Cuaca Ekstrem, Hambat Penerbangan Cargo 

By

WAMENA-Kondisi cuaca ekstrem yang menyelimuti Kabupaten Jayawijaya  beberapa hari kemarin berdampak pada penerbangan yang masuk ke Bandara Wamena. Sebab, akibat kabut dan kumpulan awan tebal yang terjadi, sejumlah penerbangan cargo harus ditunda.

  Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Wamena Subahari mengaku sejak Jumat (28/8)  memang ada pertumbuhan awan atau konvergensi yang disertai dengan angina. Biasanya menjelang bulan purnama adanya pertumbuhan awan di daerah pegunungan, kalau di daerah pantai disertai dengan gelombang tinggi, khusus di pengunungan apabila terjadi pertumbuhan awan akan terkumpul awan hujan.

  “Sejak sejak Jumat malam hingga Sabtu ada pertumbuhan awan konvektif yang mengakibatkan hujan lebat, BMKG Jayawijaya juga telah membuat peringatan dini yang disampaikan ke BPBD Provinsi Papua  Kita di BMKG kalau ada cuaca ekstrem yang bisa menimbulkan bencana longsor kita biasanya memunculkan peringatan dini disampaikan ke grup-grup kepada penanggungjawab yang berwenang,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Sabtu (29/8) kemarin

   Kata Subahari, khusus pertumbuhan awan di Wamena ini terjadi karena tingkat elevasi atau tingkat kelembabannya tinggi, di Wamena pertumbuhan awan itu dimulai dari ground atau dari tanah, ini terjadi kalau malam hari hujan lebat, maka pagi hari itu biasanya menimbulkan kabut. Untuk kabut ini faktor yang mempengaruhi unsur penerbangan antara lain, arah dan kecepatan angin, tinggi dasar awan, jarak pandang  dan tekanan  udara.

   “Selain menyampaikan prakirawan cuaca, kita juga punya laporan yang bisa diakses  dari stakeholderdi Papua khususnya di Wamena, Kami juga sampaikan ini ke ATC bandara Wamena, serta apabila ada pesawat yang ingin masuk ke Wamena juga bisa mengakses weather (cuaca) yang   disampaikan.”katanya

  Ia mengaku untuk cuaca ekstrime ini BMKG sudah menginformasikan kepada ATC bandara Wamena tentang cuaca pada jumat dan sabtu bahwa cuaca ini tak mendukung pesawat berbadan besar itu masuk pagi hari, sebab SOPnya jarak pandang harus sampai 5 Km, ketinggian dasar awan harus berapa 1000 Feet harus dipatuhi.

  “Perubahan cuaca saat ini  sudah memenuhi syarat semua untuk menunda penerbangan, karena faktor cuaca, pertumbuhan awan konvektif ini tak hanya di Wamena tetapi sampai di Jayapura juga, sejak jumat malam awan konvektif itu di Pegunungan Tengah Papua, sekarang sudah ke Jayapura.”jelas Subahari.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: