Berawal dari Sepakbola, Akhirnya Jadi Kapten Cricket PON

By

Stanislaus Felndity

JAYAPURA – Stanislaus Felndity tidak pernah menyangka diirnya akan menjadi atlet cabang olahraga Criket. Beruntungnya, ia juga didapuk sebagai kapten tim Criket Putra Papua yang sedang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional atau PON XX 2021 Papua pada bulan Oktober mendatang.

Sejatinya, Stanislaus merupakan atlet sepakbola yang jatuh cinta dengan Cricket. Sebelum menggeluti cabang olahraga Cricket, Stanislaus lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain sepakbola. Bahkan, pria kelahiran Asma 2 September 1994 itu pernah memperkuat Persindug Nduga pada kompetisi Liga 3 Asprov PSSI Papua pada 2018 silam.

Hanya saja, saat itu kompetisi Liga 3 zona Papua dibatalkan di tengah jalan dan membuat dirinya pun mendapatkan tawaran untuk banting setir bermain Cricket pada tahun 2019. Kesempatan tersebut justru membawa dirinya ke skuat Cricket PON Papua dan menjadikan dirinya sebagai salah satu pemain kunci Cricket PON Papua.

“Awalnya saya sempat dihubungi salah satu pelatih klub di Jayapura untuk seleksi di salah satu tim Liga 3. Dan disamping itu tim dari Nduga pun sudah menghubungi untuk persiapan Liga 3 zona Papua. Namun, karena liga 3 di batalkan, dan puji Tuhan ada teman yang ajak untuk latihan Cricket,” ungkap Stanislaus kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (19/8).

“Awalnya tidak punya niat untuk latihan Cricket, tapi ya sa mulai coba-coba karena dipaksa, ya katanya untuk persiapan PON. Jadi saya mulai mencoba untuk bermain Cricket. Awalnya tidak terpikirkan hingga bisa bergabung dalam tim PON, karena hanya ingin coba hal baru saja, tapi ini semua berkat campur tangan Tuhan Yesus, sampai bisa tergabung dalam tim dan dipilih menjadi kapten,” sambungnya.

Meski terbilang asing dengan cabang olahraga asal Inggris itu, tapi Stanislaus sudah mencicipi prestasi gemilang saat menjuarai Liga Cricket Bali 2020 bersama tim Cenderawasih. Dan PON XX 2021 juga akan menjadi sejarah bagi Stanislaus dan Cricket PON Papua. Pasalnya untuk pertama kalinya Cricket Papua akan ikut berkompetisi pada ajang olahraga terbesar tanah air tersebut.

Dirinya juga mengaku sangat antusias untuk menyambut PON XX 2021 Papua, bermain di rumah sendiri Stanislaus berambisi untuk menorehkan tinta emas bagi Cricket Papua.

“Persiapan secara pribadi sangat siap, begitu juga dengan teman-teman di tim. Kami semua sudah sangat siap untuk PON XX Papua. Kemudian mengingat kami anak ‘tanah’ jadi mati-matian untuk medali emas harga mati,” ujar atlet yang mengidolakan Steve Smith itu.

Disinggung soal calon lawan kuat yang akan mereka hadapi di PON XX, dia mengaku menaruh perhatian lebih kepada kontingen Bali dan DKI Jakarta. Menurutnya, dua kontingen itu memiliki banyak pengalaman soal cabang olahraga Cricket.

“Dua provinsi ini juga sudah lebih dulu mengenal Cricket. Apalagi di Bali dan DKI ada banyak pemain Timnas. Namun saya dan teman-teman, sudah sangat siap dan yakin pasti bisa mengatasi 2 provinsi ini,” tegasnya.

Selain itu Stanislaus juga menceritakan suka duka sebagai atlet Cricket yang membuatnya kini jatuh cinta dengan cabang olahraga permainan tersebut. 

“Yang membuat saya cinta Cricket karena Cricket tidak seperti olahraga lain. Cricket sangat respek dan disiplin. contoh sepakbola kita bisa protes wasit, tapi Cricket tidak boleh. Nah disiplin ini sangat berdampak nanti dalam kehidupan sehari-hari kami,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: