Dari 27 Pasien hingga Total 133 Pasien, Semuanya Sembuh

By

Setelah 0 Kasus Covid-19, KM Tidar Akan Tinggalkan Kota Jayapura

Kontrak KM Tidar sebagai Kapal Isolasi Terapung bagi pasien Covid 19 di Kota Jayapura segera berakhir akhir bulan ini. Demikian, kapal milik PT Pelni itu akan meniggalkan Kota Jayapura usai Kapten beserta seluruh awak kapal melakukan pertemuan terakhir bersama Tim Satgas Covid 19 Kota Jayapura, Selasa (26/11) lalu.


Laporan: Gratianus Silas


Tak terasa pengabdian KM Tidar di Kota Jayapura bakalan usai di akhir bulan ini. Terhitung lebih dari dua bulan sudah kapal penumpang milik PT Pelni itu disulap menjadi tempat isolasi terpadu bagi warga Kota Jayapura yang terpapar Covid 19.
Sejak peresmian pengoperasian kapal putih ini, sebanyak 27 pasien Covid 19 dipindahkan dari LPMP Kotaraja yang kala itu menjadi tempat karantina terpadu bagi warga kota yang terpapar Covid 19 dengan gejala sakit ringan dan tanpa gelaja (OTG).
Berangkat dari 27 pasien yang dipindahkan itu, terhitung total 133 warga Kota Jayapura terpapar Covid 19 dirawat di kapal tersebut, di mana 131 pasien di antaranya dinyatakan sembuh, dan hanya 2 pasien saja yang dirujuk ke rumah sakit. Bahkan dalam beberapa hari ini menjelang akhir kontrak, sudah tak ada lagi pasien yang dirawat di kapal tersebut. Tak adapula catatan pasien meninggal dunia.
Bahkan kapal putih ini sempat juga memberikan pelayanan kesehatan bagi atlet dan ofisial dari luar daerah usai mengikuti PON XX Papua. Tercatat, dari total 133 pasien kumulatif yang dirawat di KM Tidar, 83 pasien di antaranya merupakan atlet dan ofisial PON XX Papua.
Tak heran, Ketua Satgas Covid 19 Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., sangat mengapresiasi kapten, seluruh awak kapal, serta tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi warga kota yang terpapar Covid sebagai wujud pekerjaan kemanusiaan dalam penanganan Covid 19 yang dilakukan.
“Selama dua bulan lebih KM Tidar berada di Pelabuhan Jayapura, memberikan pelayanan bagi warga kota yang terpapar Covid 19. Terima kasih untuk kapten kapal, crew kapal, dan seluruh tenaga medis yang berperan besar dalam melakukan pekerjaan kemanusiaan dalam penanganan pasien Covid 19,” terang Dr. Benhur Tomi Mano, MM.
Tomi Mano sangat mengapresiasi rapid response dalam realisasi surat permohonan kapal PT Pelni tersebut, sehingga KM Tidar dapat difungsikan sebagai tempat isolasi terpadu bagi warga yang terpapar Covid 19 di Kota Jayapura.
“Sebagai Ketua Satgas Covid 19 dan juga Wali Kota Jayapura, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menhub RI yang sangat bijak, arif, dan cepat menanggapi surat permohonan kami dari Pemkot Jayapura perihal permintaan kapal penumpang yang difungsikan menjadi tempat isolasi terpadu Covid 19,” ungkapnya.
Memimpin Tim Satgas Covid 19 Kota Jayapura, Wali Kota memang mengerahkan berbagai cara dalam penanganan Covid 19 di Kota Jayapura. Ini semua untuk menyelamatkan warga kota dari ancaman kematian akibat Covid 19.
Pemkot Jayapura menggelontorkan Rp 4 miliar lebih untuk menyewa Hotel Sahid sebagai tempat karantina terpadu pada 2020 silam, di awal penyebaran Covid 19 yang signifikan. Hasilnya cukup memuaskan dengan tingkat kesembuhan mencapai 86 persen.
Setelahnya, Pemkot Jayapura menyewa lagi Gedung LPMP Kotaraja sebesar Rp 1 miliar, yang mana mendapatkan hasil tingkat kesembuhan mencapai 96 persen dari pasien yang dirawat. Makanya, di awal peresmian pengoperasian KM Tidar sebagai kapal isoter, Tomi Mano sangat berharap tingkat kesembuhan kapal tersebut mencapai 100 persen. Terbukti, dari total pasien yang dirawat secara kumulatif, termasuk para atlet dan ofisial dari luar daerah, semuanya dinyatakan sembuh 100 persen, dengan hanya 2 pasien saja yang dirujuk ke rumah sakit.
“Saya selaku Ketua Satgas Covid 19 Kota Jayapura berterima kasih di mana tugas kemanusiaan ini dilakukan dengan sangat baik dan sempurna,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, menjelaskan bahwa track record KM Tidar sebagai kapal isoter sangat baik hingga di akhir kontrak. Makanya, KM Tidar dikembalikan ke PT Pelni dengan legowo karena hingga di minggu akhir sebelum akhir masa kontrak, sudah tidak ada lagi pasien Covid 19 yang dirawat.
“Memulangkan KM Tidar ini tidak secara terpaksa. Di tempat isolasi terpadu sebelumnya itu harus kita pindahkan pasiennya ke tempat isolasi yang baru, ketika kontrak habis. Tapi kali ini benar-benar zero case di KM Tidar. KM Tidar telah menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. Terima kasih untuk kerja samanya selama ini,” tambah Kadinkes dr. Ni Nyoman Sri Antari.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: