Bertekad Nodai Gelora Bung Tomo

By
Gunansar Mandowen ( FOTO : Erik / Cepos)

Pertaruhan Nasib Djanur

JAYAPURA-Persipura Jayapura akan menantang tuan rumah Persebaya Surabaya pada lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019 di Stadion  Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8) sore nanti pukul 17.30 WIT. 

Dalam laga ini, tim Mutiara Hitam julukan Persipura bertekad menodai keangkeran Stadion Gelora Bung Tomo kandang Bajul Ijo julukan Persebaya Surabaya. 

Pasalnya, musim ini Ruben Sanadi dan kawan-kawan belum pernah tersentuh kekalahan saat bermain di depan Bonek pendukungnya. Dari enam partai kandang, Persebaya mampu meraih dua kali kemenangan dan empat kali hasil seri.

Meskipun demikian, Persebaya bukanlah lawan yang sulit bagi Persipura. Dalam dua kali pertemuan terakhir, Persipura berhasil membawa satu poin dari markas Persebaya dan menumbangkan Persebaya di Stadion Mandala Jayapura.

Selain itu juru taktik Persipura, Jacksen Tiago juga memiliki catatan manis saat bersua mantan klubnya tersebut. 

Pada Liga 1 2018, di Gelora Bung Tomo Jacksen berhasil membawa pulang tiga poin saat timnya Barito Putra mempermalukan Persebaya dengan skor tipis 1-2.

Meskipun demikian hal itu dianggap sejarah bagi Jacksen. Menurutnya, Persebaya saat ini merupakan salah satuh tim saingan Persipura menuju tangga papan atas.

“Secara pribadi tidak fokus dengan sejarah. Sebab sepak bola selalu berubah. Saya hanya berharap pemain kerja keras dan konsentrasi selama 90 menit.  Karena itu akan menentukan kita sukses atau tidak memenangkan pertandingan,” ucap Jacksen Tiago melalui rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (1/8). 

Walaupun tidak mudah mengalahkan Persebaya di depan pendukungnya, namun Jacksen tetap optimis timnya kembali bisa mendulang tiga poin. 

Pasalnya, di laga sore nanti, Persipura sudah bisa memainkan beberapa pemain pilarnya yang sempat diterpa cedera. Seperti sang kapten Boaz Solossa, Ian Louis Kabes dan Titus Bonai.

“Usai pertandingan lawan Bhayangkara FC, kita sudah melakukan persiapan di Surabaya dengan baik, tidak ada kendala. Sebelumnya ada beberapa pemain yang cedera tidak bisa tampil dan sekarang sudah dalam kondisi baik dan siap main,” ungkapnya. 

Disinggung soal striker anyarnya Mamadou Samassa yang kini telah mengikuti latihan bersama tim di Surabaya, Jacksen masih enggan membeberkan jika dirinya akan menurunkan striker asal Mali itu.

Menurutnya, ia akan menurunkan pemain sesuai dengan hasil kerja keras dan kesiapan pemain selama menjalani latihan jelang pertandingan.

“Sebenarnya yang menentukan bermain atau tidak adalah pemain bukan pelatih. Usaha mereka dalam latihan yang memutuskan mereka layak diturunkan atau tidak,” tegasnya. 

Jacksen kembali menegaskan bahwa dalam timnya ada 30 pemain yang memiliki peluang sama untuk bisa bermain. Sehingga persaingan dalam tim kian ketat untuk bisa mendapatkan jam bermain.

“Ada pemain senior, pemain muda, dan pemain asing. Tapi pada intinya mereka semua sama. Sama-sama dalam satu tim, dan sama-sama memiliki peluang yang sama. Untuk itu, kita menciptakan kemistri yang baik dalam tim dan saya tidak hanya fokus pada satu pemain,” jelasnya.  

Di laga ini, Jacksen mengaku sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan dari calon lawannya. Untuk itu, ia berharap timnya kembali bisa meraih poin penuh untuk bisa mendongkrak posisi mereka ke papan atas.

Sementara itu, pemain asing Persipura yang dipastikan bermain sejak menit awal, Ibrahim Conteh juga mengatakan hal yang sama. Menurutya, timnya saat ini dalam kondisi baik untuk meraih tiga poin dari Persebaya. Sekaligus memberikan kekalahan pertama Persebaya di markasnya.

“Tim datang ke sini (Surabaya) dengan kondisi baik. Persiapan sudah baik dan kami di sini bukan untuk jalan-jalan. Tapi memiliki tujuan bisa mendapatkan tiga poin,” tegasnya. 

Sementara itu, Pelatih Bajul Ijo, Djadjang Nurdjaman memang punya kontrak hingga akhir musim. Tapi, kebersamaan dia bersama Persebaya Surabaya bisa saja berakhir lebih cepat. 

Laga kontra Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (live Indosiar pukul 18.30 WIB) menjadi pertaruhan nasib pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Djanur memang dalam tekanan.  Pelatih 60 tahun itu belum mampu mempersembahkan kemenangan dalam lima laga terakhir.  Manajemen Green Force-julukan Persebaya juga sudah memberi warning kepada Djanur. Jika kembali meraih hasil minor, mereka akan bertindak. Termasuk kemungkinan mencari pelatih anyar.  

Djanur sadar posisinya tengah terjepit. Dan, hanya kemenangan yang bisa mengamankan posisinya sebagai pelatih Persebaya. Tapi, dia tak ingin tekanan terhadap dirinya memengaruhi performa anak asuhnya. “Saya sangat paham. Lumrah kalau ada tuntuan seperti itu (mundur). Saya malah akan jadikan itu sebagai suntikan motivasi,” kata Djanur.  

Menurutnya, situasi tersebut biasa terjadi dalam sepak bola. “Apalagi hasil yang kami raih dalam lima laga tidak memuaskan,” tambahnya. 

Meski berusaha bersikap tenang, Djanur tak menampik jika atmosfer laga kontra Persipura berbeda dengan laga-laga lainnya. “Beban berat memang ada. Tapi sekali lagi, saya anggap itu sebagai motivasi untuk meraih kemenangan,” tambahnya.

Djanur semakin tenang lantaran anak buahnya masih memberikan dukungan.  “Kami malah ingin mempersembahkan kemenangan. Sudah lama belum menang di kandang,” kata bek M. Syaifuddin. Lagipula, kondisi di ruang ganti juga masih kondusif. “Tidak ada masalah dengan pelatih. Kami percaya sama coach  (Djanur),” tambah Syaifuddin. (eri/gus/bas/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: