Beranda UTAMA PAPUA Daerah Pegunungan Papua Jebol

Daerah Pegunungan Papua Jebol

0
KETERANGAN PERS Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi, didampingi Direktur RSUD Wamena dr. Felly Sahureka, dan Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen saat memberikan keterangan pers di gedung Wenehule Huby, Kantor Otonom Wamena, Kabupaten Jayawijaya, kemarin.  ( FOTO: Denny/Cepos)

JAYAPURA- Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) mengakui bahwa upaya Pemprov Papua agar tidak ditemukannya kasus Covid-19 di daerah Pegunungan Papua akhirnya jebol. 

Pasalnya terdapat dua kabupaten di Pegunungan Tengah Papua yang telah dilaporkan memiliki kasus positif Covid-19, yakni di Jayawijaya dan Mamberamo Tengah.

“Jumlah daerah dengan kasus positif Covid-19 bertambah dua kabupaten. Kedua kabupaten ini ada di daearah pegunungan. Upaya kita selama hamper tiga  minggu belakangan ini agar tidak menemukan kasus positif di daerah pegunungan akhirnya jebol. Ada tiga kasus di daerah pegunungan,” ungkap dr. Silwanus Sumule, saat video conference, Senin (13/4) kemarin.

Disebutkan, di Jayawijaya terdapat dua kasus positif. Dimana kedua pasien tersebut tengah dalam perawatan. Satu dari dua pasien positif ini adalah seorang dokter. Kondisi kedua pasien diketahui sakit ringan sampai sedang. 

“Ini menjadi perhatian kita. Mohon dukungan dari masyarakat karena di rumah sakit, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, kami sangat membutuhkan tenaga dokter yang dapat melayani masyarakat di sana. Dengan kondisi ini, maka dokter yang bersangkutan kami isolasi,” tambahnya.

Sedangkan di Mamberamo Tengah terdapat satu kasus positif, yang mana perawatan terhadap pasiennya itu dirujuk ke Jayawijaya. 

Dengan kasus di Mamberamo Tengah dan Jayawijaya, dr. Sumule mengakui bahwa hal tersebut haruslah mendapat perhatian semua komponen masyarakat. Khususnya pemerintah daerah masing-masing. Dimana harus ada langkah strategis yang dapat dibuat untuk menghambat penyebaran penyakit mematikan ini di daerahnya.

“Tim bidang kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua sangat terbuka jikalau kedua kabupaten ini membutuhkan bantuan. Intinya, kita harus memberikan perhatian yang serius sehingga jangan sampai semua daerah di pegunungan terdampak Covid-19,” terangnya.

Dipaparkan dr. Sumule, untuk Kota Jayapura, terdapat 22 kasus positif, di mana 14 pasien tengah dirawat, lima pasien sembuh, dan tiga pasien meninggal dunia. Untuk Kabupaten Mimika, terdapat 19 kasus positif, 13 pasien dirawat, tiga pasien sembuh, dan tiga pasien meninggal dunia.

“Untuk Kabupaten Jayapura, terdapat 11 kasus positif, delapan pasien di antaranya sedang dirawat (3 pasien dirawat di Kota Jayapura), dan satu pasien meninggal dunia. Untuk Kabupaten Merauke, terdapat tujuh kasus positif, dimana empat pasien tengah dirawat dan tiga pasien telah dinyatakan sembuh. Adapun, di Keerom, terdapat dua kasus positif yang semua pasiennya dirawat di Kota Jayapura,”bebernya. 

Seperti diketahui, berdasarkan data terkini Satgas Covid 19 Provinsi Papua per Senin (13/4) kemarin, diketahui bahwa jumlah kasus positif Covid 19 di Papua kembali bertambah enam kasus dari hari sebelumnya, sehingga totalnya kini mencapai 67  kasus positif kumulatif.

Dari 67 kasus positif kumulatif tersebut, 46 pasien tengah mendapat perawatan, 15 pasien dinyatakan sembuh, dan tujuh pasien meninggal dunia. Sementara untuk data Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3216 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 83 pasien. 

Secara terpisah, Tim Covid -19 Pemda Jayawijaya memastikan adanya tiga pasien positif Corona baru usai pemerintah Jayawijaya melakukan penutupan bandara dan pembatasan aktivitas masyarakat yang sudah berjalan selama 2 kali diberlakukan. Dimana saat ini tiga pasien tersebut dalam penanganan medis di Ruang Isolasi RSUD Wamena.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat jumpa pers di gedung Wenehule Hubi Kantor Otonom Jayawijaya mengakui jika sejak malam pihaknya telah mengkonfirmasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua terkait hasil tes yang dikirim ke Labkesda Provinsi Papua. 

“Dengan adanya tiga orang positif ini, kami sudah mengambil langkah untuk bagaimana yang satu dari Mamteng sudah memang dalam perawatan. Kebetulan masuk dengan kondisi malaria dan ternyata kita periksa hasilnya positif. Sementara yang dua kembali dari daerah terpapar saat sebelum penutupan bandara.”ungkapnya Senin (13/4) kemarin.

Lanjut Jhon Banua, dua orang yang positif dan diketahui baru pulang dari daerah terpapar itu sebenarnya tidak menujukkan gejala. Namun saat dilakukan pemeriksaan swebnya, keduanya dinyatakan positif. 

Sedangkan yang positif dari Mamteng itu langsung dari Jayapura dan sejak tanggal 13 masuk di Puskesmas Ilugwa hingga dirujuk ke RSUD Wamena.

“Dengan positif malaria ini kita rawat dan sudah rawat karena gejalanya sudah menjalar ke Covid-19 dan ternyata hasilnya juga positif sehungga sudah di ruang isolasi.”tuturnya

Untuk salah satu pasien positif yang riwayat perjalanannya dari daerah terpapar dalam negeri kebetulan sejak datang sudah melakukan karantina mandiri. sehingga dilakukan pengawasan dengan pemberian obat. Sementara yang satunya lagi akan ambil lagi sampel swabnya dan dilakukan tahapan-tahapan pelayanan dengan memberikan obat.

“Kepada masyarakat di Jayawijaya dan pegunungan tengah jangan ada isu yang berkembang lain, sehingga dengan ada tiga orang positif supaya lebih banyak tinggal di rumah. Sekarang kita sudah tahu ada positif, saya harap masyarakat supaya tidak keluar rumah,” pinta Jhon Banua. 

Ia juga menegaskan  bahwa pemerintah akan menggelar rapat kembali dengan Forkopimda untuk mengambil langkah-langkah tindak lanjuti mengenai social distancing yang direvisi menjadi pukul 18.00 akan tutup full atau apa.

“Kami juga masih mencari alur kontak pasien yang positif. Dimana tim sedang mencari semua. Juga sudah koordinasi dengan Bupati Mamteng supaya akses keluarga mereka juga harus dicari tahu,” sambungnya. 

Di tempat yang sama Direktur RSUD Wamena, dr Felly Sahureka mengatakan, dalam penanganan Covid -19 pihaknya akan bagi berdasarkan kategori, ringan, sedang dan berat mengingat daya tampung RS Wamena yang terbatas.

 “OTG tetapi terkonfirmasi positif Corona, dia akan dirawat terpisah, sehingga kita akan pantau dia dan berikan pengobatan secara standar agar dia tidak menularkan ke orang. Orang yang diisolasi di rumah sakit itu kategori berat,” jelasnya

Ia juga menyatakan pasien dari Kabupaten Mamteng ini dilakukan swab karena gejalanya ini khas Covid-19. Untuk itu, keluarga pasien juga tetap dilakukan pemeriksaan swab untuk pengamanan. Selain itu orang yang sempat kontak dengan pasien juga perlu dilakukan pemeriksaan. 

Sementara pasien  yang dinyatakan  positif   terpapar  virus  Corona yang  dirawat  di RSUD Merauke kembali bertambah. Jika     sebelumnya  tinggal tiga  pasien,maka   sejak  Senin  (13/4) bertambah satu  orang  sehingga menjadi empat  pasien  positif  Covid-19. 

Ini karena   pasien  dalam pengawasan (PDP) yang sebelumnya  dinyatakan  negatif dan   dipulangkan   ternyata  hasil konfirmasi terakhir dari Litbangkes   Jakarta, menyatakan pasien   18  positif terpapar  Corona.  “Pasien  positif    bertambah  satu  orang yakni  pasien  18.  Jika sebelumnya  dinyatakan  negatif, ternyata  hasil  konfirmasi  terakhir   pasien 18 ini positif  terjangkit  Corona,” ungkap   Plt  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita   yang juga juru bicara  Covid-19  saat   dihubungi media ini,  Senin (13/4).    

Dengan bertambahnya   pasien   Covid-19 tersebut, maka total   warga Merauke   yang  terjangkit  Corona sebanyak  7 orang. Dimana  tiga diantaranya  dinyatakan sembuh yakni pasien 01, 02 dan 14. Sedangkan   yang masih menjalani perawatan di  RSUD  Merauke  sebanyak  empat  orang yakni  pasien 13, pasien 16, pasien 17 dan pasien  18. 

Sementara pasien 19 dari  hasil   pemeriksaan  laboratorium dan swab dinyatakan negatif.    Selain  pasien positif Corona yang bertambah,    juga  PDP bertambah  satu orang yang diberi nama pasien 21.  Pasien  wanita 20  tahun  tersebut menurut  Nevile mengalami  demam  dan batuk. “Dia memiliki riwayat perjalanan  dari Timika  dan pulang menggunakan  kapal Tatamailau beberapa waktu lalu,” jelasnya.  

Dengan    bertambahnya  satu orang PDP  tersebut maka jumlah  PDP yang  dirawat dan  diisolasi di RSUD Merauke sebanyak dua orang. Yakni pasien  20, laki-laki berumur    5 tahun.   “Statusnya seperti apa untuk pasien 20,  kita  belum tahu, karena   sampel  spesimennya belum  kita kirim. Belum ada  penerbangan. Termasuk    pengiriman kembali spesimen dari  pasien 13,” ucapnya. 

Mengenai  pemeriksaan dari penumpang Lion    Air  Jayapura-Merauke   pada tanggal  24 Maret  lalu, Nevile menjelaskan  bahwa  dari 110  total penumpang yang ada,   baru 90   orang yang melakukan pemeriksaan. 

Dari 90   orang tersebut, hanya satu  yang dilakukan  rapid test yang hasilnya positif. Sedangkan    89  lainnya, negatif. (gr/jo/ulo/nat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here