Ciptakan Ketahanan Pangan Lewat Pemanfaatan Pekarangan Rumah

By
Praktek pembuatan pupuk organik di Kelurahan Rimba Jaya, Distrik Merauke, baru-baru ini.  ( FOTO : Istimewa/Cepos )

MERAUKE-  Pemanfaatan pekarangan untuk pemenuhan pangan keluarga adalah kegiatan penamanan sayur mayur, bumbu, dan buah-buahan yang merupakan sumber pangan keluarga. Pangan yang dipenuhi tersebut meliputi sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan lemak bagi tubuh manusia. Pemenuhan kebutuhan pangan juga dapat dilakukan dengan memelihara ternak unggas yaitu ayam, itik, ataupun mentok serta memelihara ikan di pekarangan rumah.  

    Kepala Bidang Konsumsi Penganekaragaman dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke Tersisius Andreas Kasman Rimbayana, SP.    pada   proyek perubahannya  mengungkapkan, kegiatan  budidaya tanaman di sekitar pekarangan membuat pekarangan bersih.   

  Luasan lahan ada sekecil apapun itu digunakan sebagai tempat menanam tanaman atau digunakan untuk mengatur wadah tanaman. Rumput yang merupakan gulma tidak akan selalu dibersihkan kemudian diolah kembali menjadi pupuk organik. Sisa makanan dapat digunakan sebagai pakan ternak. Limbah dari dapur dalam bentuk sisa makan dan bahan organik lainnya dapat diolah pula menjadi pupuk organik.

 ‘’ Dengan adanya pemanfaatan sampah sebagai bahan pupuk secara tidak langsung melatih anggota keluarga untuk memisahkan sampah organik dengan sampah anorganik,’’ kata Tersisius Rimbayana kepada media ini,   Kamis (22/8).

  Menurutnya, kotoran ternak dapat juga diolah menjadi pupuk organik. Limbah ternak dan sampah organik lainnya yang tidak digunakan untuk pemenuhan pupuk di pekarangan sendiri dapat di kirim ke unit-unit pembuatan organik yang ada di Kabupaten Merauke.

  ‘’Saat ini, sudah ada dua unit tempat pembuatan pupuk yang ada di Merauke yaitu yang di kelolah oleh dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta yang dikelolah oleh dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. Sampah anorganik berupa botol-botol ataupun ban bekas dapat dimanfaatkan sebagai media tanam,’’ jelasnya.  

  Dikatakan, pemanfaatan sampah untuk pupuk dan media tanah dimaksud dapat mendukung terciptanya sikan hidup zero waste. Dimana sampah yang keluar dari rumah untuk masuk ke Tempat Pembuangan sampah Sementara (TPS) semakin sedikit karena telah termanfaatkan sebelumnya.  ‘’Proyek perubahan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menyelesaikan ataupun setidaknya mengendalikan beberapa hal yang menjadi faktor pendukung kemajuan di Kabupaten Merauke,’’  terangnya.  

  Adapun hal yang dimaksud kata dia pertama adanya perubahan pola pikir masyarakat. Kedua, peningkatan keterampilan masyarakat lalu ketiga penyediaan pangan beragam, bergizi seimbang  dan aman. Lalu   adanya perbaikan ekonomi keluarga, serta berwawasan lingkungan.  Tersisius Rimbayana menjelaskan bahwa pemanfaatan  pekarangan  tersebut telah dipraktekan di sejumlah  rumah warga yang ada di Merauke  termasuk  pembuatan pupuk organik  baik dalam bentuk padat maupun  pupuk organik  cair, seperti Kampung Nasai, Distrik Semangga, Kampung Kumbe Distrik Malind dan Kelurahan Samkai   Distrik Merauke.   (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: