Bupati Tolikara Kembangkan Kampung Agrowisata Terpadu

By

KARUBAGA-Bupati Tolikara, Usman G.Wanimbo, SE., M.Si., mendorong pengembangan sektor pertanian yang dipadukan dengan pariwisata yang disebut agrowisata di seluruh wilayah Kabupaten Tolikara. Program ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekenomi melalui komoditas unggulan lokal sesuai visi dan misinya.

Guna mendukung visi dan misi Bupati Usman G. Wanimbo, SE., M.Si., dan Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH., MH., ini, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tolikara, mengembangkan komoditas unggulan seperti perkebunan kopi, jahe merah, nenas, jeruk dan komoditas unggulan lokal lainnya di sejumlah kampung potensial yang tersebar di seluruh Tolikara.

Komoditas unggulan itu dikolaborasikan dengan potensi wisata di kampung. Hal ini terlihat saat Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tolikara, Ir. Palangsong Latuconsina menhgelar acara ngopi pagi di kampung agrowisata Linggirame, Desa Ebenhaesar, Distrik Karubaga, Kabupaten, Selasa (23/3) lalu.

Acara ngopi pagi tersebut dihadiri Asisten II Sekda Tolikara,  Yusak Totok Krido Sasongko dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Tolikara. Hadir pula Kapolres Tolikara, AKBP. DR. Y.Takamuly, Perwira Penghubung Kodim Jayawijaya Wamena, Danton Brimob, Danton Pos TNI Maleo Karubaga, Danpos Minagi serta tokoh masyarakat lainnya.

Acara itu juga dihadiri tamu undangan lainnya dari penggiat kopi, peternak dan pemilik kafe di Karubaga.

Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo, SE., M.Si., yang diwakili Asisten II Sekda Tolikara, Yusak Toto Krido Sasongko pada acara itu mengapresiasi pengembangan pertanian dan perikanan serta peternakan secara menyeluruh di Tolikara.

Bahkan telah diproduksi ramuan baru kopi jahe merah yang menjadi produk unggulan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Tolikara.

Selain itu beberapa komoditas unggulan telah diproduksi dinas terkait di antaranya minyak buah merah dan jus nenas. Serta jus jeruk dan ada beberapa komoditas unggulan yang terus dikembangkan Dinas Pertanian dan Perikanan Tolikara.

“Pertanian ini, kita masyarakatkan lebih giat lagi dengan mengajak masyarakat yang gemar berkebun untuk menanam jahe merah,” ungkap Yusak Sasongko dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos dari Diskominfo Kabupaten Tolikara, Rabu (24/3).

Dikatakan, komoditas unggulan lokal lain yang patut dikembangkan saat ini salah satunya singkong. Masyarakat diajak menanam singkong untuk makanan lokal yang bisa diolah menjadi tepung tapioka. Seperti halnya dengan di daerah pesisir pantai adalah sagu. Karena makanan ini sangat cocok untuk anatomi tubuh orang Papua yang berbeda dengan saudaranya suku lain di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Yusak Sasongko meminta peningkatan program pelatihan kepada masyarakat melalui dinas terkait. Dirinya berharap, pihak terkait bukan hanya memberikan penyuluhan tetapi bisa membimbing masyarakat berkebun kopi dan pengelolaannya secara baik.

“Pemasaran juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan kerja sama dengan Dinas Koperasi dan Perdagangan UKM Tolikara patut didukung dengan promosi yang tentu menjadi bagian utama agar produksi unggulan bisa dikenal luas,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Tolikara Ir. Palangsong Latuconsina menegaskan komiditi ekonomi yang sedang dikembangkan melalui agrobisnis dan agroindustri adalah kopi, jahe, buah merah, nenas,dan jeruk. Termasuk ubi jalar dan singkong.

Pihaknya juga mengembangkan ternak babi dan perikanan dalam bentuk kolam. “Namun saat ini masih fokus perkebunan kopi dan ekonomi masyarakat lainnya. Perkebunan kopi sudah mulai bergerak sejak tahun 2013 yang lalu dan sudah diolah beberapa varian yaitu kopi jahe merah, biji kopi dan lain sebagainya,” ungkap Latuconsina.

Terkait hal ini, pihaknya mengimbau semua pihak untuk bahu membahu memberdayakan ekonomi masyarakat Tolikara.

“Potensi agrobisnis dan agroindustri dikolaborasikan dengan wisata yang disebut dengan agrowisata yang lebih tren saat ini. Kita mulai berkolaborasi antara pertanian dan peternakan dengan pariwisata seperti di kampung Linggirame ini,” ujarnya.

Pihaknya memilih kopi sebagai komoditas yang bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani karena komoditi kopi sudah bisa bersaing, tidak saja di Papua dan Indonesia tetapi sudah mendunia.

“Telah digelontorkan program satu keluarga memiliki kebun kopi 2 hektar. Dengan menanam 2 ribu pohon saja dalam jangka waktu 3 sampai 4 tahun bisa menghasilkan miliaran rupiah. Karena umur panen kopi 2 tahun sudah berbuah,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Tolikara AKBP DR.Y.Takamuly mengatakan kepolisian mempunyai program Bimas Noken dengan kegiatan membangun kampung tangguh. Dimana sasaran kegiatannya di antaranya pertanian, taman baca TK- PAUD, peternakan dan pariwisata.

Polres Tolikara menurutnya sudah membagun kerja sama dengan Pemkab Tolikara terutama dinas terkait seperti dinas pertanian dan pendidikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memajukan pendidikan di kampung.

“Kami datangi kampung tangguh hanya memberikan sport atau dukungan untuk masyarakat lebih maju,” tambahnya.

Salah seorang petani kopi Kampung Linggirame, Emas Bogum menyebutkan bahwa dataran Tolikara tanahnya subur. “Tanpa pupuk, kita tanam apa saja tumbuh subur. Apalagi tanam bibit kopi pasti tumbuh subur. Masyarakat Tolikara gemar bertani, sehingga digenjot menanam kopi tentu dengan penuh semangat menanam,” tuturnya.

Emas Bogum menambahkan, kesulitan yang dihadapi selama ini yaitu terkait pemasaran. Untuk itu, pihaknya berhara dinas terkait bisa membuka pemasaran agar komoditas kopi bisa dijual cepat di pasaran.

Sekedar diketahui, dalam acara ngopi pagi tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan menyuguhkan minuman toli coffee, roti ubi ungu, hasil olahan komoditas unggulan lokal Tolikara dan keripik kladi cakra minage hasil olahan Pos TNI Minage Tolikara. (Diskominfo Tolikara/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: