Cari Anak Putus Sekolah Sampai ke Kampung-Kampung

By

MERAUKE-Kepala Sekolah SMAN I Merauke  Sergius Womsiwor, S.Pd, M.Pd, bersama Kapolsek Bupul Iptu Aris Untung melakukan penyisiran atau pencarian anak-anak yang putus sekolah sampai ke kampung-kampung lokal. 

  Ditemui media ini di  ruangannya, Senin  (9/8), Sergius  Womsiwor mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan tersebut bersama dengan Kapolsek Bupul merupakan bagian dari implementasi konstitusi negara dimana setiap anak mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan yang layak. 

   Apalagi, dengan adanya UU Otonomi Khusus  (Otsus) Papua  yang memberikan ruang  yang lebih  besar bagi anak-anak Papua untuk bisa  menikmati dan mengeyam pendidikan yang lebih baik. Namun  fakta yang terjadi terutama  di kampung-kampung banyak  anak-anak asli Papua yang putus  sekolah dengan berbagai alasan, mulai dari masalah guru, masalah pembiayaan, masalah  makan minum  bagi anak tersebut. 

   “Jadi banyak masalah yang membuat anak-anak ini  putus sekolah dan kalau ini tidak ditangani  mulai dari sekarang maka akan membuat anak-anak negeri ini menjadi penonton  ke depan,’’ tandasnya. 

  Karena itu, lanjut dia, dengan keterbatasan  anggaran dalam menangani masalah  ini, pihaknya yang dibantu dengan Kapolsek Bupul dalam hal ini atas restu Kapolres Merauke  Untung Sangaji, berusaha untuk menyisir  anak-anak yang ada di sejumlah kampung yang putus sekolah  tersebut. 

   “Seperti di Kampung Baad  Distrik Animha kemarin, kami temukan sekitar 40-an anak  yang putus  di SMP dan tidak lanjut ke SMA atau SMK,” terangnya.   

  Dikatakan, masalah anak  putus sekolah ini tidak bisa ditangani satu pihak tapi harus menjadi permasalahan bersama  dan dikerjakan secara bersama. “Saya sebagai tenaga pendidikan sekaligus sebagai pemerhati pendidikan, hanya menyuarakan sehingga proses ini bisa dikerjakan bersama,” katanya.

   Ia meminta kepada seluruh pejabat yang ada di atas tanah Papua  untuk memberikan sedikit   perhatian kepada anak-anak asli Papua yang belum mendapatkan pendidikan yang layak. Dikatakan, kehadiran  Kapolsek Bupul dalam memberikan kepedulian pendidikan terutama bagi anak asli Papua, harus menjadi motivasi bagi semua pejabat yang ada di Merauke terutama  dalam hal ini bupati Merauke dan Kepala Dinas Pendidikan Papua. Juga yang menjadi presentatif  mewakili rakyat Merauke adalah DPRD Merauke.

   “Saya harap dewan  juga memiliki waktu dengan mengundang semua stakeholder baik Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan  Dinas Pendidikan untuk kita duduk bersama bagaimana  menangani anak-anak  putus sekolah ini terutama anak-anak asli Papua,” jelasnya. 

   Ditambahkan, saat ini pihaknya telah menangani anak-anak putus sekolah di 7 titik. Dimana 2 titik  adalah anak-anak pecandu lem aibon, sedangkan 5 titik adalah kerja sama dengan Kapolsek Bupul Aris Untung dan Ketua KPU Merauke  Theresia Mahuze. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: