Demo Penolakan Otsus di Lanny Jaya Dinilai Rekayasa

By

Bupati Befa: Itu elit politik yang biasa bermain atas nama rakyat

JAYAPURA-Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE. M.Si gerah dan menyesalkan adanya demo oleh sekelompok mahasiswa Lanny Jaya dan juga oknum Ketua dan Anggota DPRD Lanny Jaya yang menyatakan menolak otsus.

   Menurutnya demo tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang selama ini melakukan demo di Kota Jayapura lalu kembali melakukan demo di Tiom Ibu Kota Kabupaten Lanny Jaya dan diterima oleh oknum anggota DPRD yang sedang berpolitik.

  “Demo di Lanny Jaya oleh Mahasiswa itu tidak  dilakukan oleh masyarakat Lanny Jaya, hanya dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang demo di Jayapura lalu pindah lagi di Tiom bersama pemuda lagi dan terlebih lagi mereka difasilitasi oknum Ketua dan Anggota DPRD Lanny Jaya yang direkayasa,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (30/3)

  Ia menyatakan bahwa demo tersebut tidak boleh mengatasnamakan rakyat Lanny Jaya. Kemudian ia menegaskan bahwa saat ini masyarakat Lanny Jaya belum berbicara menolak dan menerima Otsus Papua. Saat ini masyarakat Lanny Jaya sedang bekerja di kebun dan dusun masing-masing.

  “Tapi elit politik yang biasa bermain atas nama rakyat itu mereka politisir. 50 orang yang hadir itu sudah mahasiswa, kelompok mahasiswa dan mereka ini memang mau merongrong citra Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya,” kesalnya.

  “Itu demo disetting oleh oknum anggota dan pimpinan DPRD Lanny Jaya. Di Dunia ini berbicara kebenaran dan tujuan dibalik itu ada apa kalau mau gentleman itu bilang saja DPRD Lanny Jaya menolak dan jangan memgatasnamakan rakyat, karena rakyat tidak satupun hadir,” bebernya.

  Befa juga berencana akan menghadirkan langsung ribuan masyarakat di Tiom dan akan secara langsung menanyakan apakah menolak atau menerima Otsus Papua. “Yang hadir itu mahasiswa yang kemarin tolak di Jayapura dan habis itu naik ke Tiom dan ditambah beberapa pemuda di Tiom dan tidak sampe 50 orang dan mau atas namakan rakyat kan ini tidak benar,”kesalnya.

  “Stop dengan rekayasa-rekayasa seperti itu. Jadi intinya masyarakat Lanny Jaya dalam sikap tidak menerima dan menolak dan saat ini masyarakat mensyukuri apa yang ada dengan baik dan jangan atas namakan rakyat,” pungkasnya. (gin/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: