Beranda Merauke Hari Ini Baru Tercatat Dua Mahasiswa Eksodus ke Merauke

Baru Tercatat Dua Mahasiswa Eksodus ke Merauke

0
Yakokus Mamuyab, S.Pd

MERAUKE-Jika  di Jayapura   ratusan mahasiswa  eksodus   dari berbagai  kota studi di  Indonesia  karena merasa  tidak aman  pasca kejadian  Surabaya dan Malang,  maka  sangat berbeda dengan  mahasiswa   Kabupaten Merauke  yang  dibantu  oleh Pemerintah Kabupaten Merauke  baik melalui beasiswa  maupun  bersifat bantuan. 

  Kepala   Bagian  Kesejahteraan Rakyat   (Kesra) Setda   Kabupaten Merauke Yakokus Mamuyab, S.Pd, saat ditemui   media ini mengungkapkan,    bahwa dari 600 lebih mahasiswa  yang dibiayai  Pemkab Merauke  baik melalui  beasiswa maupun   bersifat bantuan  pendidikan, sampai sekarang ini   baru dua   yang  eksodus atau kembali   ke Merauke dengan biaya  orang tua sendiri. Kedua  mahasiswa  yang pulang dengan biaya  orang  tua sendiri ini, lanjut   Yakobus Mamuyab  adalah mahasiswa IPB Bogor. 

  “Sejak kejadian itu,   tercatat  2 orang yang kembali  ke Merauke  dengan biaya  orang tuanya sendiri. Kedua mahasiswa ini   kuliahnya di IPB Bogor,’’ ungkap  Yakobus Mamuyab ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/9). 

   Namun  lanjut Yakobus Mamuyab, kedua  mahasiswa  yang pulang  dari IPB ini juga  memiliki IP  yang kurang memuaskan.   Selain dua mahasiswa  tersebut, menurut Yakobus  Mamuyab, ada 8 mahasiswa lainnya   yang pulang  ke Merauke.  Namun kedelapan mahasiswa   tersebut  tidak terkait  dengan  kejadian Surabaya dan  Malang. Sebab, mereka    pulang ke Merauke sebelum kejadian rasis  yang dilontarkan  bagi mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang tersebut. 

  ‘’Kedelapan mahasiswa  itu kita  pulangkan karena nilainya  tidak memenuhi persyaratan   untuk mendapatkan beasiswa,’’ jelasnya. 

   Mamuyab menyebut, dari 8 mahasiswa  tersebut, 3 diantaranya   adalah mahasiswa IPB  Bogor  yang mendapat  beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Merauke.   

‘’Kita sudah ada  kerja sama dengan IPB Bogor, sehingga ada  12 anak-anak kita  yang kuliah di sana.  tapi  Karena  nilainya  IP tidak memenuhi syarat, sehingga 3  orang kita pulangkan . Sementara 2 pulang sendiri   yang dibiayai   orang tuanya, sehingga sekarang tinggal  7 orang   anak-anak kita di IPB Bogor,’’ jelasnya.  (ulo/tri)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here