Berharap Bisa Gunakan Lebih 20 Pemain

By

Sepakbola PON Papua

JAYAPURA – Tim Sepakbola PON Papua telah kembali ke Papua setelah menjalani try out di Kota Manado, Sulawesi Utara. Dalam lawatanya, tim asuhan Eduard Ivakdalam sudah menjalani 8 kali uji coba dengan tim lokal asal Negeri Nyiur Melambai julukan Sulawesi Utara. Termasuk dua kali menghadapi tim Sepakbola PON Sulut.

Ricky Cawor dan kolega tampil superior dengan menyapu bersih 8 laga yang mereka lakoni. Produktivitas gol Sepakbola PON Papua juga cukup menjanjikan dengan menorehkan 41 gol dan hanya kebobolan 1 gol.

Eduard Ivakdalam mengaku meski sukses menyapu bersih 8 laga yang mereka jalani tidak membuat dirinya puas. Legenda hidup Persipura Jayapura itu menyebutkan bahwa masih ada beberapa pekerjaan rumah yang akan mereka benahi selama berada di Jayapura. Termasuk mempertajam lini depannya.

Sayangnya, Edu sapaan akrabnya saat ini sedang diperhadapkan dengan putusan berat. Pasalnya, ia harus menentukan 20 pemain inti dari 29 pemain yang ia bonyong dalam try out. Menurutnya, seluruh pemainnya memiliki kualitas yang merata, hanya saja, kebijakan kuota 20 pemain inti dari KONI membuat dirinya harus ekstra hati-hati dalam menentukan 20 pemain tersebut.

“Memang ini sangat berat buat saya pelatih dan asisten pelatih untuk memutuskan 20 pemain itu,” ungkap Edu kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (1/8).

Tapi Edu berharap, sebagai tuan rumah ada kebijakan khusus bagi mereka. Apalagi 60 hari kedepan dinilai sangat krusial bagi mereka dalam persiapan. Sehingga ia berharap PSSI bisa memberikan mereka kebijakan khusus agar bisa menggunakan lebih dari 20 pemain.

“Kita berharap masih ada kebijakan khusus, karena kita tuan rumah bisa menambah kuota pemain, mungkin ada kebijakan khusus dari PSSI sehingga kita dalam persiapan akhir menuju PON taktik dan strategi yang kita jalankan tidak ada masalah,” ujar Edu.

Selain itu, Edu juga menuturkan, jika hanya 20 pemain, mereka akan sangat kesulitan dalam melakukan game internal. Mengingat, kuota 20 pemain tidak cukup dalam membentuk 2 tim.

“Jadi kendala dengan 20 pemain ini, jika satu pos 2 pemain sudah tidak cukup karena kita game itu 11 lawan 11, tidak mungkin kita bawa pemain dari luar itu untuk datang dengan kita untuk berlatih taktik dan strategi atau seorang pelatih yang bermain. Ini menjadi kendala sebagai pelatih dan saya akan coba sampaikan ini dengan pengurus agar ada solusinya,” jelas Edu.

“Jika tim lain dengan aturan 20 pemain itu membantu kita, tapi tuan rumah harusnya ada kebijakan jangan sampai kita kesulitan sama dengan tim lain,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: