Delapan Pengibar Bintang Kejora Jadi Tersangka

By

Delapan orang yang terlibat dalam pengibaran bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih saat digiring ke Mapolda Papua, Rabu (1/12). Saat ini, mereka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Papua. (foto: Elfira/Cepos)

*Mengaku Kelompok Universitas Kaki Abu

JAYAPURA-Setelah melakukan pemeriksaan selama 1 x 24 jam, Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua, menetapkan 8 orang sebagai tersangka yang diduga terlibat dalam aksi pengibaran bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih, Ditrik Jayapura Utara, Rabu (1/12).

Delapan orang tersangka tersebut yakni berinisial MSY, YM, MY, MK, BM, FK, MP dan MW saat ini sudah dilakukan penahanan di Mapolda Papua. 

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara yang dipimpin langsung Direktur Reskrimum Polda Papua, Kombes Pol. Faizal Ramandani.

Direktur Reskrimum Polda Papua, Kombes Pol. Faizal Ramandani mengatakan, peristiwa hukum yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana yang dilakukan delapan orang tersangka sebagaimana dimaksud pasal 106 KUHP Jo Pasal 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP tentang permufakatan untuk melakukan kejahatan terhadap keamanan negara.

“Kedelapan tersangka tersebut telah ditahan di Rutan Mapolda Papua untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Penahanan tersebut berdasarkan surat perintah penahanan nomor 197, 198, 199, 200, 201, 202, 203 dan 204, tanggal 2 Desember 2021,” ungkap Faizal saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (2/12).

Dijelaskan Faizal, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, delapan orang ini mengaku sebagai kelompok universitas kaki abu.

“Saat kami mintai keterangan, mereka mengaku kelompok universitas kaki abu. Siapa orang di belakang mereka sedang kami dalami. Kedelapan orang yang kami amankan masing-masing memiliki peran,” beber Faizal.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, tersangka MY alias M berperan sebagai pemimpin aksi dan pengibar bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih. MY menurut Kamal, juga yang membuat bendera bintang kejora dan spanduk serta pemimpin rapat pada Selasa (30/12) juga sudah diamankan. “Kasus masih terus didalami,” kata Kamal.

Sementara itu, Koordinator Litigasi Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, Emanuel Gobay mengatakan, informasi penetapan tersangka diterima koalisi dari Kepala Unit 1 Reskirim Polda Papua di ruangannya.

“Delapan orang mahasiswa diperiksa sebagai tersangka dengan didampingi oleh Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua,” kata Emanuel melalui rilisnya. 

Emanuel Gobay mengatakan, setelah Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua tiba di Polda Papua, selanjutnya bertemu dengan Kepala Unit  Pemeriksa 8 mahasiswa pengibar bendera bintang kejora di GOR Cendewarasih Jayapura.

“Status mereka  telah dinaikan menjadi tersangka atas dugaan tindak pidana makar sebagaimana diatur pada Pasal 106 KUHP junto Pasal 110 KUHP junto Pasal 87 KUHP. Delapan mahasiswa ini diperiksa sebagai tersangka dengan didampingi oleh Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua,” jelasnya.

Gobay mengungkapkan  sampai saat ini, sudah ada 2  orang yang sedang diperiksa sebagai tersangka. Sementara 6 orang lainnya sedang menunggu penyidik menyiapkan tempat pemeriksaan BAP tersangka.

Dirinya memastikan akan terus mengawal proses hukum terhadap 8 tersangka sebagai tugas dan tanggung jawab dari lembaga bantuan hukum sesuai aturan yang berlaku, dimana tersangka juga memiliki hak untuk dibela secara hukum. (fia/oel/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: