APBD 2020, Pemkab Merauke Mulai Terapkan e-Budgeting

By

MERAUKE-  Pemerintah Kabupaten  Merauke  pada  penyusunan  APBD 2020 mendatang  mulai  menerapkan  aplikasi e-Budjeting.   Namun  dalam  penyusunan   tersebut tidak murni  menggunakan  e-budgeting dikarenakan adanya perubahan  Rencana  Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Merauke  pada tahun 2018.  

   “Rencana  mulai  pada penyusunan  APBD 2020  kita akan menggunakan aplikasi  e-budgeting. Tapi, kita tidak bisa   menggunakan  e-budgeting murni  karena pada  tahun 2018 kemarin,  kita  melakukan  perubahan  RPJM,’’ kata   Kepala Badan  Perencanaan Pembangunan Daerah  dan Litbang Kabupaten Merauke  Ir.  Justina  Sianturi, M.Si ketika ditemui media ini di DPRD Kabupaten Merauke, Kamis (3/10). 

    Menurut   Justina, dalam penyusunan   APBD 2020 tersebut  masih dilakukan kolaborasi antara  aplikasi e-budgeting dan secara manual. Kecuali, kata  Justina  Sianturi, jika   tidak terjadi  perubahan RPJM  sebelumnya.  

   Sianturi menjelaskan,  bahwa ada keuntungan  dalam   menggunakan  aplikasi  e-planning dan e-budgeting ini.  Yakni bagaimana   sebuah perencanaan benar-benar bisa mencapai  apa yang  diharapkan dalam  visi  kabupaten Merauke lewat  misi-misinya. ‘’Makanya aplikasi ini  terbagi 2 bagian besar, yakni   berisi  dokumen perencanaan  5 tahunan  dan berisi dokumen tahunan.   Dimana dalam dokumen   tahunan itu dia akan mengambil rencana 5 tahun  ke depan lewat  RPJM yang tentunya dokumen RPJM dijabarkan dalam rencana strategis selama 5 tahun  SKPD. sehingga hasil dari tahunan  ini akan bermuara pada  yang direncanakan 5 tahun,’’ katanya.   

   Dengan  menggunakan aplikasi ini, arahnya akan sangat jelas. Apa yang menjadi  tujuan dan harapan sebuah system   kabupaten yang disusun dalam RPJM   akan terarah.   Karena berada dalam satu garis linier.  

  “Kedua  yang selama ini yang mungkin karena banyaknya program  dan kegiatan, ada   kegiatan yang kadang-kadang saling tumpang   tindih. Melalui  aplikasi  e-planning  ini, tumpang tindih program dan kegiatan   seperti itu  dapat diminimalkan,’’   jelasnya.  

   Dengan aplikasi  ini pula, lanjut   Justina Sianturi, jika    dilakukan  perubahan   program  hanya melalui satu  pintu   lewat admin. ‘’Semua teratur dan  terarah. Jadi bukan semua orang bisa masuk. Sehingga   ketika ada perubahan-perubahan dilakukan karena kebijakan itu dimungkinkan tapi   terbaca kronologisnya.  Dibuka   kapan dan oleh siapa, karena kita memiliki username dan password.  Dalam e-planning dan e-budgeting   ini,  anggaran bersifat glondongan tidak ada lagi tapi semuanya terurai atau item per item,’’ tambahnya. (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: