Berkas Tersangka 10 Napi Masih Dilengkapi

By

MERAUKE-Berkas pemeriksaan terhadap 10 Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke yang  telah ditetapkan sebagai tersangka  pembunuhan terhadap 2  rekannya sesama Napi di Lapas Merauke beberapa waktu lalu, masih dilengkapi oleh pihak penyidik Polres Merauke. 

   Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui  Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos, SIK, mengungkapkan bahwa saat ini  pihaknya masih melengkapi  berkas pemeriksaan sesuai dengan petunjuk dari jaksa. 

   “Kita sudah  tahap I kemudian P.19 atau dikembalikan untuk kita lengkapi dengan sejumlah petunjuk yang diberikan   sesuai dengan pasal yang kita kenakan  kepada para tersangka,” jelasnya. 

    Diakui  Kasat Reskrim bahwa para tersangka tersebut saat ini masih menjalani masa pidana di Lapas Merauke atas kasus tindak pidana yang dilakukan sebelumnya. Namun jika nantinya ada yang  sudah menjalani  masa pidana atau bebas, maka   secara otomatis akan menjadi tahanan Polres Merauke sebelum kasus  pidana baru tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Merauke. 

   “Kalau ada yang sudah jalani masa pidananya sebelum berkasnya dinyatakan lengkap dan kita belum  tahap II, maka tentunya secara  hukum bebas.  Tapi karena ada kasus tindak pidana baru  yang dibuat itu maka akan menjadi  tahanan kita. Nanti kita lihat kalau ada yang bebas sebelum berkasnya P.21 apakah kita titip di Lapas Merauke atau  kita tahan di ruang tahanan Mapolres Merauke,” terangnya.

    Secara terpisah, Kalapas Merauke Lukas Laksana Frans, mengakui bahwa ke-10 warga binaannya yang menjadi tersangka  tersebut masih menjalani pidana di LP Merauke.  “Saya sudah dapat laporan bahwa ke-10   warga binaan kami yang melakukan tindak pidana  itu sampai saat ini masih  menjalani masa pidana. Informasi dari Kejaksaan bahwa,  berkas pemeriksaan dari para tersangka ini  masih P.19,” terangnya.   

   Sebagaimana  diketahui, kasus pembunuhan terhadap 2 warga  Lapas Merauke oleh ke-10 tersangka tersebut, karena kedua korban dituduh melakukan Suanggi  atau guna-guna terhadap  seorang Napi lainnya yang meninggal  sebelumnya. Padahal, napi  tersebut meninggal karena Covid-19 bukan karena diguna-guna. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: