Bukan Guru , Tapi Siswa dari 3 Kampung yang Mengungsi

By

MERAUKE-Permasalahan yang terjadi di Waan, ternyata bukan  guru yang  mengungsi karena merasa situasi di sekolah dinilai kurang kondusif seperti  yang disampaikan Ketua PGRI  Kabupaten Merauke  kepada media ini baru-baru ini, tapi siswa-siswi SMPN Waan dari 3 kampung. 

   Hal itu disampaikan Kepala Dinas  Pendidikan Kabupaten  Merauke Thiasoni Betaubun, S.Sos, M.Pd, MM yang telah kembali dari Waan pada Rabu (24/11).  Ditemui Cenderawasih Pos, Thiasoni mengungkapkan yang pulang  ke kampungnya adalah siswa-siswi dari Kampung Kladar, Kampung Sabom dan  Kampung Tor.  Mereka  kembali ke kampung halamannya dan tak mau kembali lagi ke sekolah terkait dengan permasalahan yang terjadi di Asrama.

   “Tapi permasalahan itu kita juga tidak bisa menjelaskan awal mulanya sampai  siswa-siswa itu pulang kampung dan tidak mau  kembali lagi  ke SMPN Waan,’’ katanya. 

  Menurutnya  untuk Kampung Sabon ada  sebanyak 27 orang, Kladar 25 orang dan di Kampung Tor sebanyak 43 siswa.  Sehingga jumlah siswanya sebanyak 95 orang.  Thiasoni menjelaskan bahwa siswa-siswa tersebut tidak mau kembali lagi ke  SMPN Waan sehingga pihaknya   turun ke Waan tersebut sekaligus untuk mengumpulkan data lapangan  untuk dilakukan kajian  untuk menempatkan satu  SMP persiapan untuk 3 kampung tersebut. 

   Sebab,  ketiga kampung itu memiliki 3 SD yang secara persyaratan memenuhi  untuk dibuatkan  satu sekolah tersendiri. Apalagi, jarak  antara  ketiga kampung tersebut dengan Waan cukup jauh sehingga mendirikan sekolah baru adalah adalah salah satu solusi untuk mendekatkan pelayanan pendidikan kepada siswa siswa yang ada di 3 kampung tersebut. “Kami akan buatkan kajian kemudian kita serahkan nanti ke pak bupati  untuk beliau putuskan,” terangnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: