Bantu Korban Jambret, Ketua RAPI Malah Dibacok

By
AKBP. Tonny Ananda Swadaya ( FOTO : Denny/Cepos )

Kapolres: Ini Murni Kasus Kriminal Pencurian

WAMENA-Situasi Kota Wamena yang belum 100 persen pulih,  nampaknya memicu pelaku kriminalitas untuk melakukan aksinya. Kali ini, korban bernama Eko yang juga Ketua RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Jayawijaya, dibacok saat dirinya hendak membantu korban penjambretan di Jalan Irian Atas, Jumat (4/10) pekan kemarin. Akibat luka bacok ini, korban harus dilarikan ke RSUD Wamena.
  Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya menyatakan   awalnya korban bernama Eko ini ingin membantu salah satu masyarakat yang kena jambret, namun tak memperhatikan ada seorang pelaku di belakang, sehingga korban langsung dibacok dan tidak lagi sadarkan diri sehingga langsung dilarikan ke RSUD Wamena.

  “Kita dari kepolisian sudah melakukan pengejaran namun para pelaku ini sangat cepat menghilang, namun kita sudah mengetahui kelompok –kelompok jambret ini kembali setelah pasca keamanan yang terjadi,”ungkapnya Sabtu (4/10) kemarin.

   Dalam waktu dekat ini, Kata Kapolres, Kepolisian akan segera membongkar sindikat jambret ini yang mulai muncul, kasus ini murni merupakan kriminal mencurian dengan kekerasan, tidak ada unsur –unsur dari masalah kemarin, polisi telah mengidentifikasi jika pelaku yang melakukan penjambretan ini berjumlah 2 orang.

  “Aksi ini dilakukan pada siang hari, dimana situasi jalan irian ini memang sepi, dan kemudian korban yang adalah ketua RAPI ini di bacok dari belakang, kita juga telah mengantongi ciri –ciri dari para pelaku ini,”katanya.

  Tonny Ananda menegaskan jika, ia akan merubah penempatan personel Brimob salah satunya akan ditempatkan di jalan Irian Atas dan beberapa tempat dalam kota yang belum ada anggota, dan kebetulan juga saat ini polres Jayawijaya mendapat tambahan pasukan dari Brimod sebanyak 50 orang  dan besok akan datang lagi 50 orang untuk penebalan personil.

   Kapolres menambahkan, untuk jumlah personel, khusus Polri yang telah bersiaga semenjak hari pertama sampai dengan saat ini, sekitar 600-an personel, sementara jika ditambahkan dengan personel dari TNI mungkin sudah mencapai 1.500 personel yang sudah digelar di beberapa titik masuk ke Kota Wamena.

  “Kami juga akan melakukan operasi sajam dan kemudian melakukan patroli di jam –jam rawan, sehingga apabila ada kelompok perusuh, jambret dan kejahatan lainnya kita akan tindak tegas dan terukur,”tegasnya

  Di tempat yang sama, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengimbau kepada masyarakat di Jayawijayauntuk tidak terpengaruh dengan situasi kriminalitas yang terjadi kemarin.  “Saya sudah koordinasi dengan Kapolres agar kita tidak kendor dengan patroli dan penempatan –penempatan pasukan di titik –titik pos seperti pos yang disamping Tongkonan dan sehingga masyarakat tak perlu khawatir karena ini hanya aksi kriminal murni,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: