Bupati Didimus: Jika Ada Kendala Dihadapi, Segera Cari Solusinya

By

Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH yang didampingi  Wakil Bupati, Esau Miram S.IP saat memimpin rapat koordinasi antar OPD  di Aula Kantor Bupati Yahukimo, Selasa, (7/6).

YAHUKIMO- Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH  memimpin langsung rapat koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di Aula Kantor Bupati Yahukimo,  Selasa, (7/6).

Bupati Didimus Yahuli, SH yang didampingi Wakil Bupati, Esau Miram S.Ip, Asisten I Sekda  Suhayatno mengatakan, rapat tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja dan kegiatan yang telah dilakukan oleh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo selama ini. 

Pada kesempatan tersebut, bupati  mengatakan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), maka  harus mempunyai rasa loyalitas terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing. 

” Saya harap, pimpinan OPD dapat melakukan tindakan sesuai dengan prosedur, agar kegiatan yang dilakukan tepat sasaran, sesuai dengan tujuan yang diharapkan bersama,”katanya. 

Jika ada kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaan kegiatan, harus secepatnya dicarikan solusi agar semua bisa berjalan dengan baik.

Sekadar diketahui, penanganan permasalahan kebencanaan, pelayanan kesehatan, sosial, ekonomi dan pembangunan infrastruktur menjadi pembahasan utama pada rapat tersebut. 

Pada kesempatan itu, bupati juga memberikan kesempatan kepada seluruh pimpinan OPD untuk menyampaikan keluhan dan laporan kegiatan maupun program kerja sebagai evaluasi, baik keuangan maupun kegiatan yang selama ini dilaksanakan oleh OPD. 

 “Bagi kepala distrik yang sejak dilantik sampai sekarang belum ke tempat tugas, segera ke tempat tugas, ASN yang sudah dikasih nota dinas, tapi belum masuk sampai hari ini, segera masuk untuk menjalankan tugasnya,”pintanya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Esau Miram, S.IP menyampaikan tiga hal yang harus menjadiperhatin bersama yakni masalah pertanahan dan tanah hibah di Kota Dekai yang perlu diukur baik oleh pertanahan agar tidak bermasalah lagi, baik tanah hibah maupun tanah pemukiman masyarakat. 

Hal kedua tentang dana desa. Dikatakan, masyarakat kampung lebih suka menerima dana itu di kampung dari pada di kota, sebab jika diterima di kota maka dana itu tidak akan dibawa lagi ke kampung.”Bagi ASN yang selama ini tidak masuk kantor agar segera masuk supaya pemerintahan bisa berjalan baik, bendahara sekarang bayar gaji ASN di kantor, tidak boleh lagi kirim melalui rekening, “pungkasnya. (Humas) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: