Bama Terpenuhi, Masih Butuh Tenda dan Tikar

By
BINCANG-BINCANG- Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, saat berbincang-bincang dengan warga pengungsi dari Wamena yang saat ini berada di tempat penampungan di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Senin (23/9). (FOTO : Yewen/Cepos)

Kunjungi Pengungsi, Kapolda Papua dan Wagub Sulsel Berikan Bantuan 

  SENTANI- Para pengungsi dari Wamena Hingga hari ketujuh ini tercatat kurang lebih 800-an pengungsi yang berada di beberapa posko yang ada di Sentani Kabupaten Jayapura.

 Sejak tiba di Jayapura tentu banyak kebutuhan yang dibutuhkan oleh para pengungsi pasca kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu di Wamena. Salah satunya adalah kebutuhan makanan, pakaian, dan kebutuhan tidur, seperti tikar, tenda, dan lain sebagainya.

  Di Posko pengungsi yang berada di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, tercatat sudah ada ratusan warga yang berada di sana. Hal ini tentu berdampak terhadap kebutuhan mereka, terutama tempat tidur, pakaian, makanan dan minum, maupun tikar dan Kasur untuk tidur.

  Koordinator Posko Pengungsi Wamena di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Sri Utama Ramadani, mengungkapkan bahwa untuk bahan makanan (bama) bagi warga masyarakat yang mengungsi dan sementara ini ditampung di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, secara umum sudah terpenuhi.

  Namun demikian, menurut yang dibutuhkan para pengungsi sekarang adalah tenda dan tikar untuk tidur, karena mengingat ada penambahan para pengungsi lagi tadi (kemarin-red) yang saat ini berada di tempat pengungsian (posko) Masjid Al-Aqsha Sentani.

  “Untuk bama sudah mencukupi untuk makan dan minum para pengungsi, sementara yang dibutuhkan para pengungsi saat ini adalah tenda dan tikar untuk mereka tidur,”ungkapnya kepada wartawan di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, selasa (1/9).

  Menurut Sri, di Masjid Al-Aqha Sentani sendiri ada ratusan pengungsi yang ditampung sementara dan ada penambahan pengungsi hari ini (kemarin-red) sekitar 30 pengungsi yang ditampung sementara di Masjid Al-Aqha Sentani.

 “Tadi (kemarin-red) ada penambahan 30 orang pengungsi lagi, sehingga total sekarang di Masjid Al-Aqha Sentani ada ratusan pengungsi yang kita tampung,”ucapnya.


(BAJU KEMEJA MOTIV PINK) Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman saat memberikan arahan sekaligus menyapa para pengungsi asal Toraja di Tongkonan Kotaraja Jayapura, Selasa (01/10). Takim/Cepos

  Dari pantauan cenderawasih pos di lapangan, para pengungsi di Masjid Agung Al-Aqsha telah ditampung dibeberapa tenda dan telah disediakan dapur umum, untuk memasak makanan. 

  Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol, Paulus Waterpauw, bersama-sama dengan Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI, Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, Danlantamal X Jayapura, dan para pejabat dari TNI-POLRI memberikan bantuan bahan makanan (bama) kepada para pengungsi dari Wamena yang sementara ini menginap dibeberapa lokasi yang ada di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura.

  Selain memberikan bantuan, Kapolda Papua juga berbincang-binang dengan para pengungsi yang rata-rata berasal dari luar Papua seperti dari Jawa Timur, Sulawesi, dan Sumatera. Mereka (para pengungsi-red) ditampung sementara di Lanud Silas Papare, Bataylon 751/R, Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, dan beberapa lokasi lainnya.

  Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menjelaskan bahwa pihaknya dari TNI-POLRI, saat ini sudah melakukan pengamanan dalam rangka menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di Kota Wamena, pasca kerusuhan yang terjadi Senin (23/9) lalu.

  “Untuk keamanan sendiri kita sudah penambahan dan penebalan pasukan dari TNI-POLRI di Wamena. Hal ini untuk memberikan rasa aman, dan nyaman bagi masyarakat, untuk kembali melakukan aktivitas seperti biasa di sana (Wamena-red),”ungkapnya saat berbincang-bincang dengan warga pengungsi Wamena yang ada di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Selasa (1/10).

  Waterpauw, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan berbagai Kementerian dan Lembaga, seperti Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, Kemenpolhukam, POLRI, dan TNI, untuk memulihkan kembali kondisi yang berada di Wamena, sehingga masyarakat bisa berkativitas normal seperti biasanya kembali.

  Perlu diketahui bahwa ada 6 lokasi (posko) yang dibuka untuk menampung para pengungsi di sentani Kabupaten Jayapura, yaitu Lanud Silas Papare, Bataylon 751/R, Rindam XVII/Cenderawasih, Masjid Al-Aqsha Sentani, dan Musholla Attaqwa, Tabita Bawah sebanyak 880 orang yang berada di sentani Kabupaten Jayapura. 

    Ditempat terpisah,  Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman kunjungi ratusan masyarakat Toraja korban kerusuhan Wamena yang mengungsi di Tongkonan Kotaraja Jayapura, Selasa (01/10).

  “ Saya ingin memastikan bahwa kebutuhan logistik dan yang lainnya di tempat pengungsian aman sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat,”ujar Andi ke Cenderawasih Pos saat kunjungan di Tongkonan Kotaraja Jayapura, Selasa (01/10).

  Orang nomor dua di Sulsel tersebut tiba di Jayapura Senin siang (30/09) yang langsung mengunjungi masyarakat Sulsel di Wamena dan di Jayapura pada Selasa (01/10) sebelum kembali ke Sulsel.

 “Mereka meski berasal dari Sulsel tapi sangat mencintai Wamena dan ingin kembali membangun Waemana bersama,”ungkap Andi setelah berbincang-bincang dengan masyarakat Toraja yang ada di tongkonan  Kotaraja Jayapura, Selasa (01/10).

  Dalam kunjunganya tersebut Andi memberikan pesan kepada masyarakat Sulsel yang ada di Papua khususnya Wamena dan Jayapura untuk tidak meakukan hal-hal yang berbau provokasi.

  “Saya sudah bilang sama masyarakat Sulsel di Papua untuk tidak mudah terprovokasi dan harus dukung program pemerintah Papua dalam pebangunan khususnya cipta kondisi agar Papua cepat aman dan damai,”bebernya.

  Selain itu juga Ia juga mengatakan, pemerintah Sulsel sudah menyediakan dua transportasi untuk masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman, dimana akan diberangkatkan, Selasa (01/10) dari Jayapura hingga Makassar.

  “Nantinya dari koordinator pengungsi akan mendata masyarakat yang ingin pulang kampung, dan kita sudah siapkan 1 kapal laut, KM Ciremai dan juga satu Unit Herkules untuk dberangkatkan,”paparnya.

   Selain bantuan trasportasi dirinya juga mengakui sudah memberikan bantuan sebesar Rp 1 miliar  di para pengungsi di Wamena karena disana merupakan jumlah masyarakat yang paling banyak.

  Sementara itu juga Kordinator pengungsi Jayapura, Yulius Manda Palulungan, SH mengaui bahwa dalam kunjungan wagub ulsel tersebut menyampaikan siap mengakomodir masyarakat yang kembali ke Sulsel.

  “ Pemerintah Sulsel siap akomodir masyarakat ini, seperti yang anak sekolah akan dicarikan tempat sekolahnya, perkantoran juga dan yang lainnya, namun tentu akan ada koordinasi nanti sampai di Sulsel,”ujar Yulius.

  Kata Yulius, selain itu juga Wagub memnita utamakan perlengkapan atau kebutuhan masyarakat pengungsi.“ Tadi beliau cek semua mulai dari MCK, posko kesehatan, dapur dan yang lainya dan dirinya betul-betul memastikan semua kelengkapan tersedia,”jelasnya.

  Kata Yulius, untuk saat ini dengan jumlah pengungsi 700 lebih namun yang menetap di tongkonan diperkirakan 300 orang sedangkan yang lainya di bawa sama keluarganya yang ada di Jayapura.

 “Untuk kebutuhan sementara masi cukup baik itu perlengkapan bama, tempat tidur ,posko kesehatan bahkan trauma hiling dari greja-greja terhadap anak-anak di sini,”bebernya.

  Sedangkan terkait masyarakat yang dipulangkn dengan mengunakan kapal laut dan pesawat herkules yang difasilitasi Pemprov Sulsel, dirinya mengakui akan diutamakan yang sangat dibutuhkan untuk pulang.

  “Yang kita prioritaskan adalah anak-anak sekolah, dan khususnya kaum perempuan atau ibu-ibu , karena jumlah transportasi yang difasilitasi sangat terbatas, untuk itu kita utamakan yang betul-betul harus dipulangkan,”paparnya.(bet/kim).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: