Barang Bukti Rp 370 Juta Diserahkan ke Polda

By

Penyelidikan Kasus Jual Beli Senpi Fokus ke Tersangka

JAYAPURA-Direktorat Kriminal Umum Polda Papua melakukan gelar perkara kasus penjualan senjata api dengan tersangka berinisial RM yang diduga merupakan jaringan penjual senjata api dan amunisi ke Kelompok Kriminal Senjata (KKB) di Kabupaten Puncak Jaya. Gelar perkara tersebut dilakukan bersama anggota Polres Puncak Jaya di Polres Puncak Jaya, Rabu (23/6).

Direktur Reskrimum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani menyampaikan, perkara tersebut akan ditangani oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Papua. Artinya kasus ini ditarik dari Polres Puncak Jaya ke Polda Papua.

“Dalam hal penyidikannya kita bersama akan fokus terhadap tersangka yang sudah diamankan. Karena sekarang ini tersangka sudah diamankan di Polres Puncak Jaya, dalam konteks pengembangannya ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Faizal.

Dikatakan, pihaknya akan bekerja secara profesional dan dapat melaksanakan penyidikan dengan baik.

Disinggung soal  Ketua DPRD Tolikara yang membantah tidak pernah melakukan transaksi maupun kenal terhadap tersangka, Faizal menyampaikan  pihaknya masih dalam tahap penyelidikan. Di dalam konteks penyidikan, keterangan tersangka  hanya satu alat bukti sehingga perlu mencari bukti yang lain.

“Kami masih dalam proses penyelidikan, mudah- mudahan ke depan ada hal-hal lain yang bisa kita temukan. Apakah itu mengarah kepada yang disampaikan sebagaimana yang sudah beredar di masyarakat atau seperti apa, waktu yang akan menjawabnya,” ungkapnya.

Terkait nama-nama yang sudah keluar di publik apakah akan dimintai keterangan ? Faizal menyebut akan melihat hasil penyelidikan selanjutnya sembari menunggu pemeriksaan lanjutan.

“Kami sudah dapatkan penyerahan uang dari Polres Puncak Jaya sebanyak 370 juta,” tambahnya.

Sebelumnya, pelaku ditangkap pada  Selasa (15/6) oleh personel Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam Polres Puncak Jaya mendapat informasi dari Kapospol Bandara mulia bahwa ada satu orang penumpang transit Nabire dengan tujuan Timika yang diduga sebagai jaringan penjual senjata api dan amunisi ke KKB. 

Pelaku diamankan bersama barang bukti uang tunai sebesar Rp 370 juta, 3 unit handphone yang isinya percakapan jual beli senjata dan amunisi, 9 lembar slip bukti transfer kepada AW sebesar Rp 63.100.000, 4 lembar slip bukti transfer kepada Ad sebesar Rp 23.006.000 dan buku catatan yang berisikan berita- berita perkembangan KKB dan percakapan pembelian senjata. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: