Berantas Narkoba dan Petakan Situasi Kamtibmas Sebelum Bertindak

By

Komitmen AKBP. Muh Safei A, B .SE Sebagai Kapolres Jayawijaya yang Baru

AKBP Muh Safei A.B. SE resmi mengantikan Kombes Dominggus Rumaropen sebagai Kapolres Jayawija sejak pekan kemarin. Setelah cukup lama bertugas di BNN Provinsi Papua, AKBP Safei dipercaya melaksanakan tugas yang berbeda, yakni sebagai Kapolres di wilayah Lapago. 

Laporan: Denny Tonjauw_Wamena.

Setelah menginjakkan kakinya di Wamena, Jayawijaya pekan kemarin, Kapolres Jayawijaya AKBP Muh. Safei , A.B. SE ini langsung  fokus untuk melakukan pembenahan dalam Polres Jayawijaya dari dalam terlebih dahulu. Setelah itu, akan melanjutkan pemetaan kepada permasalahan yang sering dihadapi masyarakat di Jayawijaya ke depannya. 

  Menurut pira asal Sulawesi Selatan ini,  karateristik masalah yang ada di jayawijaya berbeda dengan daerah lain sehingga perlu dilihat, dipetakan sebelum mengambil tindakan. Ia berharap agar program yang sudah berjalan baik dari pejabat lama akan dipertahankan, hal ini dilakukan untuk melihat kebutuhan masyarakat di Jayawijaya seperti apa.

   Maka program itu yang akan didorong ke anggotanya untuk terus dilakukan, karena pengamanan suatu daerah dengan daerah lain tentu saling berbeda. Karena itu program di wilayah lain tidak bisa diterapkan Wamena dan sekitarnya, karena karateristik masalah juga berbeda.

  Muh Safei mengaku belum memiliki pengalaman yang banyak di wilayah Lapago, oleh karena itu ia masih harus belajar untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, penanganan kasus, pemetaan waktu -waktu rawan. Sebab ia mendapat masukan ada waktu -waktu tertentu yang digunakan pelaku kejahatan untuk melakukan Street Crime (kejahatan Jalanan) seperti jambret, Curanmor, sehingga ini yang perlu diantisipasi.

  Sementara untuk penanganan Narkotika di Jayawijaya, ia akui jika hampir 6 tahun sebagai Kepala Bidang Pemberantasan di BNN Provisi Papua, sehingga modus -modus pengiriman narkotika sedikit banyaknya sangat diketahui. Karena itu, untuk penanganannya akan dilakukan kolaborasi dari Satnarkoba Polres Jayawijaya dan linknya yang sudah terbentuk maupun dari BNN Pusat maupun Provinsi bisa berkolaborasi penaganannya.

  Kalau ada informasi yang didapatkan soal masuknya narkotika, untuk siapa yang menangani itu masalah nomor 2, apakah Polisi atau BNN. Intinya untuk narkoba harus dihambat agar masyarakat tidak dirusak dengan obat -Batan terlarang itu, narkotika ini bahayanya sama dengan teroris dan Korupsi karena yang rugi negara karena generasi.

  “Kalau generasi emas ini disusupi narkotika akan rusak, sama seperti korupsi kalau merajalela negara mau buat apa, begitu juga dengan teroris, kalau sudah terkontaminasi dengan ajaran -ajaran yang tak perlu dilakukan karena dangkal ilmunya atau ego sektoralnya tinggi, maka terjadi aksi yang merugikan,”jelas Kapolres Jayawijaya

  Oleh karena itu dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kapolres jayawijaya yang baru maka ia sendiri akan merapatkan program yang sudah pernah dilakukan dan akan dilakukan. Sementara untuk penerapan penaganan masalah di Jayawijaya akan dilihat budaya, meskipun harus dilakukan penanganan awal terlebih dulu dengan mengumpulkan bukti, keterangan , saksi , barulah dilakukan pendekatan kekeluargaan.

   Namun perlu dilihat lagi, kalau  efeknya tidak merugikan orang lain akan dilakukan koordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan mungkin bisa dilakukan penyelesaian secara budaya. Apalagi ada kebijakan yang dikeluarkan Kabareskrim Polri  bersama Kapolri yakni penyelesaian masalah bisa dilakukan di luar persidangan, maka akan dilakukan sepanjang tidak merugikan orang lain, tapi kalau ada yang dirugikan maka tetap diproses hukum. (*/tri) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: