Atlet PON Harus Latihan di Venue Masing-masing

By
Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya. (FOTO : ERIK / CEPOS)

JAYAPURA- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua bakal mengagendakan beberapa bulan latihan bagi para atletnya di masing-masing venue penyelenggaraan PON XX 2020 untuk penyesuaian atlet dan venue pertandingan. Sehingga saat penyelenggaraan, atlet Papua pun bisa menyatuh dengan situasi venue, sehingga tak berkesan sebagai tamu di rumah sendiri.

“Jadi diskusi antar pengurus lebih kepada persiapan, karena waktu kita sangat singkat, efektif waktu kita hanya 10 bulan untuk kita persiapkan atlet menuju ke PON 2020, jadi sisa waktu 3-4 bulan sebelum pelaksanaan itu atlet kita akan lebih kepada penyesuaian cluster atau tempat pertandingan venue dan iklim di beberapa tempat yang akan kita pertandingkan,” kata Sekretaris Umum KONI Kenius Kogoya kepada wartawan di ruang kerjanya usai menggelar rapat bersama pengurus, Senin, (30/9) malam.

Kenius mengharapkan agar Pemerintah Papua dapat secepatnya menyelesaikan pembangunan venue baik pembangunan baru maupun renovasi, sehingga 3-4 bulan yang digunakan untuk penyesuaian venue tidak merasa berbeda bagi atlet ketika bertanding maupun peralatan pertandingan yang dinilai sangat penting.

“Dengan waktu yang ada supaya dimantapkan lagi untuk mereka boleh pemusatan latihan (TC) baik yang didalam Papua atau yang pemusatan latihan diluar Papua, dimana ada rencana akan kita kirim dibeberapa negara itu bisa mencapai prestasi gemilang di PON,”harapnya.

Kenius juga mengharapkan program yang di gagas Puslatprov Papua Pembentukan Karakter dan Motivasi bagi atlet maupun pelatih kontingen Papua, dimana sudah memasuki gelombang kelima di Rindam XVII Cenderawasih lebih semakin memantapkan scedule kerja untuk mengawasi atlet saat berlatih, bahkan pada saat beristirahat.

“Kita diskusi menyangkut dengan penyiapan pengawasan atlet-atlet kita yang sedang menjalani pemusatan latihan. Karena banyak atlet kita tidak diawasi baik, mereka kurang istirahat pada malam hari, main hp terlalu banyak, sehingga kondisi kesehatan menurun,” terangnya.

Kendati demikian, KONI Papua tetap mengapresiasi program tersebut yang sangat penting demi mewujudkan target Papua di lima besar PON 2020, sebab menurutnya program ini tidak hanya terputus, melainkan tetap berkesinambungan bahkan Puslatprov kembali melakukan pengawasan bersama saat kontingen Papua menjalani pemusatan latihan terpusat. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: