Calo Palsukan KTP, Harga Tiket Pesawat di Wamena Selangit

By
BANDARA WAMENA: Tampak kepadatan aktivitas warga di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, kemarin. ( FOTO : Denny/Cepos)

JAYAPURA-Lonjakan penumpang yang terjadi menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, dimanfaatkan oleh oknum di sekitar Bandara Wamena untuk mencari keuntungan pribadi dengan memainkan harga tiket pesawat.

Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, harga normal tiket pesawat Wamena-Jayapura sebesar Rp 800 ribu, di tangan para calo dijual dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. 

Parahnya lagi, para calo ini diduga nekat memalsukan KTP milik calon penumpang yang membeli tiket agar calon penumpang tersebut bisa berangkat menggunakan tiket yang dijual para calo. 

Salah seorang warga sebut saja Melati mengakui adanya modus pemalsuan KTP yang dilakukan para calo terhadap calon penumpang yang hendak berangkat dari Bandara Wamena tujuan Bandara Sentani. 

Melati yang mengaku mengalami hal tersebut saat hendak terbang dari Bandara Wamena menuju Sentani, Sabtu (25/5).   

Saat itu, Melati tiba di Bandara Wamena langsung didekati calo yang menanyakan tiket kepadanya. “Dia tanyakan tiket, kemudian menawarkan untuk membantu mendapatkan tiket. Setelah itu, calo ini meyampaikan akan mengecek terlebih dahulu,” ungkap Melati kepada Cenderawasih Pos di Kota Jayapura, Selasa (28/5). 

Tidak lama kemudian menurut Melati, sang calo datang dan meminta KTP dan menyampaikan harga tiket ke Jayapura sebesar Rp 2 juta. 

Setelah menyetujui harga tiket yang ditawarkan, calo tersebut menurutnya pergi membawa KTPnya yang asli. Tidak lama kemudian, calo ini kembali membawa tiket dan menyerahkan dua KTP kepada Melati yaitu KTP aslinya dan satu lagi KTP palsu yang diduga discan.

“KTP yang discan itu memang betul ada foto saya namun namanya diganti dengan nama orang lain sesuai dengan tiket yang saya pegang. Jadi hanya nama saya saja yang diganti di KTP yang discan,” bebernya sambil memperlihatkan KTP hasil scan yang diterima dari calo di Wamena.  

Yang membuat Melati heran yaitu dirinya tidak mengalami kesulitan saat masuk ke dalam ruang tunggu bandara termasuk saat akan naik ke atas, meskipun dirinya memegang tiket yang bukan atas nama dirinya serta KTP palsu hasil scan dari calo. 

Terkait praktek percaloan ini, Melati berharap pihak berwenang segera mengambil langkah-langkah agar masyarakat tidak dirugikan dengan harga tiket pesawat yang selangit. 

“Kalau untuk mereka yang ekonomi atas, mungkin tidak merasa jumlah uang dua juta tapi kalau masyarakat biasa tentunya sakan angat terasa dengan harga tiket yang melambung tinggi,” ucapnya.

“Saya waktu itu, terpaksa beli karena harus berangkat dengan terburu-buru dan terus terang saya merasa dirugikan. Untuk itu, saya berharap ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap praktek percaloan ini,” sambungnya.

Pengalaman yang nyaris sama juga dialami penumpang lain sebut saja Arjuna yang baru tiba dari Wamena. Saat hendak terbang dari Bandara Wamena, Arjuna mengaku tiket tujuan Jayapura baru ada minggu depan. 

Meskipun demikian, dirinya sempat ditawari tiket yang harganya mencapai Rp 2 juta. Karena harga tiket yang ditawarkan kepadanya sangat tinggi, Arjuna akhirnya memilih antre untuk turun ke Jayapura menggunakan pesawat Herculus milik TNI AU. 

“Kami dengar harga tiket sampai Rp 2 juta dan akhirnya kami pilih antre naik Hercules. Kami tidak mau tunggu tiket murah sampai minggu depan,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Klas 1 Wamena, Joko Harjani menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dengan praktek percaloan di Bandara Wamena. 

Joko menyebutkan, sebelumnya bersama pihak terkait dalam hal ini tim Saber Pungli Polres Jayawijaya telah  menangkap dua orang yang diduga calo. 

Selain itu, di Bandara Wamena menurutnya juga telah didirikan Posko pengaduan yang ditangani langsung oleh bandara maupun tim Saber Pungli KP3 Udara Polres Jayawijaya di samping pintu masuk. 

“Kalau ada yang lapor ke Posko, kami akan cari langsung orangnya. Kami sudah rapat dengan pihak Polres dan keamanan pokoknya tidak ada ampun bagi calo,” tegasnya saat dihubungi Cenderawasih Pos, Selasa (28/5). 

Selain itu, Joko Harjani juga meminta masyarakat untuk menyerahkan bukti untuk menindaklanjuti pihak-pihak yang mempermainkan harga tiket pesawat dengan menjual di atas ketentuan Menteri Perhubungan Nomor 106  Tahun 2019. 

“Apabila masyarakat menemukan bukti mohon diberikan kepada kami agar menjadi bukti kuat untuk kami lapor ke pimpinan. Saya di sini tegas sekali dan pokoknya tidak ada yang bermain dengan harga tiket. Harga tiket harus sesuai ketentuan. Jadi saya yakin bahwa pegawai staf saya tidak ada yang bermain karena saya sudah berikan perintah tegas,” ujarnya.

Untuk harga tiket yang dijual dua maskapai yang melayani rute Jayapura-Wamena yaitu Trigana dan Wings Air menurutnya berkisar antara Rp 794 ribu sampai dengan Rp 830 ribu. 

“Kami selalu mengimbau masyarakat untuk membeli tiket, langsung di tempat pembelian tiket,” tambahnya. 

Terkait keluhan habisnya tiket untuk beberapa minggu ke depan, Joko menyebutkan hal ini tidak terlepas dari adanya lonjakan penumpang. Sementara seat yang tersedia untuk pesawat   ATR 72 yang dioperasikan Trigana Air dan Wings Air melayani rute Jayapura-Wamena pulang pergi sangat terbatas. 

“Untuk penerbangan Wamena-Jayapura, pesawat ATR hanya mampu membawa 45-50 penumpang untuk sekali terbang. Oleh sebab itu terjadi penumpukan penumpang dan tiket sudah habis untuk 34 hari ke depan,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Trigana Air Wamena Michael Biduri menyampaikan bahwa pihaknya melayani rute penerbangan Jayapura-Wamena pulang pergi sebanyak 5 kali setiap hari. Jumlah tersebut diakuinya sudah maksimal, sehingga apabila terjadi lonjakan penumpang seperti saat ini, tentunya akan berdampak pada terjadinya penumpukan penumpang.  

“Dari tahun ke tahun kami sudah maksimal dan walaupun hari biasa juga sudah maksimal. Kami bersyukur dengan kondisi lonjokan penumpang seperti saat ini, ada Hercules yang bisa membantu mengurangi penumpukan penumpang,” tandasnya. 

Dengan lima penerbangan setiap hari menurut  Michael untuk melakukan penambahan penerbangan sudah tidak memungkinkan mengingat waktu yang sudah tidak cukup. “Kalau satu kali penerbangan bisa bawa 50 penumpang, maka setiap hari kami hanya bisa membawa 250 sampai 300 penumpang. Itu sudah maksimal untuk pesawat jenis ATR 72,” tambahnya.

Michael mengaku sudah mengajukan penambahan armada dan manajemen Trigana sedang berusaha menghadirkan kembali pesawat Boeing yang dulu sempat melayani rute penerbangan Jayapura-Wamena. 

“Manajemen sedang berusaha agar pesawat Boeing bisa kembali lagi ke Wamena. Tetapi saat ini sedang dalam perawatan dan diharapkan dalam waktu dekat sudah bisa kembali,” pungkasnya.(oel/jo/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: