Akhirnya Jaringan Internet di Merauke Kembali Normal

By

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, Ketua DPRD Merauke, Ir. Drs Benjamin Latumahina, dan pihak Telkom  saat memberikan keterangan pers di Merauke,  Senin (30/5), kemarin. (foto: Sulo/Cepos ) 

Kapal Diwarning Tidak Buang Jangkar di Lintasan Kabel Optik 

MERAUKE- Setelah mengalami gangguan selama 2 bulan penuh, akhirnya sambungan internet di Merauke pulih kembali setelah kabel optik yang putus tersebut tersambung kembali  sejak Minggu (29/5) sekitar pukul 19.30 WIT. 

Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT, Ketua DPR Kabupaten Merauke Ir. Drs Benjamin Latumahina dan General Manager Telkom Wilayah Papua seusai melakukan pertemuan menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Merauke atas kesabaran dan dukungan dalam proses perbaikan kembali kabel optik yang putus karena kena jangkar kapal. 

‘’Jadi orang Merauke ini luar biasa. Mereka betul-betuk sabar menanti dan semua berjalan dengan baik. Masyarakat mau memahami apa yang kami sampaikan. Sekali  lagi terima kasih  atas kesabarannya dan puji Tuhan, alhamdulillah, kemarin penyambungan sudah selesai dan kita bisa kembali menikmati sambungan internet di Merauke dengan baik,’’ kata Bupati  Romanus Mbaraka, kepada wartawan.

Bupati menjelaskan, secara teknis  sesungguhnya  kabel yang dibuat oleh Telkom sudah dikomunikasikan dengan lintas institusi, khususnya institusi yang berwenang dalam pengamanan wilayah  laut Indonesia. Tapi, ada hal-hal lain yang tidak bisa dikomunikasikan dengan seluruh institusi  termasuk security pengamana kabel optik ini sendiri. 

“Kita coba diskusi bagaimana peran para kepala daerah,  misalnya apakah dengan memberikan warning besok kepada armada. Misalnya  kapal penangkap ikan atau mereka yang menggunakan laut sebagai jembatan lalu lintas. Jadi kita akan berikan warning keras kepada  semua teman yang selalu melintas di perairan Arafura agar hati-hati  dalam melakukan  aktivitas di laut,’’ jelasnya. 

Nantinya, kata bupati Romanus Mbaraka, dirinya akan memberikan surat  kepada semua kapal dan pelabuhan misalnya  KSOP untuk diberitahukan bahwa ketika ada jangkar yang tidak bisa lagi ditarik  oleh mesin sebaiknya diputusin. ‘’Jangan dipaksa karena di  laut Arafura  tidak mungkin  ada karang yag keras. Kita harapkan tidak ada yang melanggar lagi,’’ jelasnya.

Diketahui, pada 2018 lalu, Merauke sempat mengalami gangguan internet 2 kali yang disebabkan oleh kabel optik tersebut putus di  sekitar TKP yang ada sekarang ini. Dari informasi  yang diperoleh media ini, bahwa di sekitar kabel yang sering putus  akibat jangkar kapal itu merupakan tempat berkumpulnya ikan banyak, sehingga puluhan bahkan ratusan kapal membuang jangkar untuk menangkap ikan. (ulo/tho)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: