Bertengkar dan Kompor Ditendang, Jadilah Kebakaran

By

Pemadam Kebakaran Kota Jayapura dibantu mobil AWC Polresta Jayapura Kota saat memadamkan api yang membakar puluhan rumah di RT 005/ RW 006 Kelurahan Wai Mhorock Distrik Abepura, Jumat (3/12). Insert, seorang perempuan menyelamatkan pakaiannya saat terjadi kebakaran.(FOTO:Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Petugas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura, Jumat (3/12) kemarin disibukkan dengan dua musibah kebakaran yang terjadi di dua lokasi yang berbeda.

Kebakaran pertama terjadi di RT 005/ RW 006 Kel. Wai Mhorock Distrik Abepura, sekira pukul 09.45 WIT. Di lokasi ini api menghanguskan 7 unit rumah pribadi, 37 kamar kos dan 1 korban luka bakar atau melepuh.

Usai memadamkan api di RT 005/ RW 006 Kelurahan  Wai Mhorock Distrik Abepura, petugas pemadam kebakaran langsung bergeser ke lokasi kebakaran kedua di belakang Makorem 172/PWY sekira pukul 12.05 WIT. 

Saat tiba di lokasi kebakaran kedua, aparat Damkar harus bersitegang dengan warga lantaran dianggap terlambat bahkan nyaris beradu fisik. Warga marah karena menyebut damkar lambat datang akhirnya api membakar. Di lokasi ini satu unit rumah ludes terbakar. 

Kebakaran yang terjadi RT 005/ RW 006 Kelurahan  Wai Mhorock Distrik Abepura, kemarin merupakan yang kedua kalinya. Pasalnya akhir September lalu di RT yang sama juga terjadi musibah kebakaran. 

Hingga kemarin, Polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Pasalnya anggota Polsek Abepura masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut. 

Dari data yang dikumpulkan Cenderawasih Pos di lokasi kebakaran, diduga api berasal dari rumah warga berinisial Do alias La. Beberapa warga menduga, Do sedang ribut dengan istrinya kemudian menendang kompor dan terjadilah kebakaran. 

Fatimah, seorang warga yang kos-kosannya ikut terbakar menyampaikan, api berasal dari rumah tetangga, tak jauh dari tempat tinggalnya. 

Sepulang membeli bahan kue untuk jualannya, Fatimah sudah melihat api membesar. “Tak ada barang berharga yang saya selamatkan selain uang yang saya bawa ke pasar untuk belanja bahan kue, serta pakaian di badan,” kata ibu satu anak itu kepada Cenderawasih Pos di lokasi kebakaran.

Fatimah menerangkan, api berasal dari rumah tetangganya yang sejak beberapa hari terakhir penghuninya bertengkar. 

“Saya tidak tahu penyebab kebakaran apa, yang jelas api berasal dari rumah tetangga yang beberapa hari ini suami isteri dari penghuni rumah tersebut bertengkar. Saya datang api sudah membesar di rumah tersebut,” terangnya.

Fatimah sendiri ngekos di lokasi tersebut sejak 1 tahun terakhir. Ia berharap ini kebakaran yang terakhir di lokasi tersebut. 

Terkait kebakaran ini, Fatimah juga berharap adanya bantuan dari pemerintah. Pasalnya modal usahanya untuk membuat kue semuanya habis terbakar dan tak ada yang bisa diselamatkan selain pakaian di badan.

“Kerugian saya barang-barang untuk buat kue dan  modal saya semuanya habis padahal itu juga kredit di bank,” tuturnya.

Di lokasi kebakaran, Kabid Pemadam Kebakaran Kota Jayapura, Margareta Veronika Kirana menyampaikan, pihaknya mendapatkan informasi kebakaran dari warga sekira pukul 10:00 WIT. Tak lama kemudian, armada kebakaran mendatangi lokasi dibantu dengan AWC Polresta Jayapura Kota.

“Daerah sini (belakang Pasar Youtefa-red) merupakan daerah yang sangat mudah terbakar,  karena rata-rata bangunan berbahan kayu,” kata Margareta.

Kondisi ini menurutnya diperparah dengan rumah yang berdempatan dan kondisi sambungan listrik juga mengkhawatirkan. “Kita tidak tahu apakah penyambungan listrik di sini baik atau justru tidak sesuai dengan SNI,” tanya Margareta.

Disampaikan, dengan adanya pertumbuhan penduduk maka tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian dari masyarakat harus ditingkatkan. Apalagi menjelang Natal, dimana tingkat kesibukan masyarakat terutama pedagang semakin tinggi.

“Di lokasi kebakaran rata-rata pemukiman para pedagang, sehingga ada kemungkinan human eror dan kemungkinan lainnya adalah korsleting. Kami minta masyarakat tingkatkan  kewaspadaan dan kehati hatian, terutama di daerah daerah yang padat penduduk yang berpotensi terjadinya kebakaran,” terangnya.

Terkait dengan kebakaran ini, 7 armada dari pemadam kebakaran Kota Jayapura diturunkan di lokasi kejadian dibantu mobil  AWC dari Polresta. Selain itu, sejumlah mobil tangki air bersih ikut membantu menyuplai air ke mobil Damkar dan mobil AWC.

Margareta juga mengingatkan masyarakat, dalam setiap kejadian kebakaran. Dimana pihaknya membutuhkan lokasi akses yang baik untuk mobil pemadam kebakaran bermanuver.

“Kami selalu mengalami kesulitan menjangkau lokasi kebakaran lantaran banyaknya masyarakat yang datang ke lokasi kebakaran bukan untuk membantu, mereka datang hanya menjadi penonton di lokasi kebakaran. Foto dan video tanpa tahu kepentingganya untuk apa, ini sangat  menyulitkan bagi kami memadamkan api,” bebernya.(fia/ade/cr-265/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: