Buat Tim Penanggulangan di Lapangan, Selalu Cek di Daerah Rawan

By

Para tukang ledeng atau karyawan PDAM yang bekerja keras memperbaiki jaringan pipa air PDAM yang rusak akibat diterjang banjir di intake Entrop, belum lama ini. (FOTO: Ayu/Cepos)

Upaya Instansi Pelayanan Publik Meminimalisir Gangguan Akibat Bencana Alam (Bagian-I)

Setiap kali terjadi musibah baik kebakaran maupun bencana alam di Kota Jayapura, seperti  banjir, tanah longsor, pasti ada gangguan pelayanan publik, baik dari PDAM Jayapura, PLN, Telkom, Telkomsel dan lainnya. Lantas bagaimana upaya instansi tersebut dalam meminimalisir gangguan pelayanan disaat ada bencana alam?

Laporan: Priyadi_Jayapura

Saat hujan deras mengguyur di Kota Jayapura, hal yang paling ditakuti masyarakat adalah terjadinya banjir dan tanah longsor. Jika bencana alam ini terjadi, sudah pasti imbasknya  akan ada pelayanan publik yang terganggu. 

  Pengalaman dari terjadinya bencana alam yang berimbas kepada gangguan pelayanan kepada masyarakat, tentu harus menjadi pelajaran. Meski tidak bisa dihindari sepenuhnya, namun paling tidak gangguan tersebut cepat teratasi, sehingga tidak muncul keluhan dari masyarakat. Apalagi yang menjadi korban dari musibah kebakaran maupun bencana alam tadi. 

   Paling sering adalah, PDAM Jayapura, sebab setiap kali hujan deras, aliran air harus dimatikan, karena intake air PDAM keruh. Apalagi kalau hujan deras, seperti yang terjadi  Jumat (7/1) lalu, yang mengakibakan jaringan pipa air ada yang putus. Jaringan pipa yang kebanyakan peninggalan sejak zaman Belanda ini rusak, akibat kena material bebatuan atau terseret air. Intake air PDAM  keruh atau tertimbun material, tentu butuh waktu lebih lama agar pelayanan air bisa normal. 

  Selain itu, untuk di PLN, setiap kali hujan deras, banjir atau kebakaran, demi keamanan maka bisa dipastikan jaringan listrik dipadamkan. Sebab, jika ada kabel yang putus atau tiang yang roboh, risikonya sangat besar, bisa taruhan nyawa dari warga yang tersengat aliran listrik. Karena itu, jaringan kabel  harus diperbaiki dulu, dan dipastikan dalam kondisi aman, baru listrik dialirkan kembali.   

  Begitu juga untuk telkom dan Telkomsel, jaringan  juga rawan mati atau putus, jika aliran listrik tidak ada atau  accu cadangan di tower mati. Hal-hal ini tentu sangat merugikan masyakat apakah yang terdampak maupun yang tidak terdampak, contohnya saja banjir yang terjadi pada hari Jumat (7/1) lalu, keluhan warga banyak dirasakan dimana di daerah Kali Acai, Youtefa Abepura, Organda, Entrop, dan sekitarnya.

    Dimana akibat jaringan pipa utama PDAM Jayapura putus di intake Kojabu, hampir 60 persen pelanggan PDAM Jayapura tidak bisa mendapatkan air. Dirut PDAM Jayapura Dr.H.Entis Sutisna, SE.,MM., pun  langsung menurunkan tim teknik di lapangan untuk bergerak cepat dalam memperbaiki mana saja jaringan pipa air yang putus untuk segera diperbaiki dan dilakukan normalisasi sungai dampak banyaknya material bebatuan yang turun sehingga ada alat berat yang diturunkan.

   Hanya saja, upaya perbaikan ini tentu butuh waktu dan biaya. Sebab, intake PDAM ini bukan berada di tempat yang mudah dijangkau. Perlu tenaga ekstra untuk memobilisasi peralatan untuk perbaikan pipa yang putus di intake air PDAM, yang rata-rata di tengah hutan dan di ketinggian. 

   Padahal, kebutuhan air masyarakat tidak bisa ditunda-tunda. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan PDAM yang mencapai ribuan ini, perlu segera disikapi. Terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana banjir maupun longsor, droping air dengan mobil tangki sangat dibutuhkan. Hal itu juga yang dilakukan PDAM dengan armada mobil tangki airnya. 

  Abas warga Entrop, mengaku akibat banjir,  jaringan air PDAM Jayapura saat itu tidak bisa mengalir akhirnya ia terpaksa membeli air isi ulang. Ia berharap PDAM Jayapura bisa terus menjaga jaringan pipa air dan intakenya jangan sampai setiap hujan deras selalu ada pipa putus atau air mengalir keruh

   Dirut PDAM Jayapura Entis Sutisna mengaku, memang salah satu pekerjaan yang sering terjadi jika ada hujan deras bahkan sampai banjir pasti ada pipa jaringan PDAM Jayapura yang putus karena diterjang derasnya arus  air.  Jadi dalam mengatasi ini semua PDAM Jayapura telah memiliki tim teknis yang bertugas turun di lapangan untuk mengatasi hal itu.

   Dan upaya yang telah dilakukan PDAM Jayapura dalam meminalisir dampak pelayanan PDAM Jayapura terus melakukan rehabilitasi jaringan pipa air PDAM yang memang sudah lama dipasang. Untuk itu perlu dilakukan rehabilitasi penggantian pipa yang baru dan ini telah dilakukan  termasuk dalam pembersihan intake supaya di saat ada hujan deras material bebatuan yang turun dari atas hutan atau gunung tidak menutupi intake.

   Menurut Entis, memang daerah yang yang sangat diwaspadai jika terjadi hujan deras adalah di intake Entrop dan di intake Kojabu, karena memang material bebatuan saat hujan deras bisa turun ke sungai dan menutupi intake atau mematahkan pipa. Sedangkan di intake Entrop jika terjadi hujan deras airnya keruh, karena tidak ada bak penampung sehingga harus menunggu hujan reda maka air bisa kembali jernih.

  Lantas bagaimana dengan pihak PLN dan Telkom mengantisipasi atau meminimalisir gangguan pelayanannya, terkait dengan musibah kebakaran dan bencana alam ini? (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: