Dandim Belum Berikan Keterangan Lebih Jauh

By

MERAUKE-Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol Czi Muh. Rois Edy Susilo, ST, belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait dugaan adanya keterlibatan oknum anggotanya terkait dengan mobil bodong yang berujung ditetapkannya seorang oknum ASN lingkup Pemkab Merauke berinisial ML sebagai tersangka.
Ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (5/8), Dandim mengaku belum bisa bicara banyak karena dirinya belum mengetahui secara pasti adanya dugaan keterlibatan anggotanya dalam kasus itu. “Saya belum ketemu pak Kapolres. Tapi, nanti saya konfirmasi lagi ke Kapolres,” jelasnya.
Namun demikian, tandas Dandim bahwa jika itu oknum anggotanya maka tentunya akan diproses secara hukum. “Intinya kita proses secara hukum kalau itu oknum anggota saya. Bukan kita mau menutup-nutupi, tapi sampai sekarang saya belum ketemu dengan Kapolres. Rencana pagi ini saya mau ke sana, tapi karena ada vidcon, sehingga belum sempat. Intinya, kalau itu ada keterlibatan oknum anggota saya maka kita akan proses hukum,” pungkasnya.
Secara tepisah, Wadan Denpom XVII/3 Merauke Mayor CPM Erwanto, S.Sos, mengungkapkan, bahwa tugas polisi militer adalah menangani penegakan disiplin dan tata tertib. “Terkait dalam hal perkara-perkara konektivitas, yang mungkin ada kaitannya dengan sipil keterkaitan dengan TNI. Dalam hal ini perkara tersebut, mohon dikonfirmasi lagi ke pihak kepolisian dengan kepastian perkara tersebut apakah benar dalam perkara itu konektivitas antara sipil dan TNI. Karena ini berkaitan dengan perkara institusi. Jangan sampai dalam hal institusi ini ada ketersingungan. Jadi tolong untuk rekan-rekan wartawan, apakah ada keterkaitan dengan TNI. Kami pun akan terbuka lebar dalam hal menangani perkara tersebut,” jelasnya.
Dikatakan, jika ada yang berkaitan dengan perkara konektivitas maka terlebih dahulu dilimpahkan ke Polisi setelah itu tindaklanjutnya ke POM. “Sampai detik inipun dari kepolisian belum ada pelimpahan perkara yang bapak –bapak sampaikan,” terangnya.
Dikatakan, dalam hal kasus tersebut awalnya kalau memang ada keterlibatan oknum TNI maka terlebih dahulu akan diperiksa sebagai saksi di kepolisian, dan kalau cukup bukti akan ditingkatkan menjadi tersangka. Tapi karena polisi tidak berwenang menangani jika ada oknum TNI yang diduga melakukan tindak pidana, tentu akan dilimpahkan ke POM untuk proses hukum lebih lanjut.
Namun demikian, tandas Wadan Erwanto bahwa jika dalam kasus ini ada keterlibatan oknum TNI, pihaknya tidak akan pandang bulu dan tidak akan pilih –pilih. “Sebagai penegak hukum netral. Intinya netral. Jadi tolong dikoordinasikan lagi ke Polisi apakah ada keterlibatan oknum TNI. Syukur-syukur kalau bisa dikoordinasikan dengan pihak kepolisian,” pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: