Damkar Kekurangan Sarana Prasarana Pendukung

By
Lilik Adi   Sulistyanto

MERAUKE- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar)   Satpol  PP Kabupaten Merauke Lilik Adi   Sulistyanto  mengaku hingga saat ini pihaknya   masih kekurangan sarana prasarana, untuk mengatasi masalah kebakaran yang cenderung meningkat belakangan ini. 

    ‘’Jadi sampai sekarang  kita masih menghadapi kekurangan sarana prasarana.   Sapras itu masih sangat  terbatas,’’ kata  Lilik  kepada Cenderawasih Pos di sela-sela  memadamkan   kebakaran dua rumah di Jalan Biak Merauke, Senin (7/10). 

   Menurutnya,  sesuai dengan SPM yang dimiliki, sekitar  15 kilometer harus ada Damkar minimal 1 unit  dengan posko Damkarnya. Sementara di dalam melindungi  Kota Merauke, kata Lilik ,  baru memiliki satu posko    yakni di Satpol PP.  

   Lilik juga mengungkapkan bahwa dalam Rencana Strategis  (Renstra)   Pemerintah Kabupaten Merauke  bahwa dalam 5 tahun kepemimpinan Bupati Merauke Frederikus  Gebze-Sularso,  sejogyanya  sudah bisa  memiliki 5  unit mobil Damkar.  

  ‘’Tapi sampai sekarang,  kita masih memakai 2 mobil  bahkan mobil Damkar ini kita  tidak memiliki tanki air sebagai suplai     ke mobil Damkar. Seharusnya  mobil   tanki air  ada untuk selalu mensuplai ke mobil Damkar  sehingga  di dalam   memadamkan kebakaran bisa  lebih  cepat. Tapi karena kendala itu sehingga kita terlambat memadamkan secara tuntas,’’ jelasnya.    

   Karena belum adanya   mobil tanki tersebut, sehingga  mobil  Damkar tersebut yang harus  pergi mencari air untuk dilakukan pengisian. ‘’Kalau  dua  Damkar ini sebenarnya  bukan  untuk  pengisi  air tapi sebagai penembak  memadamkan api,’’ jelasnya.   

   Dari sisi    SDM, menurut  Lilik bahwa  jumlah   personel  sudah cukup dan  selalu sigap ketika  terjadi musibah kebakaran  untuk datang memadamkan  kebakaran. ‘’Yang masih menjadi  kekurangan kita adalah  sarana  prasarana yang masih terbatas,’’ jelasnya.   

     Lilik menjelaskan, dengan kurangnya sarana prasarana pendukung  tersebut  membuat  personil  Damkar yang menjadi sasaran  masyarakat   di lapangan. 

  ‘’Karena itu  kepada bapak-bapak penentu anggaran, cobalah   perhatikan Damkar. Tujuan kita adalah untuk melindungi  masyarakat  kita dari ancaman kebakaran. Karena kita tidak tahu  sewaktu-waktu  terjadi  kebakaran. Kalau    kebakaran itu terjadi malam, kami  tidak bisa koordinasi lagi dengan PDAM  dan tanki-tanki air karena mereka sudah tidur nyenyak. Sementara  Damkar  memiliki protap  1 x 24  jam harus selalu  siaga  di Posko,’’ tandasnya.  (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: