Beranda Merauke Hari Ini Berdayakan Kader Posyandu Untuk Deteksi Dini Stunting

Berdayakan Kader Posyandu Untuk Deteksi Dini Stunting

0
Para kader posyandu  yang selama beberapa hari menjalani refreshing di  Merauke. Disela-sela refreshing ini, para kader ini  diberikan  pembekalan  tentang kesehatan. ( FOTO : Sulo/Cepos  )

MERAUKE-Kader  Posyandu  memiliki  peran yang   yang sangat penting dalam membantu Dinas Kesehatan,   tidak hanya   untuk  para ibu hamil dan balita  namun   juga membantu pihak kesehatan untuk mendeteksi stunting secara dini.   

  Karena  melalui   kader posyandu ini akan memberikan  laporan kepada pihak  kesehatan  terkait dengan temuan  anak-anak  yang mengalami stunting  tersebut. Karena perannya   yang cukup  besar itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke memberikan  refreshing  kepada  para kader posyandu dari 16 puskesmas yang ada di Kabupaten Merauke dengan  diinapkan beberapa hari di swiss belHotel Merauke.  

 “Kami Dinas kesehatan tidak akan berhasil  jika tidak dibantu   para kader,’’ kata Plt  Kepala Dinas Kesehatan Dra. Erni Siahaya,  A.Pt,  ditemui,  Selasa (23/7). 

  Meski di Kabupaten Merauke belum ada data, namun  kata Erni Siahaya,  berdasarkan data WHO    bahwa Indonesia termasuk  memiliki stunting cukup  tinggi. ‘’Karena itu Indonesia berusaha menurunkan angka stunting. Kegiatan ini dilakukan untuk kader. Kader    ini  bukan untuk  menurunkan stunting namun untuk mendeteksi secara dini,’’ jelasnya. 

  Sebab, setiap bulannya para kader ini  menimbang dan mengukur  badan dari bayi dan anak balita yang   datang ke posyandu  tersebut.    Kalau  tiap bulan berat badan naik namun   tinggi badan tidak bertambah maka  salah satu tanda-tanda anak tersebut mengalami stunting.      “Seharusnya kalau  berat badan naik akan dibarengi dengan   tinggi  badan. Kadang-kadang orang   pikir, yang penting berat badan naik. Pada hal    harus seimbang antara  pertambahan berat badan  dengan  tinggi  badan,’’ terangnya. Dikatakan,  stunting  ini  akan terjadi pada anak jika nutrisi   tidak seimbang sehingga terjadi kelainan pertumbuhan kepada anak. Anak  menjadi  pendek.  

  Diakui Erni Siahaya, sampai sekarang ini   pihaknya belum memiliki data   jumlah stunting di Merauke.  ‘’Karena  ini program pemerintah lewat Presiden Jokowi, keluarga sehat melalui pendekatan keluarga. Nah, dekat degan keluarga    ini adalah  para kader  ini,’’ tambahnya. (ulo/tri)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here