Numbay 2021,” sambungnya.

Kebanggaan yang sama diungkapkan Fransina Hanasbey. Bedanya dengan Lovery, Fransina merupakan putri asli Enggros yang berhasil keluar sebagai Monj Port Numbay 2021. Hal inilah yang menambah kebanggaannya mengenakan Mahkota Monj Port Numbay.

“Dengan menjadi Monj Port Numbay 2021, saya ingin terus mempromosikan destinasi wisata dan meningkatkan potensi wisata di Kota Jayapura,” terang pemuda kelahiran 2 Februari ’99 ini.

Menurut Fransina, ajang Tan Monj Port  Numbay 2021 telah memberikannya banyak pengetahuan dan pengalaman. Tidak heran jikalau sejak awal, dirinya sudah sangat termotivasi untuk ikut ajang tahunan ini, sebab dipastikan banyak ilmu dan pengalaman yang bakal ia dapatkan.

“Dengan pengalaman yang baru ini, saya merasa mampu untuk mengembangkannya lagi, sehingga kemampuan ini dapat berguna di masyarakat. Kita terpilih karena didikan, motivasi, semangat, dan saran, serta masukan untuk menjadi lebih baik. Apalagi sampai bisa mengenakan mahkota Monj Port Numbay ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya sebagai seorang perempuan Port Numbay dari Kampung Enggros,” kisah perempuan kelahiran Jayapura tersebut.*

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: