Business Matching UMKM Perbatasan Timur di Ikuti 50 Pelaku Usaha

By

Suasana pameran UMKM di halaman Kantor Bank Papua yang dikemas dalam program Business Matching UMKM Perbatasan Timur Indonesia, Kamis (17/11) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Kepala Regional OJK Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, Darwisman menjelaskan pihaknya sangat mengapresiasi  kegiatan yang dilaksanakan Business Matching UMKM Perbatasan Timur Indonesia. Menurutnya ini kegiatan yang sangat bagus karena merupakan sebuah program sinergi antara perbankan kemudian Pemerintah Daerah dan UMKM.

 “Ini membangun ekosistem bisnis yang sangat baik, Business Matching UMKM, ini merupakan produk-produk unggulan daerah, dipertemukan dengan perbankan dalam hal pembiayaanya, disini perbankan bukan hanya dari sisi pembiayaan saja tetapi juga dari sisi pendampingan kemudian sampai mencari akses pasarnya,”Katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (17/11) kemarin.

Diakuinya, ini merupakan hal yang sangat luar biasa tentunya kegiatan seperti ini akan terus pihaknya kawal dan dorong agar kedepannya nanti semua UMKM yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat bisa mendapat akses keuangan dengan baik.

“Harapan saya keunggulan unggulan UMKM yang terdiri dari kurang lebih 44 Kabupaten/Kota yang tersebar di Papua dan Papua Barat agar dapat dipetakan produk-produk unggulannya, sehingga bisa di Matching nantinya ada kontribusi misalnya dana APBD daerah dilakukan pelatihan, untuk melatih infrastruktur dan dari Bank akan dibantu pembiayaan,”Terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Papua, F. Zendarto menjelaskan, dalam kegiatan Business Matching UMKM Perbatasan Timur Indonesia, yang tengah dilakukan merupakan kegiatan kolaborasi dari Perbankan Himbara, Bank Panin, Bank Papua dan OJK serta Pemerintah Provinsi Papua yang melibatkan 50 Pelaku UMKM unggulan dari Papua dan Papua Barat.

“50 UMKM yang terlibat ini merupakan binaan dari Perbankan-perbankan tersebut,  kegiatan ini pada prinsipnya sangat kami dukung, sehingga kami menyiapkan tempat, kedepannya kami akan fokus memperhatikan perkembangan UMKM,” terangnya.

“Untuk kebijakan Bank Papua sendiri memang lebih fokus di tahun 2023 untuk pengembangan UMKM di Provinsi Papua maupun Papua Barat bahkan untuk provinsi-provinsi baru yang telah ditetapkan,”Tambahnya. (ana/gin)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: