Bupati Merauke Wacanakan Lockdown

By

MERAUKE-Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka mewacanakan  untuk melakukan penutupan penerbangan penumpang  atau lockdown terkait dengan terus meningkatnya kasus Covid-19 di Kaupaten Merauke. Rencana lockdown ini disampaikan Bupati Merauke Romanus Mbaraka saat melakukan pertemuan dengan tokoh agama yang ada di Merauke  di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Senin (12/7) kemarin. 

  Diketahui, saat ini Pemkab Merauke  hanya mengizinkan penerbangan 2 kali masuk ke Merauke setiap minggunya. Namun sebelum kebijakan  tersebut diberlakukan, Group Lion Air sudah tidak melakukan penerbangan atau cancel sejak 10-20 Juli mendatang.  

  Selain lockdown penerbangan penumpang,  bupati  akan melarang adanya kegiatan kumpul-kumpul seperti  syukuran maupun resepsi pernikahan. Dalam dua minggu  terakhir, Pemkab Merauke masih memperbolehkan  kegiatan kumpul-kumpul  untuk menggelar syukuran atau resepsi pernikahan, namun  dengan pembatasan  yakni hanya 50 persen yang diisi dari kapasitas gedung yang ada. 

   “Memang evakuasi kita setelah satu minggu dengan pekerjaan Covid yang ada, memang Merauke kita harus ambil keputusan yang tidak populer. Keputusan  ekstrim, karena rata-rata yang meninggal dalam sehari antara 1-4 orang. Ini sudah sangat ngeri. Penduduk kota kita hanya sekitar 60.000. Ini kalau kita tidak ambil keputusan ekstrim yang mungkin banyak orang  sakit hati tapi demi kepentingan umum  ini harus dilakukan,” tandas Bupati Romanus Mbaraka, MT, kepada wartawan seusai pertemuan tersebut. 

   Bahkan kata bupati, kemungkinan tempat peribadatan akan ditutup sementara. “Tokoh agama mengusulkan agar tempat peribadatan ditutup. Karena penyebaran virus ini sangat cepat, hampir 100 kali lebih cepat dari virus sebelumnya,” terangnya. 

  Selain itu, lanjut Bupati Romanus bahwa dari pemeriksaan 100 sampel  swab PCR, rata-rata positif 30-60 orang dan itu  cukup mengerikan. Seharusnya  untuk Merauke yang positif  di bawah 5 orang. “Sehingga mau tidak mau ada keputusan populer yang akan saya ambil. Kalau saya closed bandara, tapi tokoh agama usulkan kalau boleh pesta-pesta dan acara kumpul-kumpul diclosed sama semua. Bahkan kalau  pesta nikah yang hadir hanya pengantin dan  tokoh agama yang akan menikahkan,” terangnya.

   Karena itu, Bupati Romanus Mbaraka mengimbau masyarakat bahwa satu-satunya jalan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah berdiam di dalam rumah masing-masing. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: