Beranda Merauke Hari Ini Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan Peserta BPJS Kesehatan

Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan Peserta BPJS Kesehatan

0
Kepala Bidang Perluasan Kepesertaan dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Merauke  Sri Wahyuni  didampingi Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik  BPJS Kesehatan  Merauke Har Prihartono,  saat  menggelar ngopi bareng dengan  wartawan di Merauke,  Rabu (28/8).  (FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-Jika sebelumnya,  bayi  yang masih berada dalam kandungan    bisa didaftarkan sebagai peserta  BPJS  Kesehatan, namun dengan keluarnya  Peraturan  Presiden Nomor 82, ketentuan tersebut  ditiadakan. Namun  dengan keluarnya Perpres  tersebut, maka setiap  anak  yang baru lahir  wajib didaftarkan sebagai peserta  BPJS Kesehatan. 

  “Dengan keluarnya Perpres   Nomor 82 tahun 2018 Pasal 16, 28 dan 46 , setiap  bayi yang baru lahir wajib didaftarkan  sebagai peserta  BPJS  Kesehatan,’’   tandas Kepala Bidang Perluasan Kepesertaan dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Merauke  Sri Wahyuni  didampingi Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik  BPJS Kesehatan  Merauke Har Prihartono,  saat  menggelar ngopi bareng dengan  wartawan di Merauke,  Rabu (28/8).  

   Menurut   Sri  Wahyuni,   bayi yang baru lahir  tersebut wajib  didaftarkan paling lambat  28 hari sejak   bayi tersebut lahir.  ‘’Kalau aturannya dulu  bayi dalam kandungan sudah bisa didaftarkan. Tapi sekarang tidak boleh lagi.   Sekarang  juga tidak  perlu menunggu 14 hari lagi  setelah bayi tersebut lahir baru kepesertannya  aktif. Tapi sekarang, begitu  lahir dan didaftarkan  maka kepesertaannya langsung aktif,”  katanya.  

    Bagi  peserta  jalur mandiri,   jelas Sri Wahyuni, maka pada saat mendaftarkan  maka langsung dibayarkan  iuran  bulanannya  untuk mendapatkan manfaat dari pelayanan  kesehatan yang akan diterima   oleh bayi tersebut. Namun bagi   PNS, TNI dan Polri serta   Pekerja Penerima Upah (PPU) maka   saat didaftarkan   tidak   perlu membayar  iuran  bulanannya karena sudah ditanggung  oleh orang tuanya. Kecuali, jika  bayi  yang lahir   tersebut adalah anak  keempat, kelima dan seterusnya. 

  Sebab, yang ditanggung oleh BPJS  Kesehatan    bagi setiap  PNS, TNI-Polri  dan PPU  hanya 3 anak. anak selanjutnya  tidak ditanggung  oleh BPJS Kesehatan. Tapi harus didaftarkan sebagai peserta mandiri.   

   Dikatakan, persyaratan yang harus dimasukan adalah surat   keterangan lahir bayi  dan  kartu keluarga kedua orang tuanya.   Namun bagi  mereka yang tidak lahir  di rumah sakit  atau puskesmas,   menurut  Sri Wahyuni  tetap dapat  didaftarkan  dengan surat keterangan dari dukun yang membantu melahirkan  bayi tersebut.  

  Ditambahkan, bagi    yang tidak mendaftar dan membayar iuran bayi baru lahir  pali8ng lama 28 hari sejak dilahirkan akan dikenakan  kewajiban membayar  iuran sejak bayi dilahirkan dan dikenakan sanksi denda pelayanan.  (ulo/tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here