Beranda UTAMA PAPUA Data Kerusakan Bangunan Capai 787 Unit

Data Kerusakan Bangunan Capai 787 Unit

0
Puing –puing bangunan kantor Pemerintah yang ludes dibakar pada pasca aksi anarkis 23 September lalu (FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menetapkan jika bangunan yang terbakar pasca insiden aksi anarkis dua minggu lalu mencapat 787 rumah, kios, ruko dan bangunan milik pemerintah, serta instansi vertikal yang dibakar kemarin sementara untuk kendaraan yang terbakar 122 unit untuk roda 4 dan roda dua 101 unit.

   Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengakui jika data kerusakan akibat kebakaran ini dilakukan secara terpadu   dengan melakukan pendataan dari pinggiran Kota seperti Pikhe hingga masuk ke Perkotaan melihat bangunan yang terbakar kemarin sehingga data ini nantinya dimasukan ke Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial.

  “Jumlah kerusakan ini adalah data resmi pemerintah daerah yang dikeluarkan dimana ada 787 rumah, perkantoran , kios dan ruko yang terbakar, sehingga mungkin kita akan serahkan ke kementrian PUPR untuk mengambil langkah selanjutnya,”ungkapnya Sabtu (4/10) kemarin.

   Setelah Data ini masuk, Kata Jhon Banua, pemerintah berharap Kementerian PUPR bisa segera membangun kembali rumah , ruko dan fasilitas pemerintah dan perkantoran ini secepatnya agar masyarakat bisa segera kembali melakukan aktifitasnya seperti biasa kembali, meskipun saat ini banyak ruko dan kios yang terbakar itu sudah ditinggal pemiliknya.

  “Kami berharap kementerian PUPR dan Kemenetrian Sosial bisa melihat ini, bagaimana membangun tempat yang terbakar ini kembali seperti biasa. Karena ini untuk masyarakat bisa kembali membangun Jayawijaya,”katanya 

  Jhon Banua menegaskan, setelah dilakukan pendataan maka data ini telah dibuatkan surat pengantar untuk diserahkan kepada Presiden RI , lewat, Gubernur Papua dan kementrian yang terkait, sehingga semua pelaporan –pelaporan juhlah kerusakan ini sudah dikirimkan.

   Sebelumnya Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementrian Sosial Ri Harry Hikmat mengakui saat ini yang dibutuhkan kemensos yakni pendataan yang akurat terhadap rumah –rumah yang rusak dalam kategori rusak berat, Sedang dan ringan, nantinya sudha ada koordinasi antara kemensos, PUPR dan BNPB untuk mendukung pembangunan rumah itu bisa segera dilakukan tentunya kerjasama dengan Pemprov Papua dan Pemda Jayawijaya. (jo/tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here