BPKP dan Lembaga Aset Audit Peralatan PON XX

By

MERAUKE-Badan Pengawasan   Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama lembaga aset yang ditunjuk oleh PB PON Papua sedang melakukan audit terhadap seluruh peralatan yang diterima baik dari kementerian  maupun dari PB PON Papua  untuk 6 cabang oahraga yang dipertandingkan pada PON XX Papua Klaster Merauke.  

   “Sementara ini kita sedang diaudit oleh  BPKP dan Lembaga Aset yang ditunjuk oleh PB PON,” kata Koordinator  Peralatan Subda PB PON Papua Klaster Merauke Dra. Hj. Majinur, M.Si, ketika dihubungi lewat telpon selulernya, kemarin.

    Majinur yang juga Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke ini menjelaskan bahwa  seluruh peralatan PON dari 6 Cabor  yang dipertandingkan di Merauke itu diterima dan dimasukan dalam gudang  sementara yang disewa di Pertenten Cikombong Merauke. Kemudian  pada H-7 dari pihak Panpel dan Teknical Delegate (TD)   menyurat ke  pihaknya  untuk mengeluarkan  jenis-jenis barangnya.

   “Kemudian H-3 kita sampaikan barang-barang itu ke Venu. Semnetara pada  H+1, seluruh peralatan itu ditarik kembali ke gudang,” terangnya.  

   Seluruh  peralatan tersebut lanjut Majinur dicatat kembali saat digudangkan.  Pencatatan itu, sesuai dengan jumlah dan jenis barang. Namun lanjutnya, bahwa dalam pelaksanaannya ada juga dari peralatan tersebut yang rusak, seperti   Cabor Anggar. Beberapa stik yang digunakan ujungnya patah, termasuk  lampu yang digunakan. Begitu  juga untuk gulat, dimana ada layar TV yang dirusak. 

   “Di Cabor bermotor ada juga beberapa  sepeda motor yang rusak berat karena mengalami insiden saat pertandingan. Kalau tidak salah antara 3-4 unit motor rusak berat. Ada juga rusak sedang,” terangnya. 

   Semua peralatan atau barang tersebut diaudit apakah sesuai dengan jumlah dan jenisnya. “Sementara ini kita diaudit.  Setelah audit itu baru dilaporkan ke PB PON,” jelasnya. 

    Soal nanti apakah peralatan tersebut dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Merauke,  Majinur menjelaskan bahwa hal  tersebut menjadi ranah pembicaarn Bupati Merauke Romanus Mbaraka dengan Gubernur Papua Lukas Enembe.

    “Kalau sekarang sih ranah Subda PON Papua Klaster Merauke  dengan PB PON. Kalau nanti setelah diaudit  kemudian kita serahkan ke PB PON selanjutnya PB PON akan menyerahkan ke   Gubernur  Papua barulah menjadi bahan diskusi antara Bupati Merauke dengan Gubernur Papua,” pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: