Diduga Pengecer BBM Timbun Pertalite

By

Salah satu Agen Pengisian BBM yang dibuka pemerintah sejak Jumat (3/12) untuk membantu warga mendapatkan BBM dengan harga terjangkau, lantaran pengecer menyimpan BBM untuk dijual dengan harga mahal. (Denny/ Cepos)

Pemda Buka Dua Agen Pengisian BBM dengan Harga Standar


WAMENA-Melonjaknya harga BBM jenis pertalite dari Rp 20.000/liter menjadi Rp 50.000/liter bahkan ada yang menjual hingga Rp 75.000/liter, diduga ada kesengajaan dari para pedagang atau pengecer BBM ini. Dimana mereka secara sembunyi-sembunyi menyimpan atau menimbun BBM dan dijual eceran dengan harga jauh lebih tinggi.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengungkapkan bahwa selama penertiban harga BBM pertalite di tingkat pedagang pengecer yang dilakukan Disnakerindag, terungkap bahwa kebanyakan pedagang eceran ini menyembunyikan BBM yang didapatkan dari subsidi, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.
“Saat ini banyak pengecer yang menyimpan BBM pertalitenya, sehingga warga kesulitan mendapatkan BBM, dengan begitu pengecer bisa menaikkan harga sesuka mereka. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya tempat pengecer BBM saat ini sudah tidak terlihat lagi di Kota Wamena hanya BBM solar saja yang dipajang,”ungkap Bupati Jhon saat menghubungi Cenderawasih Pos via selulernya, Jumat (3/12).
Menyikapi hal ini, lanjut Bupati Jhon, Pemkab Jayawijaya langsung mengambil langkah dengan membuka dua agen penyalur BBM yang menjual pertalite dengan harga standar di Kota Wamena. Yakni di Pertigaan Jalan Patimura dan Hom -hom dengan harga standar, yakni Rp 15.000 per liter, namun dibatasi pengisiannya untuk motor besar 5 Liter untuk Motor bebek , matic 3 liter sekali isi dan ini untuk umum.
“Kita buka dua agen pengisian BBM ini agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan BBM karena semua pengecer BBM Subsidi ini menyimpan BBM mereka untuk bisa menaikkan harga BBM di Wamena, karena tidak mau mengikuti aturan pemerintah,” jelas Bupati Jayawijaya.
Kata Bupati Banua, pengisian BBM Pertalite di dua agen yang disiapkan pemerintah ini dilakukan agar tidak ada yang coba menampung atau menimbun BBM untuk dijual dengan harga yang tinggi kepada masyarakat. Sementara untuk dua agen yang disiapkan ini akan melayani masyarakat dari pagi hingga sore hari.
“Kalau pengisian di APMS itu banyak yang melakukan tap BBM, kalau di dua agen yang kita siapkan ini kita batasi pengisiannya, sehingga kecil kemungkinan bisa melakukan tap BBM,”katanya
Bupati juga menegaskan untuk penertiban harga juga masih terus dilakukan oleh Disnakerindag Jayawijaya. Bupati mengajak seluruh masyarakat Jayawijaya untuk bekerjasama, dimana ada oknum pengecer yang menjual BBM di atas harga yang ditetapkan oleh pemerintah, maka segera laporkan ke Perindag untuk ditindak.
“Masyarakat juga berpartisipasi membantu pemerintah melaporkan oknum -oknum pengecer yang menjual harga BBM Pertalite di atas harga Rp 1.5000 dengan cara difoto lokasinya dan dilaporkan ke Perindag agar pemerintah bisa secepatnya mengembalikan harga BBM sesuai standar,” tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: