Anggota yang Salah Tak Akan Dilindungi

By
PENGHORMATAN: Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw bersama  Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M., M.Tr.(Han),  dan pejabat lainnya memberikan penghormatan terakhir kepada tiga jenazah anggota Polri yang gugur di Mamberamo Raya sebelum diterbangkan ke Merauke, dari Base Ops Lanud Silas Papare, Senin (13/4). (FOTO: Robert Mboik/Cepos)

Tiga Jenazah Anggota Polri Korban Penembakan Tiba di Merauke 

JAYAPURA-Gugurnya  tiga anggota Polres Mambramo Raya yang menjadi korban penembakan oknum anggota TNI di Kasonaweja,  Kabupaten Mamberamo Raya, Minggu (12/4), mendapat  Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab.

 Dalam pernyataan yang disampaikan di Base Ops Lanud Silas Papare sesaat sebelum melepas kepergian tiga jenazah tersebut ke Merauke,  Pangdam Herman Asaribab menegaskan akan tetap melakukan penindakan hukum secara tegas terhadap  para pelaku yang terlibat di dalam peristiwa tersebut. 

Kendati demikian untuk penangananya tetap berdasarkan hasil investigasi dan diserahkan ke masing-masing institusi terkait.

“Penindakan hukum tetap berjalan,  kami dengan Kapolda sudah mengirimkan tim investigasi gabungan yang saat ini sudah berada di Kasonaweja Kabupaten Mamberamo Raya. Selanjutnya hasil dari investigasi itu nanti dari masing-masing institusi akan melaksanakan penegakan hukum berdasarkan keterlibatan para pelaku yang melakukan tindakan di lapangan,” tegasnya.

Kemarin (13/4), Pangdam Herman Asaribab bersama Kapolda Irjen Pol. Paulus Waterpauw usai melepas tiga jenazah anggota Polri yang menjadi korban penembakan, langsung terbang ke Mamberamo Raya.

Di hadapan anggota Pos Satgas Yonif 754. Pangdam Herman Hasaribab menegaskan tidak akan melindungi anggota yang salah. “Saya tegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan bagi kalian yang berbuat pelanggaran,” tegas Pangdam.

Terkait dengan insiden ini, Pangdam akan mengevaluasi unsur pimpinan pos yang kurang mampu berkoordinasi dengan baik dengan institusi kepolisian. “Ini tidak boleh terjadi lagi. Semua anggota TNI di wilayah harus saling mengenal dengan rekan dari Kepolisian. Bila kalian saling mengenal, maka persoalan di lapangan akan cepat terselesaikan,” ucapnya.

Pangdam mengingatkan agar prajurit yang bertugas di wilayah untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di tempat mereka bertugas. 

Dirinya meminta agar anggota memahami kearifan lokal masyarakat dan menjadikan bupati sertatokoh-tokoh masyarakat setempat sebagai orang tua. Hal ini agar anggota tidak salah melangkah saat melaksanakan tugas.

“Dengan kejadian ini tetap kami lakukan dengan proses aturan yang berlaku. Kita sama-sama instropeksi untuk meminta maaf kepada jajaran Kepolisian. Karena itu bagian dari sinergis kita dalam menciptakan keamanan di Mamberamo Raya,” tuturnya.

Ini akan menjadi evaluasi bersama menurut Pangdam. “Besok kalian akan melaksanakan tugas di tempat lain namun proses penyidikan tetap berjalan. Kedepan menjadi evaluasi kita bersama dalam melaksanakan tugas dan terus jalin komunikasi yang baik dengan instansi dan masyarakat,’ tambahnya. 

Saat melepas tiga jenazah korban penembakan, Pangdam Herman Asaribab juga menyampaikan permohonan maaf  kepada Kapolri, Kapolda Papua dan seluruh jajarannya atas insiden berdarah tersebut.
“Saya mewakili Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangkogabwilhan III, beserta seluruh jajaran TNI yang berada di Papua ini.  Pertama menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri, Kapolda dan seluruh jajaran Kepolisian juga yang ada di Polda Papua,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya  tiga korban yang merupakan anggotanya. 

Mantan Kapolda Sumatera Utara ini sempat meneteskan air mata saat memberikan pernyataannya. Dia meminta kepada keluarga korban untuk tetap tabah menerima kenyataan ini.
“Harapan saya segala sesuatu yang berkaitan dengan proses (hukum), kami serahkan sepenuhnya kepada Pangdam XVII Cenderawasih,” ujarnya.

Kapolda Paulus Waterpauw yang kemarin berada di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, bersama Pangdam mengunjungi Pos Brimob dan memberikan arahan kepada personel Polres Mamberamo Raya dan Kodim. 

Sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat yang ada di wilayah Papua khususnya di Kabupaten Mamberamo Raya, pihaknya sudah mengambil langkah cepat bersama Pangdam dan seluruh jajaran dibantu dengan Kabinda dan Bupati Mamberamo Raya.

“Atas kejadian kemarin, kami sudah melakukan tindakan-tindakan terutama proses evakuasi korban luka maupun korban meninggal dunia yang sampai saat ini sudah ditangani baik di rumah sakit maupun dibawa ke rumah duka di Merauke dan Mappi,” ucap Kapolda.

Kehadirannya di Mamberamo Raya lanjut Kapolda, bersinergi dengan para pemimpin satuan tugas yang ada di Mamberamo Raya agar segera tahu keadaannya seperti apa. Kemudian nanti teknis pelaksanaan untuk memproses permasalahan ini tentu harus bersinergi dengan penyidik gabungan yang sudah dibentuk.

Dimana tim dari Polda Papua yaitu Dirktur Kriminal Umum, Dirintelkam dan Kabid Propam Polda Papua bersinergi dengan yang sudah diperintahkan oleh Pangdam yaitu Danrem, Danbrigif, Danpomdam dan komandan satuan di bawahnya.

“Kami harus sampaikan hal-hal yang menjadi sangat prihatin, kenapa di tengah hari besar umat Kristiani yaitu hari Paskah sampai bisa terjadi hal seperti ini. Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Apa yang sudah terjadi mari kita sikapi bersama dan hadapi proses kedepan,” ucap Kapolda.

Kapolda juga meminta kepada anggota untuk tetap bertugas seperti biasa melayani masyarakat dengan menjalin sinergitas dan kerja sama yang baik dengan setiap institusi yang ada. “Selalu koordinasikan dalam mengambil Tindakan dan mendukung pemerintah dalam menjaga keamanan,” pintanya.

Secara terpisah, Kabiddokes Polda Papua Kombes Pol Agustinus Mulyanto Hardi menyampaikan kondisi dua korban yang luka tembak dan satu anggota yang trauma hingga saat ini membaik dan dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Kondisi mereka stabil, malah yang trauma tadi ngobrol sama saya,” ucap Agustinus kepada Cenderawasih Pos.

Dikatakan, untuk Bripka Alva Titaley yang mengalami luka tembak pada paha kiri sudah dilakukan operasi dengan mengeluarkan serpihan serta pembersihan luka dan akan dilanjutkan dengan Brigpol Robert Marien yang mengalami luka tembak pada punggung belakang. 

Sementara itu dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, tiga jenazah korban penembakan yaitu Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan   Bripda Yosias Dibangga dilepas dari RS Bhayangkara Polda Papua menuju Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura untuk diterbangkan ke Merauke.

Pelepasan jenazah ini dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih didampingi Danlanud Sila Papare dan  pejabat TNI dan Polri  .  

Sejak di lepas dari RS Bhayangkara, sejumlah keluarga dan sahabat dari ketiga korban yang datang, terlihat menangis histeris. Mereka berharap agar pihak-pihak terkait yang terlibat di dalam kejadian ini harus dihukum sesuai dengan prosedur yang berlaku. 

 Jimmi  Papare salah seorang   keluarga  korban yakni  keluarga  dari  Briptu  Marcelino Rumaikewi   atas nama  keluarga meminta   Pangdam dan Kapolda  Papua  untuk memberikan tindakan tegas kepada para pelaku  berupa pemecatan  dari satuannya agar  kejadian  yang sama tidak terulang  lagi. 

“Proses hukum yang keluarga   korban inginkan. Para pelaku   penembakan  usahakan  untuk pecat  dari kesatuannya  agar   peristiwa  seperti ini tidak   terulang lagi,” pinta Jimmi Papare  yang juga  veteran pejuang Trikora  saat   menunggu kedatangan jenazah di  Bandara Mopah Merauke, Senin (13/4).     

Jimmy Papare    juga mengharapkan    Pangdam dan Kapolda   untuk memberikan instruksi   yang baik kepada  bawahan    yang bertugas di daerah   terpencil  seperti.

Anggota TNI dan Polri menurut Jimmi  Papare  tidak boleh   lagi   melakukan  hal-hal seperti ini. Karena   menurutnya, peristiwa    yang  menewaskan  tiga  anggota  Polri serta  melukai dua  anggota  Polri lainnya sangat memalukan. Karena   kedua aparat negara tersebut  yang memberikan   ketenangan kepada masyarakat  justru  baku  tembak sendiri.   

Sebagai seorang pejuang,   Jimmi Papare  meminta   agar  peristiwa  berdarah  sesama aparat   tersebut tidak boleh terjadi lagi.  “Pangdam dan Kapolda  harus bicara.  Kalau anak buahnya  tugas di daerah-daerah begitu, Pangdam   dan Kapolda  berikan  pengarahan kepada anak-anak buah yang tugas di sana. Supaya jangan saling membunuih di hutan. Ini tidak boleh   terjadi,” ucapnya. 

Jimmi     Papare mengaku peristiwa  seperti  ini baru pertama kali  terjadi  dan tidak boleh lagi terjadi di Papua. ‘’Kami keluarga merasa sangat menyesal  karena kami punya  anak-anak laki-laki yang tugas di sana sudah serahkan kepada Kapolda  dan sudah serahkan juga kepada Pangdam  untuk memberikan  yang terbaik   kepada mereka yang tugas di  daerah terpencil. Supaya  tidak   terjadi seperti itu lagi,’’ terangnya. 

Dikatakan, korban Briptu Marcelino Rumaikewi merupakan tulang punggung  keluarga. Karena    ayahnya sendiri sudah meninggal   dunia.  

 Ketiga  jenazah yang diterbangkan dari Bandara Sentani tiba dengan  pesawat Hercules   di Bandara Mopah Merauke sekira  pukul 12.30 WIT.  

 Setelah  diturunkan  dari pesawat,   jenazah  Briptu Marcelino Rumaikewi dan  Briptu Alexander Ndun langsung  dinaikkan ke atas mobil   jenazah. Begitu   juga jenazah  Bripda Yosias Dibangga   juga dinaikan ke atas mobil jenazah selanjutnya   dinaikan ke atas  pesawat  carteran yang  sudah menunggu di Bandara  menuju  Bade, Kabupaten Mappi.  

 Setelah  itu  selanjutnya  dilakukan   penerimaan  jenazah  dari Kapolda  Papua  kepada   ketiga keluarga  jenazah yang dilanjutkan dengan   upacara penghormatan  penerimaan  ketiga  jenazah yang dipimpin langsung  Kapolrees Merauke  AKBP Agustinus  Ary  Purwanto, SIK. Hadiri dalam penerimaan dan pelepasan jenazah Bupati  Merauke Frederikus Gebze, SE,M.Si,   Danrem  174/ATW Brigjen TNI Agus Abdurrauf, SIP,   Danlanud  Merauke  Kolonel  Pnb  Deni Hasolongan Simanjuntak    dan  Dandim 1707/Merauke  Letkol Inf. Eka Ganta Chandra.

Usai upacara, dua jenazah yaitu Briptu Marcelino Rumaikewi kemudian dibawa ke rumah duka di Kurik,   Distrik Kurik dan Briptu Alexander Ndun dibawa ke rumah duka di Jalan   Husen Palelah  Kelurahan Muli Merauke. Sementara jenazah Yosias Dibangga   langsung diterbangkan ke Bade, Kabupaten Mappi. (roy/fia/ulo/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: