Bertambah Tujuh Kasus Covid Klaster PON XX

By

MERAUKE- Kasus terkonfirmasi positif Covid dari Klaster Pekan Olahraga Nasional (PON) di Merauke terus bertambah. Jika sebelumnya sampai Kamis (14/10), jumlah yang terkonfirmasi positif sebanyak 31 orang, maka Jumat (15/10) kemarin kembali bertambah 7 orang yang terkonfirmasi Covid.
“Hari ini, kita ada tambahan 7 orang dari klaster PON,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Media Center Klaster Merauke, Jumat (15/10).
Nevile menjelaskan bahwa tambahan ke tujuh orang terkonfirmasi Covid tersebut semuanya dari Cabor Catur, yang terdiri dari wasit sebanyak 4 orang yang berasal dari Jawa Barat 3 orang dan Bali 1 orang. Kemudian 3 atlet catur dimana 2 berasal dari Kalimantan Timur dan 1 dari Sumatera Utara. “Jadi sampai sekarang, total Klaster PON sebanyak 38 orang,” kata Nevile.
Nevile juga menjelaskan bahwa dari 38 orang yang positif Covid tersebut, 22 orang diantaranya sudah sembuh, sehingga yang menjalani isolasi terpusat tinggal 16 orang. “Rencana Sabtu besok (hari ini,red) kita akan PCR lagi. Sedangkan 7 yang terkonfirmasi hari ini akan kita PCR ulang pada Senin mendatang,” terangnya.
Nevile juga menjelaskan bahwa dari 38 yang terkonfirmasi positif tersebut terbanyak dari Cabor Catur sebanyak 15 kasus, kemudian Anggar 11 kasus. Lalu Cabor Bermotor 9 kasus, Wushu 1 kasus, sepakbola putri 1 kasus dan wartawan 1 kasus. Nevile menjelaskan bahwa dari 38 yang terkonfirmasi positif Covid tersebut diyakini mereka sudah terkonfirmasi positif ketika datang ke Merauke.
Kecuali di Cabor Catur, dimana istri dan orang tuanya dari salah satu panpel yang diperkirakan kena di Merauke. “Karena bapaknya itu datang dari Jayapura, sedangkan anaknya dari Jakarta. Jadi diperkirakan anaknya dari Jakarta ini yang kena karena tinggal dalam satu kamar di hotel. Kemudian istri dari bapak tersebut juga kena di Merauke,” terangnya.
Perkiraan para atlet, official dan panpel tersebut kena dari luar karena ketika ditemukan dan diisolasi sembuhnya sangat cepat. ‘’Karena kemungkinan sudah kena saat dari luar tapi OTG,’’ terangnya.
Soal saat di-PCR ketika akan datang ke Merauke tidak ditemukan, Nevile menjelaskan bahwa tergantung dari cara pengambilan swab. Kalau pengambilan swabnya tidak tepat maka bisa jadi tidak terdeteksi saat di PCR. ‘’Tapi bisa juga karena dia penyintas, karena ada beberapa diantaranya adalah penyintas. Jadi yang ditemukan itu sisa-sisa virus tapi tidak lagi menyebarkan. Tapi bisa juga karena virusnya sudah sedikit sehingga saat pengambilan tidak terdeteksi dan ketika sampai di sini kemudian kita lakukan PCR kembali baru terdeteksi,’’ terangnya.
Sebab, lanjut Nevile R. Muskita, semua atlet dan official tersebut sebelum bertanding dilakukan swab antigen. Nevile juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan kasus di Merauke mengalami penurunan. “Hari ini kita ada sembuh 14 kasus, tidak termasuk yang PON,’’ terangnya.
Sehingga jumlah kasus di Merauke sisa 6 kasus. Jika ditambah dengan klaster PON jumlahnya menjadi 22 kasus. Dari 6 kasus itu, tambah Nevile, 4 kasus dirawat di RSUD Merauke, 1 kasus di Sota dan 1 kasus hasil rapid antigen yang dilaporkan dari Bupul. ‘’Kasus kematian kita dari tanggal 1 oktober sampai sekarang hanya 1 kasus. Kita berharap, tetap menjaga protokol kesehatan sehingga pandemi Covid ini segera berakhir. Karena ini kuncinya menekan laju penularan di masyarakat,’’ tambahnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: