Beranda OLAHRAGA Atlet dan Pelatih akan Dievaluasi

Atlet dan Pelatih akan Dievaluasi

0
Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya. (FOTO : ERIK / CEPOS)

JAYAPURA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua menegaskan akan melakukan evaluasi bagi pelatih dan atlet proyeksi PON XX 2020 yang dinilai tidak menujukkan peningkatan selama mengikuti Training Center (TC) berjalan maupun TC terpusat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya. Menurutnya, KONI Papua benar-benar serius menyiapkan atlet untuk bisa mencapai target Gubernur Papua, Lukas Enembe yang juga merupakan Ketua Umum KONI Papua yang menginginkan kontingen Papua finish pada peringkat lima besar pada event olahraga nasional empat tahunan tersebut.

Kenius tak ingin KONI Papua menurunkan atlet yang tidak menunjukan progres yang baik selama mengikuti TC sejauh ini. Menurutnya, atlet yang telah mengikuti TC berbulan-bulan bahkan setahun harus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari kondisi sebelumnya.

Dijelaskan, program tersebut merupakan hasil rapat pengurus KONI Papua untuk benar-benar menciptakan atlet potensi medali emas, apalagi PON kali ini akan dilaksanakan di rumah sendiri, sehingga hal itu menjadi salah satu nilai plus kontingen Papua dalam mendulang medali emas sebanyak-banyaknya.

“Kami sudah diskusikan, ada awaktu dimana kita akan lakukan evaluasi dimana progres setiap Cabor, termasuk pelatih, atlet dan official jika tidak menunjukan perkembangan yang baik selama mengikuti TC,” ungkap Kenius kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/10) kemarin.

Katanya, evaluasi akan mereka lakukan kepada semua cabang olaharaga yang akan dipertandingkan pada PON XX 2020. Termasuk cabang olahraga Atletik yang akan diwarning hingga bulan Februari 2020.

“Seperti cabang olahraga Atletik yang akan kami lihat perkembangannya pada bulan Februari, karena ini cabang olahraga terukur, jika tidak bisa menambah waktunya selama mengikuti latihan , maka kami akan evaluasi, apakah pelatihnya atau atletnya,” ujarnya.

Taknya soal perkembangan, namun dibeberkan oleh Kenius, disipliner juga menjadi salah satu tantangan bagi para atlet dan pelatih jika masih ingin tampil pada PON yang pertama kalinya diselenggarakan di Bumi Cenderawasih.

“Masing-masing atlet dan pelatih yang ada kita lakukan avaluasi, kalau memang tidak disiplin baik maka kita juga akan evaluasi dan ini berlaku bagi seluru cabang olahraga yang dibina oleh KONI Papua,” tandasnya. (eri/tho)

ERIK / CEPOS

Caption : Stadion Papua Bangkit

JAYAPURA – Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) Papua, Alex Kapisa menegaskan, pembangunan venue yang akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) akan tuntas 3  bulan sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 mendatang.

Dikatakan, saat ini semua venue yang ada di tiga cluster penyelenggara, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mimika serta satu cluster penyangga Kabupaten Merauke semua dalam proses pengerjaan, baik yang dibangun baru maupun yang direnovasi.

Bahkan beberapa venue yang ada saat ini telah mencapai 100 persen, seperti Stadion Utama Papua Bangkit yang akan menjadi venue pembukaan dan penutupan event olahraga nasional itu telah mencapai progres 100 persen dan siap diresmikan.

Di Kota Jayapura sebanyak 16 venue yang digunakan untuk 22 disiplin cabang olahraga, Kabupaten Jayapura ada 9 venue dengan 16 disiplin cabang olahraga, Kabupaten Mimika 7 venue dengan 12 disiplin cabang olahraga, sementara Kabupaten Merauke ada 5 venue dengan 6 disiplin cabang olahraga.

Dikatakan Alex, untuk venue yang dibangun menggunakan dana APBD akan tuntas pada akhir 2019, sementara yang venue yang dibangun menggunakan APBN tuntas pada Mei 2019.

“Kalau venue yang menggunakan ABPD semua selesai di 31 Desember 2019, kalau APBN karena multy years dari sisi administrasi mungkin selesai di Mei 2020, itu semua sudah selesai,” ungkap Alex kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Jayapura, Selasa (1/10) kemarin.

Alex pun optimis, tiga bulan sebelum pelaksanaan, semua venue telah selesai dan siap digunakan oleh para atlet yang ingin melakukan TC dimasing-masing venue sesuai dengan penempatan cabang olahraga tersebut.

“Kita optimis dari sisi kesiapan venue sebelum pelaksanaan PON sudah selesai, tiga bulan sebelum PON sudah siap,” tandasnya. (eri/tho)

JAYAPURA- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua bakal mengagendakan beberapa bulan latihan bagi para atletnya di masing-masing venue penyelenggaraan PON XX 2020 untuk penyesuaian atlet dan venue pertandingan. Sehingga saat penyelenggaraan, atlet Papua pun bisa menyatuh dengan situasi venue, sehingga tak berkesan sebagai tamu di rumah sendiri.

“Jadi diskusi antar pengurus lebih kepada persiapan, karena waktu kita sangat singkat, efektif waktu kita hanya 10 bulan untuk kita persiapkan atlet menuju ke PON 2020, jadi sisa waktu 3-4 bulan sebelum pelaksanaan itu atlet kita akan lebih kepada penyesuaian cluster atau tempat pertandingan venue dan iklim di beberapa tempat yang akan kita pertandingkan,” kata Sekretaris Umum KONI Kenius Kogoya kepada wartawan di ruang kerjanya usai menggelar rapat bersama pengurus, Senin, (30/9) malam.

Kenius mengharapkan agar Pemerintah Papua dapat secepatnya menyelesaikan pembangunan venue baik pembangunan baru maupun renovasi, sehingga 3-4 bulan yang digunakan untuk penyesuaian venue tidak merasa berbeda bagi atlet ketika bertanding maupun peralatan pertandingan yang dinilai sangat penting.

“Dengan waktu yang ada supaya dimantapkan lagi untuk mereka boleh pemusatan latihan (TC) baik yang didalam Papua atau yang pemusatan latihan diluar Papua, dimana ada rencana akan kita kirim dibeberapa negara itu bisa mencapai prestasi gemilang di PON,”harapnya.

Kenius juga mengharapkan program yang di gagas Puslatprov Papua Pembentukan Karakter dan Motivasi bagi atlet maupun pelatih kontingen Papua, dimana sudah memasuki gelombang kelima di Rindam XVII Cenderawasih lebih semakin memantapkan scedule kerja untuk mengawasi atlet saat berlatih, bahkan pada saat beristirahat.

“Kita diskusi menyangkut dengan penyiapan pengawasan atlet-atlet kita yang sedang menjalani pemusatan latihan. Karena banyak atlet kita tidak diawasi baik, mereka kurang istirahat pada malam hari, main hp terlalu banyak, sehingga kondisi kesehatan menurun,” terangnya.

Kendati demikian, KONI Papua tetap mengapresiasi program tersebut yang sangat penting demi mewujudkan target Papua di lima besar PON 2020, sebab menurutnya program ini tidak hanya terputus, melainkan tetap berkesinambungan bahkan Puslatprov kembali melakukan pengawasan bersama saat kontingen Papua menjalani pemusatan latihan terpusat. (eri/tho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here