Aksi KST Upaya Menghambat Peningkatan SDM di Papua

By

Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring

JAYAPURA-Menanggapi aksi tak terpuji yang dilakukan oleh Kelompok bersenjata yakni membakaran Gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, pada senin (9/1).

Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring mengecam keras tindakan tersebut, lantaran menurut dia, apa yang dilakukan oleh kelompok yang disebutnya sebagai Kelompok  Separatis Teroris (KST) tersebut bagian dari upaya untuk menghambat peningkatan kualitas SDM di Papua. Padahal lanjut Danrem pendidikan merupakan salah ujung tombak, peningkatan kualitas SDM bagi generasi muda Papua untuk maju.

 “Bagaimana generasi muda Papua bisa maju dan cerdas bila tempat mereka menimba ilmu dibakar oleh pihak yang tidak suka melihat pemuda ikut membangun Papua, langkah yang dilakukan oleh KST ini bagian dari upaya untuk menghamvat pengingkatan SDM di Papua,” ujar Danrem, senin, (9/1).

Danrem mengatakan anak anak muda Papua, sebagai generasi penerus bangsa tentunya harus mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan yang sama. Sebab Papua bisa maju dan lebih baik tidak terlepas dari peran aktif dan partisipasi dari generasi penerusnya kelak.

Sehingga iapun menghimbau kepada para tokoh adat, toko agama dapat berperan aktif membantu menyerukan kepada KST agar hal serupa tidak terulang. 

“Saya menghimbau kepada para tokoh adat dan tokoh agama dapat berperan aktif dan menyerukan kepada pihak KST yang merusak dan membakar fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya untuk segera menghentikan aksinya. Sebab hal ini justru menghambat pembangunan di tanqh Papua,” imbuhnya.

JO Sembiring menyebut aksi pembakaran sekolah ini diduga dilakukan oleh KST kelompok Nason Mimin. “Saat ini aparat TNI-Polri sudah berada dilokasi dan berupaya untuk menutup jalur-jalur utama mereka,” katanya.
Ia pun menilai langkah dari KST ini bagian dari upaya untuk memancing aparat kemamanan.

“Mereka terus memancing kita untuk masuk ke mereka. Namun saya sudah memberikan arahan kepada pasukan untuk mengambil langkah langkah taktis yang diperlukan untuk mereduksi aksi mereka. Dan saya memerintahkan untuk tetap siaga,” ujar J.O. Sembiring.

Jendral Bintang 2 itu menyampaikan  pasca terjadinya beberapa kejadian seperti kontak tembak antara aparat keamanan TNI-Polri dengan pihak KST, Pembakaran SMKN 1 Oksibil dan penembakan pesawat, berdampak pada lumpuhnya perekonomian dan fasilitas umum seperti Bank, Rumah Sakit, Bandara dan kios-kios milik masyarakat sementara tutup.

“Karena merasa terancam dengan rentetan kejadian tersebut, maka masyarakat lebih memilih mengamankan diri sementara di tempat yang terdapat aparat keamanan seperti Makoramil 1715-01/Oksibil dan Masjid An-Nur Oksibil,” ujarnya. (rel) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: