Berharap Kompetisi Liga 1 Tak Lagi PHP

By

JAYAPURA – Kompetisi Liga 1 2021 belum pasti jelas akan digelar pada 28 Agustus 2021 mendatang. Mengingat angka Covid-19 di Indonesia khususnya di Pulau Jawa belum begitu melandai. Tentu PSSI dan PT LIB harus memutar otak agar kompetisi Liga 1 tetap berjalan tanpa menimbulkan cluster baru.

Apalagi Indonesia sudah cukup lama tertidur tanpa adanya kompetisi resmi. Indonesia sudah satu tahun lebih tanpa kompetisi resmi, tentu hal tersebut sangat miris, mengingat hampir seluruh masyarakat Indonesia sangat fanatik dengan sepakbola.

Kecemasan juga mulai menghampiri para pemain, baru-baru ini media sosial sempat diramaikan soal postingan surat terbuka dari APPI untuk Presiden Jokowi yang mengharapkan kompetisi sepakbola Indonesia bisa kembali digulir setelah 16 tahun tak digelar.

Dari surat terbuka tersebut, setiap kapten pemain dari 18 kontestan Liga 1 2021 memberikan tanda tangan sebagai bentuk permohonan dari 18 klub Liga 1 Indonesia kepada Presiden Jokowi agar bisa memberikan lampu hijau bagi kompetisi Liga 1 bisa digelar pada 28 Agustus mendatang. Dalam surat tersebut, Persipura Jayapura diwakili oleh Ian Louis Kabes.

Bahkan pelatih fisik Persipura Jayapura, Breno Araujo Rocha mengaku sudah sangat merindukan kompetisi sepakbola Indonesia. Menurut pelatih asal Brasil itu, Indonesia harus segera menggelar kompetisi domestiknya setelah sempat vakum selama satu tahun.

“Kita perlu bermain, kita perlu bersaing, kita belum memainkan pertandingan resmi sejak 13 Maret 2020, itu masalah besar kita. Kita sudah berlatih selama 5 bulan sekarang, kita perlu bermain,” ungkap Breno Rocha kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Selasa (3/8).

Menurut Breno, sangat buruk jika Indonesia terus menerus hidup tanpa kompetisi sepakbola. Ia juga mengaku sangat memahami dengan kondisi yang dialami oleh Indonesia saat ini, tapi menurutnya, Indonesia juga harus bangkit dari sepakbola.

“Saya berharap Liga dimulai sesegera mungkin, kita semua kalah tanpa kompetisi. Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak menjalankan kompetisi atau tidak memiliki perkiraan awal Liga, itu buruk,” kata Breno.

“Indonesia kehilangan banyak generasi pemain, tidak hanya para profesional, tetapi juga para pemain muda yang tidak bermain sejak Maret 2020, untuk masa depan sepak bola tanah air,” pungkas Breno. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: